Tahukah Anda? Di Balik Kesulitan dan Ujian, Terdapat Maksud Baik Tuhan

Dalam hidup, ketika kita menghadapi kesukaran dan ujian, kita sering kali hanya melihat permukaannya dan tidak tahu apa maksud Tuhan yang tersembunyi. Sebenarnya, ketika kesukaran dan ujian menimpa kita, ada maksud baik Tuhan di dalamnya. Contohnya, Abraham menghadapi ujian untuk mempersembahkan anak tunggalnya sebagai korban. Maksud Tuhan adalah untuk menjadikannya bapa banyak bangsa dan untuk menggenapi rencana pengelolaan Tuhan. Lalu, Ayub kehilangan kawanan domba dan ternaknya yang menutupi pegunungan, serta anak-anaknya, dan tubuhnya sendiri dipenuhi bisul. Di balik semua ini, maksud Tuhan adalah untuk menyempurnakan iman Ayub sekaligus untuk membuat Iblis menyerah atas tuduhannya terhadap Ayub, menjadikannya orang yang bebas. Dari sini, kita dapat melihat bahwa semua kesukaran dan pemurnian diatur oleh Tuhan. Tuhan menggunakan kesukaran dan pemurnian untuk menempa kehendak kita dan untuk menyempurnakan iman, kesetiaan, serta kasih kita kepada-Nya. Makin kita mengalami pemurnian, makin hidup kita dapat bertumbuh. Sama seperti tanaman, jika hanya ada sinar matahari dan tidak ada terpaan angin, embun beku, salju, dan hujan, tanaman tidak dapat menghasilkan biji-bijian sama sekali.

Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Semakin Tuhan memurnikan manusia, semakin hati orang mampu mengasihi Tuhan. Penderitaan dalam hati mereka bermanfaat bagi hidup mereka, mereka lebih mampu untuk menjadi tenang di hadapan Tuhan, hubungan mereka dengan Tuhan bertambah dekat, dan mereka lebih mampu melihat kasih Tuhan yang luar biasa besar dan penyelamatan-Nya yang luar biasa besar. Petrus mengalami pemurnian hingga ratusan kali, dan Ayub menjalani sejumlah ujian. Jika engkau semua ingin disempurnakan oleh Tuhan, engkau pun harus mengalami pemurnian ratusan kali—engkau harus melewati proses ini dan melalui langkah ini—hanya dengan begitu engkau akan dapat memenuhi maksud-maksud Tuhan dan dijadikan sempurna oleh Tuhan."

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya dengan Mengalami Pemurnian, Manusia Dapat Memiliki Kasih Sejati"

Hanya Tuhanlah yang tahu apa yang kurang dari diri kita dan apa yang dibutuhkan dalam hidup kita, serta lingkungan seperti apa yang paling bermanfaat bagi hidup kita. Oleh karena itu, ketika kita menghadapi kemunduran, kegagalan, dan penyakit dalam hidup, kita harus belajar untuk mencari maksud Tuhan. Dalam lingkungan ini, kita tidak boleh mengeluh tentang Tuhan atau salah memahami-Nya, tetapi tetap teguh dalam kesaksian kita bagi-Nya seperti Ayub. Hanya dengan cara inilah kita dapat menerima berkat-Nya dan memahami niat-Nya yang tekun di balik pengaturan-Nya akan lingkungan ini. Bagaimana pandangan Anda tentang lingkungan sulit yang Anda hadapi sekarang? Anda dapat menuliskan perasaan dan pemahaman Anda di bagian komentar, atau hubungi kami dengan mengklik tautan WhatsApp.

Harap diperhatikan: semua video di kanal ini tersedia untuk ditonton secara gratis. Individu atau kelompok mana pun secara tegas dilarang mengunggah, memodifikasi, mengubah, atau mengutip video apa pun dari kanal YouTube Gereja Tuhan Yang Mahakuasa tanpa meminta izin sebelumnya. Gereja Tuhan Yang Mahakuasa berhak untuk mencari penyelesaian hukum jika terjadi pelanggaran terhadap persyaratan ini. Silakan hubungi kami terlebih dahulu dengan permohonan untuk menyebarkan video kepada publik.

Share
Read more!
Read more!