Berlangganan

Menu

Firman Tuhan Hari Ini - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 5 Firman Tuhan Hari Ini - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 5
00:00/ 00:00

Firman Tuhan Hari Ini - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 5

00:00
00:00

Pekerjaan mengelola umat manusia dibagi dalam tiga tahap, artinya pekerjaan menyelamatkan manusia dibagi dalam tiga tahap. Ketiga tahap ini tidak termasuk pekerjaan penciptaan dunia, melainkan tiga tahap pekerjaan di Zaman Hukum Taurat, Zaman Kasih Karunia, dan Zaman Kerajaan. Pekerjaan menciptakan dunia adalah pekerjaan menciptakan seluruh umat manusia. Ini bukan pekerjaan menyelamatkan manusia, dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan menyelamatkan manusia, karena ketika dunia diciptakan, manusia belum dirusak oleh Iblis, jadi tidaklah diperlukan pekerjaan penyelamatan manusia. Pekerjaan penyelamatan umat manusia baru dimulai ketika manusia telah dirusak oleh Iblis, jadi pekerjaan pengelolaan manusia juga dimulai ketika manusia telah dirusak. Dengan kata lain, pengelolaan manusia oleh Tuhan dimulai akibat pekerjaan penyelamatan manusia, dan bukan muncul dari pekerjaan penciptaan dunia. Hanya sesudah manusia mendapatkan sifat buruklah pekerjaan pengelolaan mulai muncul, jadi pekerjaan mengelola manusia meliputi tiga bagian, bukan empat tahap, atau empat zaman. Hanya inilah cara yang benar untuk mengacu pada pengelolaan manusia oleh Tuhan. Ketika zaman terakhir sampai pada kesudahannya, pekerjaan mengelola manusia akan berakhir. Berakhirnya pekerjaan mengelola manusia berarti pekerjaan menyelamatkan seluruh umat manusia sudah selesai sepenuhnya, dan manusia sudah mencapai akhir perjalanannya. Tanpa pekerjaan penyelamatan seluruh umat manusia, tidak akan ada pekerjaan pengelolaan manusia, juga tidak akan ada tiga tahap pekerjaan. Justru karena kebejatan manusia, dan karena manusia sangat membutuhkan penyelamatan, Yahweh mengakhiri penciptaan dunia dan memulai pekerjaan Zaman Hukum Taurat. Baru pada saat itulah pekerjaan mengelola manusia dimulai, yang berarti baru pada saat itulah pekerjaan menyelamatkan manusia dimulai. "Mengelola manusia" bukanlah berarti menuntun kehidupan manusia—yang baru saja diciptakan—di bumi (artinya manusia yang belum dirusak). Mengelola manusia berarti penyelamatan manusia yang telah dirusak oleh Iblis, dengan kata lain, untuk mengubah manusia yang telah rusak ini. Inilah arti dari mengelola manusia. Pekerjaan menyelamatkan manusia tidaklah termasuk pekerjaan menciptakan dunia, jadi pekerjaan mengelola manusia tidak termasuk pekerjaan menciptakan dunia, dan hanya meliputi tiga tahap pekerjaan yang terpisah dari penciptaan dunia. Untuk memahami pekerjaan mengelola manusia, perlulah disadari sejarah dari tiga tahap pekerjaan ini—inilah yang harus disadari oleh setiap orang agar ia bisa diselamatkan. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kamu sekalian harus mengetahui bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan, harus mengenali sumber keburukan manusia, dan terlebih lagi, harus mengenali proses penyelamatan manusia. Jika kamu sekalian hanya mengetahui cara bertindak yang selaras dengan doktrin agar kamu sekalian mendapatkan perkenanan Tuhan, tetapi tidak memahami bagaimana Tuhan menyelamatkan manusia, atau sumber dari keburukan manusia, inilah kekurangan kamu sekalian sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Engkau tidak boleh puas hanya dengan memahami kebenaran yang bisa dilaksanakan namun tetap mengacuhkan cakupan yang lebih luas dari pekerjaan pengelolaan Tuhan—bila demikian adanya, engkau terlalu dogmatis. Ketiga tahap pekerjaan ini berada di dalam pengelolaan Tuhan terhadap manusia, kelahiran injil dari seluruh semesta, misteri terbesar di antara seluruh manusia, dan juga landasan dari penyebaran injil. Jika engkau hanya berfokus untuk memahami kebenaran-kebenaran sederhana yang berkaitan dengan hidupmu, dan tidak mengetahui apa pun tentang hal terbesar dari semua misteri dan penglihatan ini, bukankah hidupmu bisa disamakan dengan produk yang cacat, yang tidak berguna untuk apa pun kecuali untuk dipandang?

Jika manusia hanya berkonsentrasi pada tindakan, dan menganggap pekerjaan Tuhan dan pengetahuan manusia sebagai hal sekunder, bukankah ini sama dengan mementingkan hal-hal kecil tetapi mengabaikan hal-hal besar? Apa yang harus engkau ketahui, haruslah engkau ketahui, dan apa yang harus engkau lakukan, lakukanlah. Hanya dengan begitu engkau akan menjadi seseorang yang mengetahui bagaimana caranya mengejar kebenaran. Ketika tiba saatnya bagimu untuk menyebarkan injil, jika engkau hanya bisa mengatakan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang hebat dan benar, bahwa Dia adalah Tuhan yang agung, Tuhan yang tidak bisa dibandingkan dengan orang hebat mana pun, dan tidak ada yang lebih tinggi dari-Nya …, jika engkau hanya bisa mengucapkan kata-kata yang tidak relevan dan dangkal ini, dan sama sekali tidak mampu mengucapkan kata-kata yang sangat penting, yang memiliki substansi, jika engkau tidak bisa bicara apa pun tentang mengenal Tuhan, atau pekerjaan Tuhan, dan terlebih lagi, tidak bisa menjelaskan kebenaran, atau menghadirkan apa yang kurang pada manusia, seseorang sepertimu tidaklah mampu melaksanakan kewajibannya dengan baik. Memberi kesaksian tentang Tuhan dan menyebarkan injil kerajaan bukanlah hal yang sederhana. Engkau harus terlebih dulu diperlengkapi dengan kebenaran, dan berbagai penglihatan yang perlu dimengerti. Ketika engkau sudah mengerti dengan jelas tentang penglihatan dan kebenaran dari berbagai aspek pekerjaan Tuhan, di dalam hatimu engkau akan mengetahui pekerjaan Tuhan, dan terlepas dari apa yang Tuhan lakukan—apakah itu penghakiman atau pemurnian yang benar terhadap manusia—engkau memiliki penglihatan terbesar sebagai landasanmu, dan memiliki kebenaran yang benar untuk dilaksanakan, dan engkau akan bisa mengikut Tuhan sampai akhir. Engkau harus tahu bahwa terlepas dari apa pun pekerjaan yang Dia lakukan, tujuan dari pekerjaan Tuhan tidaklah berubah, inti dari pekerjaan-Nya tidak berubah, dan kehendak-Nya atas manusia tidaklah berubah. Terlepas dari seberapa kerasnya perkataan-Nya, seberapa buruknya lingkungan, prinsip-prinsip pekerjaan-Nya tidaklah berubah, dan niat-Nya untuk menyelamatkan manusia tidaklah berubah. Sejauh itu bukan pengungkapan tentang akhir manusia atau tujuan akhir manusia, dan bukan tentang pekerjaan tahap akhir, atau pekerjaan yang membawa seluruh rencana pengelolaan Tuhan kepada akhirnya, dan selama itu Dia mengerjakan manusia, inti dari pekerjaan-Nya tidak akan berubah: Inti dari pekerjaan-Nya adalah penyelamatan manusia. Ini harus menjadi dasar kepercayaanmu sekalian kepada Tuhan. Tujuan dari tiga tahap pekerjaan ini adalah penyelamatan seluruh manusia—artinya penyelamatan utuh manusia dari kuasa Iblis. Meski masing-masing tahap pekerjaan ini mempunyai tujuan dan makna penting yang berbeda, masing-masing adalah bagian dari pekerjaan penyelamatan manusia, dan pekerjaan penyelamatan yang berlainan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan manusia. Sekali engkau mengetahui tujuan dari ketiga tahap pekerjaan ini, engkau akan bisa menghargai makna penting dari setiap tahap ini, dan akan mengetahui bagaimana caranya bertindak agar bisa memuaskan hasrat Tuhan. Jika engkau bisa mencapai titik ini, penglihatan yang terbesar ini akan menjadi dasar kepercayaanmu kepada Tuhan. Tidak sepatutnya engkau hanya mencari cara bertindak yang mudah, atau kebenaran yang mendalam, tetapi harus menggabungkan penglihatan dengan tindakan, agar ada kebenaran-kebenaran yang bisa dilaksanakan sekaligus pengetahuan yang berlandaskan berbagai penglihatan. Hanya pada saat itulah engkau akan menjadi seseorang yang mengejar kebenaran dengan sepenuhnya.

Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tinggalkan komentar