Berlangganan

Menu

Mengapa Tuhan yang Berinkarnasi pada Akhir Zaman adalah Perempuan?

Pada akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi telah menampakkan diri untuk bekerja dan mengungkapkan banyak kebenaran. Ini telah ditampilkan di internet dan mengguncangkan seluruh dunia, karena semakin banyak orang yang menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Jelas bahwa Tuhan yang datang berinkarnasi dan mengungkapkan kebenaran sepenuhnya memperlihatkan kuasa firman Tuhan dan kemahakuasaan Tuhan. Ketika mereka menyelidiki jalan yang benar, banyak orang memahami bahwa firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa itu berotoritas, berkuasa, bahwa semuanya adalah kebenaran dan berasal dari Tuhan, dan mereka diyakinkan tanpa keraguan lagi. Namun, ketika mereka mendengar bahwa Kristus akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah perempuan, banyak yang tidak setuju dan tidak mau menerima Dia. Mereka berpikir bahwa ketika Tuhan Yesus datang, Dia adalah laki-laki, Roh Kudus juga bersaksi bahwa Tuhan Yesus adalah "Anak yang dikasihi" pada waktu itu, dan Alkitab juga memuat catatan seperti itu, jadi ketika Tuhan datang kembali, Dia akan menjadi laki-laki, menurut gambar Tuhan Yesus orang Yahudi. Dia sama sekali takkan menjadi perempuan. Sebanyak apa pun kebenaran yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa dan sebesar apa pun pekerjaan yang Dia lakukan, mereka tidak mau menerima, apalagi mencari dan menyelidiki. Alasan mereka adalah, "Jika Tuhan Yang Mahakuasa adalah laki-laki, aku pasti percaya, tetapi jika Dia perempuan, apa pun yang kaukatakan, aku takkan pernah percaya, karena Tuhan Yesus adalah laki-laki." Karena itu, mereka kehilangan kesempatan untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali dan jatuh ke dalam bencana, yang mana ini sangat disayangkan. Lantas, benarkah pernyataan dan pandangan orang-orang beragama ini? Apakah semua itu sesuai dengan nubuat Alkitab? Apakah semua itu memiliki dasar dalam firman Tuhan? Sama sekali tidak. Ini karena Tuhan Yesus tidak menyebutkan entah Dia akan menjadi laki-laki atau perempuan ketika Dia datang kembali, dan Roh Kudus tidak bersaksi entah Anak Manusia akan menjadi laki-laki atau perempuan ketika Dia datang kembali. Alkitab juga tidak menubuatkan entah Tuhan akan menjadi laki-laki atau perempuan ketika Dia datang kembali pada akhir zaman. Ini adalah bukti yang cukup bahwa perkataan dan pandangan manusia tidak memiliki dasar alkitabiah dan tak lain hanyalah gagasan dan imajinasi manusia. Banyak orang bertanya, "Mengapa Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman adalah perempuan dan bukan laki-laki?" Di sini, saya akan membagikan beberapa pemahaman pribadi saya tentang pertanyaan ini.

Ada banyak nubuat dalam Alkitab tentang Tuhan yang akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia pada akhir zaman, tetapi itu tidak menyebutkan entah Tuhan akan menjadi laki-laki atau perempuan ketika Dia datang kembali pada akhir zaman. Itu hanya mengatakan "kedatangan Anak Manusia," "Anak Manusia datang," dan "Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba." Sekarang ini, Tuhan Yang Mahakuasa telah datang, mengungkapkan banyak kebenaran, dan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, yang menggenapi nubuat-nubuat ini. Namun, orang-orang terkejut ketika mereka mendapati Kristus akhir zaman adalah perempuan. Ini sama sekali tidak cocok dengan gagasan kita. Karena itu adalah penampakan dan pekerjaan Tuhan, sangatlah normal orang memiliki gagasan tentang hal ini. Orang-orang bahkan memiliki kesalahpahaman yang lebih besar ketika Tuhan Yesus datang. Namun, makin orang memiliki gagasan tentang sesuatu, makin hal itu menjadi misteri. Jika Tuhan tidak mengungkapkan misteri ini, kita takkan pernah memahaminya. Jadi, mari kita lihat apa yang dikatakan Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Jika Tuhan datang ke dunia hanya sebagai laki-laki, maka orang mendefinisikan Dia sebagai Tuhan atas laki-laki dan orang tidak akan pernah percaya bahwa Dia adalah Tuhan atas perempuan. Para lelaki lalu menganggap bahwa ada kesamaan antara mereka dan Tuhan, yakni sama-sama laki-laki, dan bahwa Tuhan adalah kepala para lelaki. Lalu, bagaimana dengan perempuan? Tidak adil; bukankah ini perlakuan istimewa bagi laki-laki? Kalau begini keadaannya, semua orang yang Tuhan selamatkan adalah laki-laki seperti diri-Nya, dan tak seorang perempuan pun akan diselamatkan. Sewaktu menciptakan umat manusia, Tuhan menciptakan Adam dan Dia menciptakan Hawa. Dia menciptakan bukan hanya Adam, melainkan menjadikan laki-laki dan perempuan sesuai dengan gambar-Nya. Maka, Tuhan bukan hanya Tuhan atas laki-laki, melainkan juga Tuhan atas perempuan" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Setiap tahap pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan memiliki signifikansi praktisnya sendiri. Saat itu, ketika Yesus datang, Dia datang dalam wujud laki-laki, dan ketika Tuhan datang kali ini, wujud-Nya adalah perempuan. Dari sini, engkau bisa melihat bahwa ciptaan Tuhan baik laki-laki maupun perempuan dapat digunakan dalam pekerjaan-Nya, dan bagi-Nya tidak ada perbedaan gender. Ketika Roh-Nya datang, Dia dapat mengenakan jenis daging apa pun yang dikehendaki-Nya dan daging tersebut dapat merepresentasikan diri-Nya; entah laki-laki atau perempuan, daging itu dapat merepresentasikan Tuhan selama itu adalah daging inkarnasi-Nya" ("Kedua Inkarnasi Melengkapi Signifikansi Inkarnasi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita dapat memahami bahwa terlepas dari entah inkarnasi Tuhan adalah laki-laki atau perempuan, itu memiliki makna. Ada kebenaran yang harus dicari di dalamnya, dan itu dapat memampukan kita memahami kehendak Tuhan dan mengenal watak Tuhan. Jika Tuhan yang berinkarnasi selalu laki-laki, apa akibatnya? Manusia selamanya akan membatasi Tuhan sebagai laki-laki dan tidak pernah perempuan, dan perempuan akan mengalami diskriminasi dan tidak dapat hidup sebagai bagian penuh dari masyarakat. Apakah itu adil bagi perempuan? Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, jadi Tuhan menjadi laki-laki untuk inkarnasi pertama-Nya, dan pada akhir zaman, Tuhan berinkarnasi sebagai perempuan. Ini sangat bermakna, dan sesuatu yang untuknya semua perempuan harus bersorak dan bersukacita, dan tidak lagi memiliki gagasan apa pun. Jika seorang perempuan masih bisa menolak dan mendiskriminasi Tuhan perempuan yang berinkarnasi, maka perempuan itu sangat menyedihkan! Sebenarnya, tidak masalah entah inkarnasi Tuhan itu laki-laki atau perempuan. Yang penting adalah bahwa Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penyelamatan. Orang tidak boleh berpikir bahwa Tuhan yang berinkarnasi hanya mampu melakukan pekerjaan Tuhan jika Dia adalah laki-laki, dan bahwa Dia tidak mampu melakukan pekerjaan Tuhan jika Dia adalah perempuan. Berpikir seperti itu adalah terbelakang dan bodoh. Sekarang ini, kita semua telah melihat bahwa perempuan bisa melakukan apa pun yang bisa dilakukan laki-laki . Misalnya: laki-laki bisa menerbangkan pesawat, begitu juga perempuan. Laki-laki bisa menjadi astronot, begitu juga perempuan. Laki-laki bisa menjadi presiden, begitu juga perempuan. Laki-laki bisa menjalankan bisnis dan mempertahankan karier, dan perempuan juga bisa menjalankan bisnis dan mempertahankan karier. Fakta membuktikan bahwa perempuan tak kalah cakap dibandingkan laki-laki. Lalu mengapa Tuhan yang berinkarnasi hanya bisa laki-laki, dan tidak bisa perempuan? Lihatlah Tuhan Yang Mahakuasa, yang telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran dan melakukan begitu banyak pekerjaan. Apakah menjadi perempuan sama sekali menghalangi pekerjaan Tuhan? Pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman jauh lebih besar daripada pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan kebenaran yang lebih banyak dan lebih dalam daripada yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus. Fakta-faktanya jelas bagi semua orang, jadi mengapa orang tidak bisa mengakuinya? Berapa banyak perempuan yang ditindas, didiskriminasi, dan menderita di dunia sekarang ini? Mereka harus memiliki status yang sama dengan laki-laki, dan lebih dari itu, mereka membutuhkan keselamatan dan kebebasan. Siapa yang bisa menyelamatkan teman-teman perempuan kita? Sekarang ini, Tuhan Yang Mahakuasa telah datang, dan Dia telah mengungkapkan kebenaran untuk menghakimi dunia dan umat manusia yang jahat ini, yang dirusak sedemikian dalamnya. Ada banyak perempuan yang telah melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi adalah perempuan, mampu mengungkapkan kebenaran, dan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, dan karena itu merasa bangga menjadi seorang perempuan. Mereka mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi, mereka telah memperoleh rasa kemerdekaan dan kebebasan, dan mereka semua merayakan dan memuji Tuhan Yang Mahakuasa. Bahwa Tuhan datang berinkarnasi sebagai perempuan menunjukkan watak benar Tuhan. Hanya Tuhan yang benar-benar mengasihi umat manusia, dan hanya Tuhan yang benar-benar mampu memperlakukan manusia dengan adil. Tuhan sangat baik! Sekarang mari kita pertimbangkan masalah lain. Tuhan Yesus laki-laki sanggup menanggung dosa manusia dan menyelesaikan pekerjaan penebusan dengan disalibkan. Jika Tuhan Yesus datang sebagai perempuan, akan sanggupkah Dia menyelesaikan pekerjaan penebusan dengan disalibkan? Dia pasti akan sanggup melakukannya. Inkarnasi Tuhan berarti Roh Tuhan mengenakan daging manusia, dan entah daging ini laki-laki atau perempuan, Dia adalah Tuhan itu sendiri. Dia mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan, semuanya dilakukan dan dikendalikan oleh Roh Tuhan. Karena itu, Entah daging inkarnasi Tuhan adalah laki-laki atau perempuan, Dia memenuhi syarat untuk merepresentasikan identitas Tuhan dan melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri, dan akhirnya, pekerjaan itu akan selesai dan Tuhan akan memperoleh kemuliaan. Sebagaimana dikatakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. "Jika Yesus menampakkan diri sebagai perempuan ketika Dia datang, dengan kata lain, jika seorang bayi perempuan, dan bukan bayi laki-laki, yang dikandung oleh Roh Kudus, tahap pekerjaan itu akan sama saja diselesaikan. Jika itu masalahnya, tahap pekerjaan saat ini akan diselesaikan oleh seorang laki-laki sebagai gantinya, tetapi pekerjaan itu akan sama saja diselesaikan. Pekerjaan yang dilakukan di setiap tahap memiliki makna pentingnya sendiri; tidak ada tahap pekerjaan yang diulangi, atau yang bertentangan satu sama lain" ("Kedua Inkarnasi Melengkapi Signifikansi Inkarnasi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Ini berarti tidak masalah entah daging yang berinkarnasi itu laki-laki atau perempuan. Selama Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan menyelesaikan pekerjaan yang Tuhan ingin selesaikan, serta menyucikan dan menyelamatkan umat manusia, Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi. Jika orang berpikir bahwa Tuhan yang berinkarnasi hanya bisa laki-laki dan bukan perempuan, bukankah ini murni hasil aturan, gagasan, dan imajinasi manusia? Apakah mereka pikir Tuhan menciptakan laki-laki dan tidak menciptakan perempuan? Karena Tuhan yang berinkarnasi adalah perempuan, sebanyak apa pun kebenaran yang Dia ungkapkan atau sebesar apa pun pekerjaan yang Dia lakukan, orang tidak mengakui atau menerima Dia. Bukankah ini murni karena orang menolak dan mendiskriminasi perempuan? Bukankah ini hanya salah satu dari watak manusia yang rusak? Manusia tidak berhak memilih cara Tuhan menampakkan diri dan bekerja. Selama Dia adalah inkarnasi Tuhan, dan selama Dia mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan Tuhan, entah daging itu adalah laki-laki atau perempuan, orang harus menerima dan taat. Ini adalah jalan yang masuk akal dan bijaksana. Tuhan itu mahakuasa dan bijaksana, dan pemikiran Tuhan melampaui pemikiran manusia. Bagaimana mungkin manusia berharap untuk memahami pekerjaan Tuhan? Dari zaman purbakala hingga zaman sekarang, setiap tahap pekerjaan Tuhan telah melampaui dan bertentangan dengan gagasan manusia. Ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja, penampilan, kelahiran, dan keluarga-Nya sangat tidak sesuai dengan gagasan manusia. Inilah sebabnya orang Farisi tidak mengakui Dia adalah Mesias yang dinubuatkan dalam Kitab Suci dan akhirnya memakukan Dia di kayu salib, melakukan dosa yang keji di mana mereka dihukum dan dikutuk oleh Tuhan. Itu adalah pelajaran yang menggugah pemikiran yang dibayar dengan darah. Jadi, segala sesuatu yang menyangkut penampakan dan pekerjaan Tuhan adalah peristiwa besar dan sebuah misteri. Jika orang tidak mencari kebenaran, bersikeras berpegang pada gagasan mereka, dan dengan entengnya mengkritik dan memutuskan, mereka sangat mungkin menyinggung watak Tuhan. Jika Anda ditolak dan disingkirkan oleh Tuhan dan kehilangan keselamatan-Nya, Anda akan merasakan penyesalan yang tak terkira.

Sekarang ini, masih ada banyak orang yang tidak mau menerima penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman karena Dia adalah perempuan, dan bahkan, meskipun mengetahui bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, tidak mau menerima Dia. Apa masalahnya di sini? Mengapa gagasan orang-orang ini begitu kuat? Mengapa mereka tidak menghargai kebenaran dan pengungkapan kebenaran di atas segalanya? Sebagai manusia, sebagai bagian dari umat manusia, yang adalah makhluk ciptakan, kita harus memperlakukan Tuhan dan pekerjaan-Nya dengan sepatutnya. Jika kita tahu betul bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang berinkarnasi dan tahu betul bahwa firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, tetapi kita tetap berpegang teguh pada gagasan kita dan tidak mau menerima Dia karena Dia adalah perempuan, ini adalah masalah yang sangat serius. Melakukan hal ini berarti menolak dan menentang Tuhan. Menolak mengakui Tuhan yang berinkarnasi atau kebenaran yang Dia ungkapkan juga bukan masalah gagasan dan imajinasi belaka. Itu membuatmu menjadi antikristus, musuh Tuhan, dan orang yang harus dikutuk! Sebagaimana dikatakan dalam Kitab Suci: "Karena banyak penyesat masuk ke dalam dunia, yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus datang dalam daging. Ini adalah penipu dan antikristus" (2 Yohanes 1:7). "Setiap roh yang tidak mengaku Yesus Kristus datang dalam daging bukan berasal dari Tuhan; ini adalah roh antikristus, dan engkau sudah mendengar bahwa ia harus datang, bahkan ia sekarang sudah ada di dalam dunia" (1 Yohanes 4:3). Jadi, kita bisa yakin bahwa siapa pun yang tidak menerima kedatangan kembali Anak Manusia dan siapa pun yang tidak mengakui Tuhan yang berinkarnasi yang datang kembali adalah antikristus. Apakah menurutmu Tuhan akan menyelamatkan antikristus ketika Dia datang kembali? Sama sekali tidak. Jadi, apa kesudahan bagi antikristus? Kesalahan apa yang dilakukan para antrikristus? Mereka tidak hanya menentang seseorang, mereka menentang Kristus akhir zaman, Tuhan itu sendiri. Apa esensi dari mengutuk dan menghakimi Tuhan Yang Mahakuasa? Itu adalah dosa penghujatan terhadap Roh Kudus. Dosa ini takkan pernah terampuni, tidak sekarang atau di masa depan.

Banyak orang sekarang ini percaya kepada Tuhan tetapi tidak mengetahui pekerjaan Tuhan, mereka juga tidak tahu apa itu Anak Manusia, apa arti inkarnasi, atau siapa satu-satunya Tuhan yang benar. Dengan demikian, adalah mudah untuk menentang Tuhan yang berinkarnasi. Jadi, kita tidak boleh menggunakan gagasan dan imajinasi kita untuk membatasi pekerjaan Tuhan. Sebaliknya, kita harus mencari kebenaran dan menyingkirkan gagasan-gagasan kita. Hanya dengan cara inilah kita dapat menerima berkat Tuhan. Makna penting pekerjaan selama dua inkarnasi Tuhan sangat luas dan mendalam. Inilah yang telah Tuhan Yang Mahakuasa katakan: "Tuhan bukan hanya Roh Kudus, bukan hanya Roh, atau Roh yang tujuh kali lipat lebih kuat, atau Roh yang mencakup segalanya, tetapi juga seorang manusia—seorang manusia biasa, manusia yang sangat biasa. Dia bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan. Keduanya serupa dalam hal Mereka sama-sama terlahir dari manusia, dan berbeda dalam hal yang satu dikandung dari Roh Kudus dan yang lainnya terlahir dari seorang manusia, meskipun berasal langsung dari Roh. Mereka serupa dalam hal keduanya adalah daging inkarnasi Tuhan yang melakukan pekerjaan Bapa, dan berbeda dalam hal yang satu melakukan pekerjaan penebusan dan yang lainnya melakukan pekerjaan penaklukan. Keduanya merepresentasikan Bapa, tetapi yang satu adalah Sang Penebus, yang penuh dengan kasih setia dan belas kasihan, dan yang lainnya adalah Tuhan kebenaran, yang penuh dengan murka dan penghakiman. Yang satu adalah Panglima Tertinggi yang memulai pekerjaan penebusan, dan yang lainnya adalah Tuhan yang benar yang menyelesaikan pekerjaan penaklukan. Yang satu adalah Yang Awal, yang lain adalah Yang Akhir. Yang satu adalah daging tanpa dosa, yang lain adalah daging yang menyelesaikan penebusan, melanjutkan pekerjaan, dan tidak pernah berdosa. Keduanya adalah Roh yang sama, tetapi Mereka tinggal dalam daging yang berbeda dan dilahirkan di tempat yang berbeda, dan Mereka dipisahkan selang beberapa ribu tahun. Namun, semua pekerjaan Mereka saling melengkapi, tidak pernah bertentangan, dan dapat dibandingkan. Keduanya adalah manusia, tetapi yang satu adalah bayi laki-laki dan yang lainnya adalah bayi perempuan" ("Bagaimanakah Pemahamanmu tentang Tuhan?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Kita memahami dari firman Tuhan Yang Mahakuasa bahwa ketika Tuhan datang berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan menyelamatkan umat manusia, tidak masalah entah Tuhan itu laki-laki atau perempuan, dari keluarga mana Dia berasal, atau seperti apa rupa-Nya. Tak satu pun dari hal-hal ini adalah penting. Yang terpenting adalah Dia mampu melakukan pekerjaan Tuhan, melaksanakan kehendak Tuhan, dan membawa kemuliaan bagi Tuhan. Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan Yesus lahir di palungan di keluarga yang sangat biasa di Yudea. Orang-orang memiliki gagasan tentang hal ini. Mereka semua menilai Tuhan Yesus sebagai anak tukang kayu dari Nazaret dan karena itu tidak mau menerima pekerjaan-Nya. Akibatnya mereka dikutuk oleh Tuhan dan kehilangan keselamatan. Pada akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa telah datang. Dia lahir dari keluarga biasa dan memiliki penampilan orang Asia. Secara lahiriah, Dia tampak seperti orang biasa, tetapi Dia mengungkapkan begitu banyak kebenaran, melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, menaklukkan orang-orang dan membentuk sekelompok pemenang. Tuhan Yang Mahakuasa telah melakukan pekerjaan yang begitu dahsyat yang telah mengguncangkan seluruh dunia, dan juga telah mengakhiri sejarah Iblis yang merusak umat manusia selama ribuan tahun dan memulai zaman yang baru. Apa yang membuat orang memenuhi syarat untuk memiliki gagasan tentang Tuhan yang berinkarnasi sebagai perempuan? Orang-orang semacam itu terlalu congkak dan tidak rasional. Sekarang ini, Injil kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa diberitakan di seluruh dunia. Tahap-tahap pekerjaan Tuhan sangat luas, berkuasa, dan tak terbendung, dan firman Tuhan akan menyelesaikan segalanya. Ini sepenuhnya mengungkapkan watak Tuhan yang benar, kemahakuasaan, dan hikmat Tuhan. Akhirnya, mari kita dengarkan lebih lanjut beberapa pembacaan firman Tuhan Yang Mahakuasa. "Seluruh pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dilakukan melalui manusia biasa ini. Dia akan mengaruniakan segalanya kepadamu, dan bahkan, Dia akan dapat memutuskan apa pun yang berkaitan denganmu. Bisakah seorang manusia seperti ini menjadi apa yang kau yakini sebagaimana adanya Dia: seorang manusia yang begitu sederhana sampai-sampai tak layak disebutkan? Tidakkah kebenaran-Nya cukup untuk meyakinkanmu sepenuhnya? Tidakkah kesaksian tentang perbuatan-perbuatan-Nya cukup untuk meyakinkanmu sepenuhnya? Atau bukankah jalan yang Dia berikan kepadamu layak untuk kautempuh? Akhirnya, apa gerangan yang menyebabkan engkau semua membenci dan membuang-Nya serta menjauh dari-Nya? Manusia inilah yang mengungkapkan kebenaran, manusia inilah yang membekali kebenaran, dan manusia inilah yang memberimu jalan untuk kautempuh. Mungkinkah engkau masih tidak dapat menemukan jejak-jejak pekerjaan Tuhan di dalam kebenaran-kebenaran ini? Tanpa pekerjaan Yesus, umat manusia tidak mungkin turun dari kayu salib, tetapi tanpa inkarnasi yang sekarang ini, orang-orang yang sudah turun dari kayu salib tidak akan pernah bisa mendapatkan perkenanan Tuhan atau memasuki zaman yang baru. Tanpa kedatangan manusia biasa ini, engkau semua tidak akan punya kesempatan untuk melihat wajah Tuhan yang sebenarnya, ataupun akan memenuhi syarat, karena engkau semua adalah orang-orang yang seharusnya telah dimusnahkan sejak lama. Berkat kedatangan inkarnasi Tuhan yang kedua ini, Tuhan telah mengampunimu dan menunjukkan belas kasihan kepadamu. Bagaimanapun juga, perkataan yang harus Kutinggalkan kepada engkau semua pada akhirnya tetaplah ini: manusia biasa ini, yang adalah Tuhan yang berinkarnasi, sangatlah penting bagimu. Inilah hal hebat yang Tuhan telah lakukan di antara manusia" ("Sudah Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Fakta bahwa engkau semua masih hidup hingga sekarang adalah berkat daging ini. Karena Tuhan hidup dalam daginglah engkau semua memiliki kesempatan untuk hidup. Seluruh keberuntungan ini telah diperoleh oleh karena manusia biasa ini. Bukan itu saja, tetapi pada akhirnya, segala bangsa akan menyembah manusia biasa ini, sekaligus mengucapkan syukur dan menaati manusia yang tak berarti ini, karena jalan, kebenaran, dan hidup yang telah dibawa-Nyalah yang telah menyelamatkan seluruh umat manusia, meredakan konflik antara Tuhan dan manusia, memperpendek jarak di antara mereka, dan membuka hubungan antara pikiran Tuhan dan manusia. Dia jugalah yang telah memperoleh kemuliaan yang jauh lebih besar bagi Tuhan. Bukankah manusia biasa semacam ini layak kaupercayai dan puja? Bukankah daging biasa seperti ini layak disebut Kristus? Dapatkah manusia biasa seperti ini menjadi pengungkapan Tuhan di antara manusia? Bukankah manusia semacam ini, yang telah menyelamatkan umat manusia dari bencana, layak mendapatkan kasihmu dan menjadi kerinduanmu untuk kaupegang erat? Jika engkau semua menolak kebenaran yang diungkapkan dari mulut-Nya dan membenci keberadaan-Nya di antaramu, lalu apa yang akan terjadi padamu pada akhirnya?" ("Sudah Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Di Zaman Kerajaan, Tuhan menggunakan firman untuk menghantarkan zaman yang baru, mengubah sarana-Nya dalam bekerja, dan melakukan pekerjaan untuk seluruh zaman itu. Inilah prinsip yang Tuhan gunakan untuk bekerja di Zaman Firman. Dia menjadi daging untuk berbicara dari perspektif yang berbeda, sehingga manusia dapat sungguh-sungguh melihat Tuhan, yaitu Firman yang menampakkan diri dalam rupa manusia, serta dapat memandang hikmat dan keajaiban-Nya. Pekerjaan semacam itu dilakukan agar lebih mencapai tujuan menaklukkan, menyempurnakan, dan menyingkirkan manusia, yang merupakan makna sebenarnya dari penggunaan firman untuk bekerja di Zaman Firman. Melalui firman ini, orang-orang menjadi tahu akan pekerjaan Tuhan, watak-Nya, esensi manusia, dan apa yang seharusnya manusia masuki. Melalui firman, pekerjaan yang hendak Tuhan kerjakan di Zaman Firman menghasilkan buah secara keseluruhan. Melalui firman ini, orang-orang disingkapkan, disingkirkan, dan diuji. Orang telah menyaksikan firman Tuhan, mendengar firman ini, dan mengenali keberadaan firman. Akibatnya, mereka akhirnya percaya akan keberadaan Tuhan, kemahakuasaan dan hikmat Tuhan, serta kasih-Nya bagi manusia dan keinginan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Kata 'firman' itu mungkin sederhana dan lumrah, tetapi firman yang diucapkan dari mulut Tuhan yang berinkarnasi mengguncang alam semesta, firman itu mengubah hati, gagasan, dan watak lama manusia, serta mengubah cara seluruh dunia biasanya menampakkan diri. Selama berabad-abad, hanya Tuhan pada masa sekarang yang telah bekerja dengan cara ini, dan hanya Dia yang berbicara serta datang untuk menyelamatkan manusia dengan cara demikian. Mulai saat ini dan seterusnya, manusia hidup di bawah bimbingan firman Tuhan, digembalakan dan dibekali oleh firman-Nya. Orang hidup di dunia firman Tuhan, di tengah-tengah kutuk dan berkat dari firman Tuhan, dan bahkan ada lebih banyak orang yang telah hidup di bawah penghakiman dan hajaran firman-Nya. Firman dan pekerjaan ini semuanya demi keselamatan manusia, demi memenuhi kehendak Tuhan, dan demi mengubah penampakan asli dari dunia ciptaan lama. Tuhan menciptakan dunia dengan menggunakan firman, Dia menuntun manusia di seluruh alam semesta dengan menggunakan firman, dan Dia menaklukkan dan menyelamatkan mereka dengan menggunakan firman. Pada akhirnya, Dia akan menggunakan firman untuk membawa seluruh dunia lama pada kesudahannya, dan dengan demikian, merampungkan keseluruhan rencana pengelolaan-Nya" ("Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Aku pernah dikenal sebagai Yahweh. Aku juga pernah dipanggil Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus Sang Juruselamat dengan kasih dan penghormatan. Kendati demikian, saat ini Aku bukan lagi Yahweh ataupun Yesus yang dikenal orang di masa lampau itu; Aku adalah Tuhan yang datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan membawa zaman ini menuju akhir. Akulah Tuhan itu sendiri yang bangkit dari ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, hormat, serta kemuliaan. Orang-orang tidak pernah menjalin hubungan dengan-Ku, tidak pernah mengenal-Ku, dan tidak tahu tentang watak-Ku. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tak seorang pun pernah melihat-Ku. Inilah Tuhan yang menampakkan diri kepada manusia pada akhir zaman, tetapi tersembunyi di antara manusia. Dia berdiam di antara manusia, benar dan nyata, seperti matahari yang menyala-nyala dan api yang berkobar-kobar, penuh dengan kuasa dan sarat akan otoritas. Tidak ada satu orang atau perkara pun yang tidak akan dihakimi oleh firman-Ku, dan tidak ada satu orang atau perkara pun yang tidak akan disucikan melalui nyala api. Pada akhirnya, segala bangsa akan diberkati karena firman-Ku, dan juga dihancurkan berkeping-keping karena firman-Ku. Dengan demikian, semua orang pada akhir zaman akan melihat bahwa Akulah Juruselamat yang datang kembali, bahwa Akulah Tuhan Yang Mahakuasa yang menaklukkan semua umat manusia. Dan semua orang akan melihat bahwa Aku pernah menjadi korban penghapus dosa manusia, tetapi pada akhir zaman, Aku juga menjadi terik matahari yang menghanguskan segala sesuatu, dan juga Surya kebenaran yang menyingkapkan segala sesuatu. Inilah pekerjaan-Ku pada akhir zaman. Aku memakai nama ini dan memiliki watak ini supaya semua orang dapat melihat bahwa Akulah Tuhan yang benar, matahari yang menyala-nyala, dan api yang berkobar-kobar, supaya semua manusia dapat menyembah-Ku, satu-satunya Tuhan yang benar, dan supaya mereka dapat melihat wajah-Ku yang sesungguhnya: Aku bukan saja Tuhan atas orang Israel, dan Aku bukan saja Sang Penebus; Akulah Tuhan atas segala ciptaan di seluruh langit dan bumi dan lautan" ("Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Tinggalkan komentar