Berlangganan

Menu

Bisakah kita masuk kerajaan surga jika kita tidak menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman?

Pertanyaan: Tentang orang-orang yang sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan Yesus dan berkorban bagi-Nya seumur hidup, jika mereka tidak menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, mereka sungguh tidak akan dapat diangkat ke Kerajaan Surga?

Jawaban:

Tentang masalah ini, Tuhan Yang Mahakuasa sudah memberi kita jawaban yang jelas. "Apabila engkau tidak mencari jalan kehidupan yang disediakan Kristus akhir zaman, Apabila engkau tidak mencari jalan kehidupan yang disediakan Kristus akhir zaman, engkau tidak akan pernah berkenan di hadapan Yesus, dan tidak akan pernah memenuhi syarat untuk masuk gerbang kerajaan surga, karena engkau sekalian adalah boneka dan tawanan sejarah. Mereka yang dikendalikan oleh peraturan-peraturan, oleh pesan tertulis, dan terbelenggu oleh sejarah tidak akan bisa memperoleh kehidupan, dan tidak akan pernah mendapatkan jalan hidup yang kekal. Itu terjadi karena mereka hanya memiliki air keruh yang tidak mengalir selama ribuan tahun, dan bukan air kehidupan yang mengalir dari takhta. Mereka yang tidak menerima air kehidupan selamanya akan tetap menjadi jasad, boneka Iblis, dan anak-anak neraka. Lalu, bagaimana mereka bisa melihat Tuhan? Jika engkau hanya mencoba memegang teguh masa lalu, hanya berusaha mempertahankan keadaan apa adanya dengan diam di tempat, dan tidak berupaya mengubah status quo dan menyingkirkan sejarah, bukankah engkau malah menentang Tuhan? Langkah-langkah pekerjaan Tuhan sangat luas dan dahsyat, seperti ombak yang bergulung dan bunyi guruh yang menderu— tetapi engkau hanya duduk dan menunggu kehancuran dengan pasif, mempertahankan kebodohanmu dan tidak melakukan apa pun. Dengan cara seperti ini, bagaimana engkau bisa dianggap sebagai seseorang yang mengikuti jejak langkah sang Anak Domba? Bagaimana engkau bisa menyatakan bahwa Tuhan yang engkau yakini dengan teguh adalah Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah usang? Bagaimana tulisan dalam buku- bukumu yang mulai menguning termakan usia bisa membimbingmu menuju zaman baru? Bagaimana buku-buku itu bisa menuntunmu mencari jejak langkah pekerjaan Tuhan? Bagaimana buku-buku itu bisa membawamu ke surga? Yang engkau pegang di tanganmu adalah pesan tertulis yang hanya bisa memberikan hiburan sementara, bukan kebenaran yang bisa memberikan kehidupan. Firman yang engkau baca hanya dapat memperkaya lidahmu, bukan kata-kata hikmat yang bisa membantumu memahami kehidupan manusia, apalagi jalan yang bisa menuntunmu menuju kesempurnaan. Apakah perbedaan ini tidak memberimu alasan untuk merenung? Bukankah ini membantumu memahami misteri yang terdapat di dalamnya? Mampukah engkau membawa dirimu ke surga untuk bertemu Tuhan dengan caramu sendiri? Tanpa kedatangan Tuhan, bisakah engkau sekalian membawa dirimu ke surga untuk menikmati kebahagiaan keluarga bersama Tuhan? Apakah sekarang engkau sekalian masih bermimpi? Jika demikian, Aku menyarankan agar engkau sekalian berhenti bermimpi, dan menyaksikan siapa yang sedang bekerja, melihat siapa yang sedang melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia pada akhir zaman. Kalau engkau sekalian tidak melakukan itu, engkau tidak akan bisa menemukan kebenaran, dan tidak akan memperoleh kehidupan.

Mereka yang berharap memperoleh kehidupan tanpa mengandalkan kebenaran yang diucapkan oleh Kristus adalah orang-orang paling konyol di bumi, dan mereka yang tidak menerima jalan kehidupan yang diberikan oleh Kristus hanyut dalam fantasi. Maka Aku mengatakan bahwa orang-orang yang tidak menerima Kristus akhir zaman selamanya akan dibenci Tuhan. Kristus adalah pintu gerbang manusia menuju kerajaan pada akhir zaman, yang tidak bisa dilewati siapa pun. Tidak seorang pun akan disempurnakan oleh Tuhan kecuali melalui Kristus. Engkau sekalian percaya kepada Tuhan, karena itu, engkau harus menerima firman-Nya dan mematuhi jalan-Nya. Engkau sekalian berpikir memperoleh berkat tanpa menerima kebenaran, atau menerima bekal kehidupan. Kristus datang pada akhir zaman agar semua yang sungguh percaya kepada-Nya akan menerima kehidupan. Pekerjaan-Nya adalah untuk mengakhiri zaman lama dan memasuki zaman yang baru, dan inilah jalan yang harus ditempuh oleh semua orang yang ingin memasuki zaman baru. Kalau engkau sekalian tidak bisa mengakui-Nya, malah mengutuk, menghujat, atau bahkan menganiaya Dia, engkau sekalian akan dibakar dalam keabadian, dan tidak akan pernah memasuki kerajaan Tuhan" ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus di akhir zaman, memberi jalan kehidupan kekal yang sejati kepada manusia. Tuhan Yang Mahakuasa adalah Kristus yang menampakkan diri di akhir zaman. Dialah gerbang bagi manusia ke Kerajaan Surga. Tidak ada yang bisa memintas jalan. Kita harus menerima kebenaran yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa untuk beroleh hidup, menjadi orang-orang yang mengikuti kehendak Tuhan, memperoleh keselamatan dari Tuhan di akhir zaman, dan dibawa masuk ke Kerajaan Surga. Seperti yang tertulis dalam surat 1 Petrus: "Yang dijaga oleh kuasa Tuhan oleh iman kepada keselamatan yang siap untuk dinyatakan pada akhir zaman" (1 Petrus 1:5).

Kita bertahun-tahun percaya kepada Tuhan dan selalu berharap bisa memasuki Kerajaan Surga. Walau kita tahu Tuhan Yesus mengatakan hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa Surgawi yang bisa masuk Kerajaan Surga, tidak ada yang sungguh mengerti maksud-Nya. Hanya kebenaran yang diungkapkan oleh Kristus di akhir zaman—Tuhan Yang Mahakuasa menunjukkan jalan ke Kerajaan Surga bagi kita, menjelaskan kehendak Bapa Surgawi, dan membukakan segala rahasia bagi kita. Dia membuat kita memahami banyak kebenaran dan memungkinkan kita melihat sasaran yang lebih realistis dan akurat untuk dituju. Saudara-saudari, Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran; inilah suara Tuhan, ungkapan Roh Kudus. Karena kasih karunia Tuhanlah kita diberi kesempatan untuk menerima jalan kehidupan kekal dari Tuhan Yang Mahakuasa hari ini. Ini berkat!

Dikutip dari naskah film "Kenangan Menyakitkan"

Tinggalkan komentar