Berlangganan

Menu

Firman Tuhan Hari Ini - "Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan" - Kutipan 146 Firman Tuhan Hari Ini - "Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan" - Kutipan 146
00:00/ 00:00

Firman Tuhan Hari Ini - "Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan" - Kutipan 146

00:00
00:00

Mengenal pekerjaan Tuhan bukanlah hal yang mudah: engkau harus memiliki standar dan tujuan dalam pencarian engkau, engkau harus mengetahui cara untuk mencari jalan yang benar, dan bagaimana menilai apakah itu adalah jalan yang benar atau tidak, dan apakah itu adalah pekerjaan Tuhan atau bukan. Apakah prinsip yang paling mendasar dalam mencari jalan yang benar? Engkau harus melihat apakah ada pekerjaan Roh Kudus atau tidak, apakah perkataan itu adalah ungkapan kebenaran atau tidak, untuk siapa kesaksian itu diberikan, dan apa manfaatnya bagi engkau. Membedakan antara jalan yang benar dan jalan yang salah memerlukan beberapa aspek pengetahuan dasar, dan yang paling fundamental adalah mengetahui apakah ada pekerjaan Roh Kudus atau tidak. Karena substansi dari iman manusia kepada Tuhan adalah iman kepada Roh Tuhan, dan bahkan imannya kepada Tuhan yang berinkarnasi adalah karena daging ini merupakan perwujudan dari Roh Tuhan, yang berarti bahwa iman tersebut tetap merupakan iman terhadap Roh. Ada perbedaan antara Roh dan daging, tetapi karena daging ini berasal dari Roh, dan merupakan Firman yang menjadi manusia, maka apa yang manusia percayai itu tetaplah merupakan substansi yang melekat pada Tuhan. Jadi, dalam membedakan apakah itu adalah jalan yang benar atau tidak, yang terpenting adalah engkau harus melihat apakah ada pekerjaan Roh Kudus atau tidak, setelah itu engkau harus melihat apakah ada kebenaran dalam jalan ini atau tidak. Kebenaran ini adalah watak kehidupan dari kemanusiaan yang normal, yakni, apa yang dikehendaki Tuhan dari manusia ketika Tuhan menciptakannya pada mulanya, yaitu, semua kemanusiaan yang normal (termasuk akal budi manusia, wawasan, hikmat, dan pengetahuan dasar tentang menjadi manusia). Artinya, engkau perlu melihat apakah jalan ini membawa manusia ke dalam kehidupan kemanusiaan yang normal, terlepas dari apakah kebenaran yang dibicarakan itu diperlukan berdasarkan realitas kemanusiaan yang normal, apakah kebenaran itu praktis dan nyata, dan apakah itu terjadi pada waktu yang tepat. Jika ada kebenaran, maka kebenaran itu akan mampu membawa manusia ke dalam pengalaman yang normal dan nyata; selanjutnya manusia akan menjadi semakin normal, akal budi manusia akan menjadi semakin sempurna, kehidupan manusia dalam daging dan kehidupan spiritual manusia akan menjadi semakin tertata, dan emosi manusia akan menjadi semakin normal. Ini adalah prinsip yang kedua. Ada satu prinsip lainnya lagi, yaitu apakah seseorang memiliki pengetahuan yang bertambah tentang Tuhan, terlepas dari apakah mengalami pekerjaan dan kebenaran semacam itu dapat mengobarkan kasih Tuhan di dalam dirinya, dan membuatnya semakin dekat kepada Tuhan. Dengan cara ini kita dapat menilai apakah ini adalah jalan yang benar atau tidak. Yang paling mendasar adalah apakah jalan ini realistis dan bukan supranatural, dan apakah jalan ini mampu memberikan kehidupan kepada manusia atau tidak. Jika sesuai dengan prinsip-prinsip ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa jalan ini adalah jalan yang benar. Aku mengucapkan kata-kata ini bukan untuk membuat engkau semua menerima jalan-jalan yang lain dalam pengalaman masa depan engkau semua, atau sebagai prediksi bahwa akan ada pekerjaan dari zaman baru lainnya di masa depan. Aku mengatakannya supaya engkau semua merasa yakin bahwa jalan engkau semua sekarang ini adalah jalan yang benar, sehingga engkau semua tidak hanya setengah yakin dalam iman engkau semua terhadap pekerjaan Tuhan pada masa kini dan tidak dapat memperoleh wawasan tentang hal itu. Bahkan ada banyak orang yang, meskipun sudah merasa yakin, masih mengikut Tuhan dengan perasaan bimbang; keyakinan semacam itu tidak memiliki prinsip, dan cepat atau lambat pasti akan lenyap. Bahkan mereka yang sangat bersemangat dalam mengikut Tuhan tidak sepenuhnya yakin, yang menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki landasan. Karena kemampuan engkau semua terlalu rendah dan landasan engkau terlalu dangkal, engkau tidak memiliki pemahaman tentang perbedaan ini. Tuhan tidak mengulangi pekerjaan-Nya, Dia tidak melakukan pekerjaan yang tidak realistis, Dia tidak menuntut manusia secara berlebihan, dan Dia tidak melakukan pekerjaan yang berada di luar pengertian manusia. Semua pekerjaan yang Dia lakukan berada dalam lingkup pengertian normal manusia, dan tidak berada di luar rasa kemanusiaan yang normal, dan pekerjaan-Nya sesuai dengan kebutuhan normal manusia. Jika itu adalah pekerjaan Roh Kudus, manusia akan menjadi semakin normal, dan kemanusiaannya menjadi semakin normal. Manusia memiliki pengetahuan yang semakin bertambah mengenai karakternya, yang telah dirusak oleh Iblis, dan mengenai hakikat manusia, dan ia memiliki kerinduan yang bahkan semakin besar akan kebenaran. Lebih tepatnya, kehidupan manusia tumbuh dan berkembang, dan karakter manusia yang jahat menjadi semakin mampu mengalami perubahan—kesemuanya ini berarti Tuhan menjadi kehidupan manusia. Jika sebuah jalan tidak mampu mengungkapkan hal-hal yang menjadi hakikat manusia, tidak mampu mengubah karakter manusia, dan, terlebih lagi, tidak mampu membawanya ke hadapan Tuhan atau memberinya pemahaman yang benar tentang Tuhan, dan bahkan menyebabkan kemanusiaannya menjadi semakin rendah dan pengertiannya semakin tidak normal, maka jalan ini pastilah bukan jalan yang benar, dan mungkin ini adalah pekerjaan roh jahat, atau jalan yang lama. Singkatnya, ini tidak mungkin pekerjaan Roh Kudus saat ini. Kalian telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, namun engkau semua tidak memiliki hati nurani tentang prinsip-prinsip untuk membedakan antara jalan yang benar dan jalan yang salah atau untuk mencari jalan yang benar. Kebanyakan orang bahkan tidak tertarik dengan masalah ini; mereka hanya mengikuti pendapat orang banyak, dan mengulangi apa yang dikatakan sebagian besar orang. Bagaimana dengan orang yang mencari jalan yang benar? Dan bagaimana orang semacam itu bisa menemukan jalan yang benar? Jika engkau memahami beberapa prinsip utama ini, maka apapun yang terjadi engkau tidak akan tertipu. Pada masa kini, sangat penting jika manusia dapat membedakan; inilah yang harus dimiliki oleh kemanusiaan yang normal, dan harus dimiliki manusia dalam pengalamannya. Jika, sampai hari ini, manusia masih belum dapat membedakan apa pun dalam mengikut Tuhan, dan akal budinya masih belum berkembang, maka ia amatlah bodoh, dan pencariannya akan kebenaran salah dan menyimpang. Tidak ada sedikit pun perbedaan dalam pencarian engkau sekarang ini, dan meskipun benar, seperti yang engkau katakan, engkau telah menemukan jalan yang benar, apakah engkau benar-benar telah mendapatkannya? Apakah engkau sudah mampu membedakan apapun? Apa hakikat dari jalan yang benar? Jika di jalan itu, engkau belum memperoleh jalan yang benar, engkau belum memperoleh kebenaran apa pun, artinya engkau belum mencapai apa yang Tuhan kehendaki dari engkau, dan karenanya tidak ada perubahan dalam sikap engkau yang jahat. Jika engkau terus mencari Tuhan dengan cara ini, pada akhirnya engkau akan binasa. Setelah mengikut Tuhan sampai pada hari ini, engkau seharusnya yakin bahwa jalan yang engkau ambil adalah jalan yang benar, dan seharusnya tidak memiliki keraguan lagi. Banyak orang selalu merasa bimbang dan berhenti mencari kebenaran karena beberapa masalah kecil. Orang-orang semacam itu adalah mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan, mereka adalah orang-orang yang mengikut Tuhan dalam kebimbangan. Orang-orang yang tidak mengetahui pekerjaan Tuhan tidak dapat menjadi sahabat karib-Nya, atau memberikan kesaksian tentang Dia. Aku menasihatkan mereka yang hanya mengharapkan berkat dan mengejar apa yang tidak jelas dan abstrak untuk mencari kebenaran sesegera mungkin, agar kehidupan mereka mempunyai arti. Janganlah membodohi diri engkau semua lagi!

Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tinggalkan komentar