Berlangganan

Menu

Firman Tuhan Hari Ini - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 102 Firman Tuhan Hari Ini - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 102
00:00/ 00:00

Firman Tuhan Hari Ini - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 102

00:00
00:00

Inkarnasi Tuhan yang pertama tidak menyelesaikan pekerjaan inkarnasi. Ia hanya menyelesaikan langkah pertama dari pekerjaan yang perlu Tuhan lakukan dalam daging. Jadi, untuk menyelesaikan pekerjaan inkarnasi, Tuhan telah kembali lagi menjadi daging sekali lagi, menjalani semua kenormalan dan kenyataan daging, yaitu menjadikan Firman Tuhan terwujud dalam daging yang sepenuhnya normal dan biasa, dan dengan demikian menyelesaikan pekerjaan yang belum Ia selesaikan dalam daging. Daging inkarnasi yang kedua serupa dengan yang pertama secara hakikat, namun jauh lebih nyata, jauh lebih normal daripada yang pertama. Sebagai konsekuensinya, penderitaan yang ditanggung oleh daging inkarnasi yang kedua lebih besar daripada yang pertama, tetapi penderitaan ini adalah akibat dari pelayanan-Nya dalam daging, yang berbeda dari penderitaan manusia yang rusak. Penderitaan juga berasal dari kenormalan dan kenyataan dari daging-Nya. Karena Ia melakukan pelayanan-Nya dalam daging yang benar-benar normal dan nyata, daging itu harus menanggung banyak kesukaran. Semakin normal dan nyata daging ini, semakin banyak Ia akan menderita dalam melakukan pelayanan-Nya. Tuhan bekerja dalam daging yang sangat biasa, daging yang sama sekali tidak supernatural. Karena daging-Nya itu normal dan harus memikul juga pekerjaan menyelamatkan manusia, Ia menderita dalam ukuran yang jauh lebih besar daripada yang ditanggung oleh daging yang supernatural—semua penderitaan ini berasal dari kenyataan dan kenormalan daging-Nya. Dari penderitaan yang telah dialami oleh kedua daging inkarnasi ketika melakukan pelayanan Mereka, manusia dapat melihat hakikat dari daging inkarnasi. Semakin normal daging, semakin besar kesukaran yang harus Ia tanggung ketika melakukan pekerjaan. Semakin nyata daging yang melakukan pekerjaan, semakin keras gagasan yang orang miliki, dan semakin besar bahaya yang akan menimpa-Nya. Namun, semakin nyata daging, dan semakin daging memiliki kebutuhan dan nalar lengkap seorang manusia normal, semakin mampu Dia melakukan pekerjaan Tuhan dalam daging. Daging Yesus-lah yang dipakukan di kayu salib. Daging-Nya-lah yang Ia korbankan sebagai korban penghapus dosa. Melalui daging dengan kemanusiaan yang normal-lah Ia mengalahkan Iblis dan sepenuhnya menyelamatkan manusia dari salib. Dan, sebagai daging sepenuhnya, inkarnasi Tuhan yang kedua melakukan pekerjaan penaklukan dan mengalahkan Iblis. Hanya daging yang sepenuhnya normal dan nyata yang dapat melakukan pekerjaan penaklukan secara menyeluruh serta menghasilkan kesaksian yang kuat. Artinya, pekerjaan menaklukkan manusia dijadikan efektif melalui kenyataan dan kenormalan Tuhan dalam daging, bukan melalui mukjizat dan penyingkapan yang supernatural. Pelayanan Tuhan yang berinkarnasi ini adalah berfirman, dan melaluinya, Ia menaklukkan dan menyempurnakan manusia. Dengan kata lain, pekerjaan Roh diwujudkan dalam daging, tugas daging adalah berfirman dan dengan demikian menaklukkan, menyatakan, menyempurnakan, dan menghapuskan manusia sepenuhnya. Jadi, melalui pekerjaan penaklukanlah pekerjaan Tuhan dalam daging akan diselesaikan sepenuhnya. Pekerjaan awal penebusan hanyalah permulaan dari pekerjaan inkarnasi. Daging yang melakukan pekerjaan penaklukan akan menyelesaikan seluruh pekerjaan inkarnasi. Secara gender, yang seorang adalah laki-laki dan yang lain adalah perempuan. Dalam hal ini, makna inkarnasi Tuhan telah lengkap. Ini menghalau gagasan manusia yang salah tentang Tuhan: Tuhan dapat menjadi laki-laki dan perempuan, dan Tuhan yang berinkarnasi pada hakikatnya tidak bergender. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, dan Ia tidak membedakan antara jenis kelamin. Pada tahap pekerjaan ini, Tuhan tidak melakukan tanda-tanda dan mukjizat, sehingga pekerjaan akan mencapai hasil dengan menggunakan sarana firman. Selain itu, kali ini pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi bukanlah untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, tetapi untuk menaklukkan manusia dengan cara berfirman, bisa dikatakan kemampuan asli daging inkarnasi Tuhan adalah mengucapkan firman dan menaklukkan manusia, bukan menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Pekerjaan-Nya dalam kemanusiaan-Nya yang normal bukan untuk melakukan mukjizat, bukan untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, tetapi untuk berfirman, dan dengan demikian, bagi orang-orang, daging inkarnasi yang kedua tampak jauh lebih normal daripada yang pertama. Orang melihat bahwa inkarnasi Tuhan bukan dusta. Namun, inkarnasi Tuhan ini berbeda dari Yesus yang berinkarnasi, dan meskipun Mereka keduanya adalah Tuhan yang berinkarnasi, Mereka tidak sepenuhnya sama. Yesus memiliki kemanusiaan yang normal, kemanusiaan biasa, tetapi Ia disertai dengan banyak tanda dan mukjizat. Dalam inkarnasi Tuhan ini, mata manusia tidak akan menyaksikan tanda-tanda atau mukjizat, penyembuhan orang sakit, pengusiran setan, berjalan di atas air, ataupun puasa selama empat puluh hari … Ia tidak melakukan pekerjaan yang sama dengan yang Yesus lakukan, bukan karena daging-Nya secara hakikat berbeda dengan daging Yesus, tetapi karena pelayanan-Nya bukanlah untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Ia tidak meruntuhkan pekerjaan-Nya sendiri, tidak mengganggu pekerjaan-Nya sendiri. Karena Ia menaklukkan manusia melalui firman-Nya yang nyata, tidak perlu menundukkannya dengan mukjizat, dan dengan demikian, tahap ini adalah untuk menyelesaikan pekerjaan inkarnasi. Inkarnasi Tuhan yang engkau lihat di masa sekarang adalah daging sepenuhnya, dan tidak ada yang supernatural mengenai diri-Nya. Ia bisa sakit seperti orang lain, membutuhkan makanan dan pakaian seperti orang lain, karena sepenuhnya daging. Jika kali ini, Tuhan yang berinkarnasi melakukan tanda-tanda dan mukjizat supernatural, jika Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, atau dapat membunuh hanya dengan satu kata, bagaimana bisa pekerjaan penaklukan dilaksanakan? Bagaimana bisa pekerjaan itu disebarkan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi? Menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan adalah pekerjaan di Zaman Kasih Karunia, merupakan langkah pertama dalam pekerjaan penebusan, dan sekarang setelah Tuhan menyelamatkan manusia dari salib, Ia tidak lagi melakukan pekerjaan tersebut. Jika di akhir zaman, sosok “Tuhan” yang sama seperti Yesus muncul, sosok yang menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan disalibkan bagi manusia, maka “Tuhan” itu, yang meskipun identik dengan gambaran Tuhan di Alkitab dan mudah diterima oleh manusia, pada hakikatnya, bukanlah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan, melainkan oleh roh jahat. Karena prinsip pekerjaan Tuhan adalah tidak pernah mengulangi apa yang telah Ia selesaikan. Jadi, pekerjaan inkarnasi Tuhan yang kedua berbeda dari pekerjaan inkarnasi yang pertama. Di akhir zaman, Tuhan mewujudkan pekerjaan penaklukan dalam daging yang normal, yang biasa. Ia tidak menyembuhkan orang sakit, tidak akan disalibkan bagi manusia, tetapi hanya mengucapkan firman dalam daging, menaklukkan manusia dalam daging. Hanya daging seperti itu merupakan daging inkarnasi Tuhan. Hanya daging seperti itu yang dapat menyelesaikan pekerjaan Tuhan dalam daging.

Dikutip dari “Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan”