Berlangganan

Menu

Firman Tuhan Hari Ini - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 101 Firman Tuhan Hari Ini - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 101
00:00/ 00:00

Firman Tuhan Hari Ini - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 101

00:00
00:00

Sebelum Yesus melakukan pekerjaan-Nya, Ia hanya hidup dalam kemanusiaan-Nya yang normal. Tidak ada yang dapat mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan, tidak ada yang mengetahui bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi. Orang hanya mengenal Dia sebagai manusia biasa sepenuhnya. Kemanusiaan-Nya yang benar-benar biasa dan normal adalah bukti bahwa Tuhan berinkarnasi dalam daging dan bahwa Zaman Kasih Karunia adalah zaman pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, bukan zaman pekerjaan Roh. Itu adalah bukti bahwa Roh Tuhan diwujudkan sepenuhnya dalam daging, bahwa di zaman inkarnasi Tuhan, daging-Nya melakukan semua pekerjaan Roh. Kristus dengan kemanusiaan-Nya yang normal adalah daging tempat Roh diwujudkan, yang memiliki kemanusiaan yang normal, akal sehat, serta pikiran manusia. "Diwujudkan" artinya Tuhan menjadi manusia, Roh menjadi daging; atau secara gamblang, artinya adalah ketika Tuhan sendiri mendiami daging dengan kemanusiaan yang normal, dan melalui itu Ia mengekspresikan pekerjaan ilahi-Nya—inilah yang dimaksud dengan diwujudkan, atau berinkarnasi. Selama inkarnasi-Nya yang pertama, adalah perlu bagi Tuhan untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat oleh karena pekerjaan-Nya adalah untuk menebus. Untuk menebus seluruh umat manusia, Ia perlu berbelas kasihan dan mengampuni. Pekerjaan yang Ia lakukan sebelum disalibkan adalah menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, yang menandakan penyelamatan-Nya atas manusia dari dosa dan kenajisan. Karena zaman itu adalah Zaman Kasih Karunia, perlu bagi-Nya untuk menyembuhkan orang sakit, dan dengan demikian menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat, yang mewakili kasih karunia di zaman itu; karena Zaman Kasih Karunia berpusat di sekitar penganugerahan kasih karunia, yang dilambangkan dengan damai sejahtera, sukacita, dan berkat-berkat materi, semuanya merupakan tanda iman manusia kepada Yesus. Artinya, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan menganugerahkan kasih karunia merupakan kemampuan naluriah daging Yesus di Zaman Kasih Karunia. Semua itu adalah pekerjaan Roh yang diwujudkan dalam daging. Akan tetapi, ketika Ia melakukan pekerjaan itu, Ia hidup dalam daging, Ia tidak melampaui daging. Apa pun tindakan penyembuhan yang Ia lakukan, Ia tetap memiliki kemanusiaan yang normal, tetap menjalani kehidupan manusia normal. Alasan Aku mengatakan bahwa selama zaman inkarnasi Tuhan, daging melakukan semua pekerjaan Roh adalah bahwa apa pun pekerjaan yang Ia lakukan, Ia melakukannya dalam daging. Namun oleh karena pekerjaan-Nya, orang tidak menganggap daging-Nya memiliki hakikat jasmaniah sepenuhnya, karena daging ini dapat melakukan keajaiban, dan di waktu-waktu tertentu dapat melakukan hal-hal yang melampaui daging. Tentu saja, semua kejadian ini terjadi setelah Ia memulai pelayanan-Nya, seperti ketika Ia diuji selama empat puluh hari atau ketika Ia berubah rupa di atas gunung. Jadi, sehubungan dengan Yesus, makna inkarnasi Tuhan tidak lengkap, melainkan hanya digenapi sebagian saja. Kehidupan yang Ia jalani dalam daging sebelum memulai pekerjaan-Nya sepenuhnya normal dalam segala hal. Setelah memulai pekerjaan-Nya, Ia mempertahankan kulit luar daging-Nya. Karena pekerjaan-Nya merupakan ungkapan keilahian, yang melebihi fungsi normal daging. Bagaimanapun, daging inkarnasi Tuhan berbeda dari manusia dengan darah dan daging. Tentu saja, dalam kehidupan-Nya sehari-hari, Ia membutuhkan makanan, pakaian, tidur, dan tempat berlindung, sama seperti orang lain. Ia memerlukan semua kebutuhan normal, bernalar dan berpikir layaknya manusia normal. Orang-orang tetap menganggap-Nya manusia normal, kecuali bahwa pekerjaan yang Ia lakukan adalah pekerjaan manusia super. Sesungguhnya, apa pun yang Ia lakukan, Ia hidup dalam kemanusiaan yang biasa dan normal, dan sejauh Ia melakukan pekerjaan-Nya, nalar-Nya sangat normal, pikiran-Nya sangat jernih, lebih dari manusia normal lainnya. Perlu bagi Tuhan yang berinkarnasi untuk berpikir dan bernalar seperti ini, karena pekerjaan ilahi perlu diungkapkan oleh daging yang penalarannya sangat normal dan pikirannya sangat jernih—hanya dengan cara demikian, daging-Nya dapat mengungkapkan pekerjaan ilahi. Di sepanjang tiga puluh tiga setengah tahun Yesus hidup di bumi, Ia mempertahankan kemanusiaan-Nya yang normal, namun oleh karena pekerjaan-Nya yang dilakukan selama tiga setengah tahun pelayanan-Nya, orang menganggap-Nya sangat transenden, bahwa Ia jauh lebih supernatural dibandingkan sebelumnya. Pada kenyataannya, kemanusiaan Yesus yang normal tetap tidak berubah sebelum dan sesudah Ia memulai pelayanan-Nya; kemanusiaan-Nya sama selama itu, namun karena perbedaan sebelum dan sesudah Ia memulai pelayanan-Nya, dua pandangan yang berbeda mengenai daging-Nya pun muncul. Tak peduli, apa pun yang orang pikirkan, Tuhan yang berinkarnasi mempertahankan kemanusiaan-Nya yang asli dan normal sepanjang waktu, karena sejak Tuhan berinkarnasi, Ia hidup di dalam daging, daging yang memiliki kemanusiaan yang normal. Terlepas apakah Ia sedang melakukan pelayanan-Nya atau tidak, kemanusiaan normal dari daging-Nya tidak dapat dihapuskan, karena kemanusiaan adalah hakikat dasar dari daging. Sebelum Yesus melakukan pelayanan-Nya, daging-Nya tetap sepenuhnya normal, melakukan segala macam aktivitas manusia biasa. Ia tidak menampakkan sedikit pun hal supernatural, tidak melakukan tanda ajaib apa pun. Pada waktu itu, Ia benar-benar manusia biasa yang menyembah Tuhan, meskipun pengejaran-Nya lebih jujur, lebih tulus daripada siapa pun. Seperti inilah bagaimana kemanusiaan-Nya yang benar-benar normal terwujud. Karena Ia sama sekali tidak bekerja sebelum menerima pelayanan-Nya, tak seorang pun menyadari identitas-Nya, tak seorang pun dapat mengatakan bahwa daging-Nya berbeda dari semua orang lain, karena Ia tidak mengerjakan satu pun mukjizat, tidak melakukan sedikit pun pekerjaan Tuhan itu sendiri. Namun setelah mulai melakukan pelayanan-Nya, Ia tetap mempertahankan kulit luar kemanusiaan-Nya yang normal dan tetap hidup dengan nalar manusia normal. Namun, karena Ia telah mulai melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri, menerima pelayanan Kristus dan melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia fana, manusia dengan darah dan daging, maka orang-orang pun berasumsi bahwa Ia tidak memiliki kemanusiaan yang normal dan bahwa Ia bukanlah daging yang sepenuhnya normal, melainkan daging yang tidak lengkap. Oleh karena pekerjaan yang Ia lakukan, orang mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan dalam rupa daging yang tidak memiliki kemanusiaan yang normal. Ini adalah pemahaman yang keliru, karena orang tidak memahami makna penting dari inkarnasi Tuhan. Kesalahpahaman ini muncul dari fakta bahwa pekerjaan yang Tuhan ungkapkan dalam daging adalah pekerjaan ilahi, yang diungkapkan dalam daging yang memiliki kemanusiaan normal. Tuhan mengenakan daging, Ia berdiam di dalam daging, dan pekerjaan-Nya di dalam kemanusiaan-Nya telah mengaburkan kemanusiaan-Nya yang normal. Karena alasan inilah orang percaya bahwa Tuhan tidak memiliki kemanusiaan.

Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan Editor

Alkitab berkata: "Manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman Tuhan" (Lukas 4:4). Firman Tuhan adalah panduan bagi hidup kita dan makanan rohani kita. Tidak ada yang lebih penting dari firman Tuhan. Inginkah saudara-saudari membaca lebih banyak firman Tuhan dan memahami lebih banyak kebenaran? Silakan mengklik kolom Firman Tuhan Hari Ini. Selama Anda berkomitmen untuk firman Tuhan setiap hari, kehidupan rohani Anda pasti akan bertumbuh cepat.

Tinggalkan komentar