Berlangganan

Menu

Apakah Tuhan Benar-Benar Datang Kembali di Atas Awan?

Kita sedang melihat bencana terjadi silih berganti, dan pandemi sedang melanda dunia. Orang percaya telah sangat menantikan Tuhan untuk datang kembali di atas awan dan mengangkat mereka ke langit, untuk menyelamatkan mereka dari dunia yang gelap ini dan dari bencana, dan untuk membawa mereka ke dalam kerajaan surga. Mereka telah menatap ke langit dan berdoa tanpa henti, menantikan untuk melihat Tuhan di atas awan, terus menantikan tanpa henti, takut Tuhan akan datang dan mereka akan jatuh ke dalam bencana. Namun, mereka merasa kecewa karena melihat bahwa bencana telah datang, tetapi mereka masih belum menyambut Tuhan Yesus turun dari langit. Banyak orang yang bertanya-tanya, apakah Tuhan Yesus benar-benar akan datang. Ada yang merasa gelisah, berpikir bahwa mungkin mereka telah dilemparkan ke dalam bencana oleh Tuhan. Merasa tidak berdaya, banyak pendeta mengubah cerita mereka, mengatakan bahwa Tuhan akan datang selama atau setelah bencana. Beberapa orang bahkan berani mengeklaim bahwa Tuhan akan datang pada tahun 2028 atau tahun 2030. Penafsiran Kitab Suci ini bisa membuat orang percaya jatuh ke dalam bencana, tetapi dengan perasaan yakin bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, selama apa pun mereka telah beriman atau sekeras apa pun mereka telah bekerja, mereka belum menyambut Tuhan. Kita dapat membayangkan betapa sulitnya hal ini. Orang-orang beriman semua tahu apa yang Alkitab katakan, dan bahwa jatuh ke dalam bencana, meratap dan menggertakkan gigi adalah tanda kehinaan, sedangkan keberhasilan atau kegagalan dalam iman ditentukan dengan menyambut Tuhan sebelum bencana. Lalu, mengapa orang-orang di dunia keagamaan belum menyambut Tuhan, tetapi telah jatuh ke dalam bencana? Mungkinkah Tuhan tidak setia, itulah sebabnya Dia masih belum menampakkan diri? Sama sekali tidak. Kegagalan dunia keagamaan menyambut Tuhan bukan berarti Dia belum datang kembali. Sebenarnya, Dia sudah lama datang kembali dalam daging, menampakkan diri dan bekerja sebagai Anak manusia. Banyak orang dari semua denominasi telah mendengar suara Tuhan dan menyambut Tuhan. Namun, orang dalam dunia keagamaan yang berpegang teguh pada gagasan bahwa Dia datang di atas awan itu belum menyambut Tuhan. Pada tahun 1991, Kilat dari Timur mulai memberi kesaksian tentang penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Itulah kesaksian mereka selama tiga dekade penuh. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan firman dan orang-orang dari semua denominasi yang mencintai kebenaran telah membaca firman-Nya, mengenalinya sebagai kebenaran murni, menyadari bahwa mereka sedang mendengar suara Tuhan, dan datang ke hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, menyambut Tuhan. Kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa telah sejak lama dipublikasikan secara online, bersinar dari Timur ke Barat seperti terang besar, menerangi seluruh dunia, yang sepenuhnya menggenapi firman Tuhan Yesus: "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" (Matius 24:27). Penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa telah mengguncangkan seluruh dunia, sementara kekuatan antikristus dunia keagamaan telah menghakimi, mengutuk, dan menentang Kilat dari Timur bahkan tanpa menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan. Satu-satunya dasar mereka adalah bahwa setiap Tuhan Yesus yang tidak datang di atas awan adalah palsu, dan Tuhan yang berinkarnasi pasti adalah Kristus palsu. Kita semua bisa melihat bahwa dunia keagamaan tidak menyambut Tuhan, tetapi telah jatuh ke dalam bencana sepenuhnya karena mereka belum mengikuti nubuat Tuhan Yesus untuk menyambut Dia, tetapi telah mengikuti gagasan mereka sendiri, dengan sewenang-wenang memutuskan bahwa Tuhan harus datang kembali di atas awan. Mereka merindukan Tuhan untuk datang dan langsung mengangkat mereka ke dalam kerajaan surga tanpa menerapkan firman Tuhan. Melakukan kesalahan yang mengerikan dalam hal yang sama pentingnya dengan menyambut Tuhan berarti kehilangan kesempatan untuk diangkat, dan mereka akhirnya akan jatuh ke dalam bencana, meratap, dan menggertakkan gigi. Ini menggenapi firman Tuhan: "Umat-Ku hancur karena kurangnya pengetahuan" (Hosea 4:6).

Untuk mengetahui apakah Tuhan Yesus datang di atas awan atau tidak atau apakah Dia menampakkan diri untuk bekerja sebagai Anak Manusia yang berinkarnasi atau tidak, kita harus terlebih dahulu tenang dan merenungkan dengan serius beberapa nubuat Tuhan Yesus tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, dan mungkin mendapati diri kita sangat dicerahkan. Mari kita lihat beberapa ayat. "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" (Matius 24:27). "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" (Lukas 17:24-25). "Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga" (Matius 24:44). "Sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia" (Matius 24:37). "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6). "Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu" (Wahyu 3:3). "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri" (Wahyu 16:15). "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). Jika kita merenungkan ayat-ayat ini dengan saksama, tidak sulit untuk menyadari bahwa nubuat Tuhan tentang kedatangan-Nya kembali selalu menyebut "Anak Manusia", "kedatangan Anak Manusia", "Anak Manusia datang", "Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba", "Sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia". Tuhan Yesus mengatakan "kedatangan Anak Manusia" berkali-kali, yang sangat penting bagi kita untuk menyambut Tuhan pada akhir zaman. Jadi, mengacu pada siapakah "Anak Manusia"? Ini pasti mengacu pada Roh Tuhan yang mengenakan daging sebagai Anak Manusia. Ini sepenuhnya mengacu pada inkarnasi Tuhan. Tuhan juga mengatakan berkali-kali Dia akan datang kembali "bagaikan pencuri". Jadi, apa arti "bagaikan pencuri" ini? Ini berarti Tuhan datang dengan diam-diam, secara rahasia—ketika orang tidak mengetahuinya, Tuhan menjadi daging sebagai Anak manusia, secara diam-diam turun untuk berfirman dan bekerja. Kita dapat yakin bahwa kedatangan Tuhan pada akhir zaman adalah sebagai Anak Manusia, dan itu terjadi sebelum bencana, yaitu, ketika dunia berada pada titik tergelapnya. "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6). Kilat dari Timur telah bersaksi tentang Tuhan Yang Mahakuasa sejak tahun 1991, sampai sekarang pada tahun 2021, dan selama 30 tahun ini, mereka telah mengalami penindasan, penangkapan, dan penganiayaan secara gila-gilaan oleh PKT. PKT bahkan telah menggunakan mesin propaganda nasionalnya, menyebarkan nama "Tuhan Yang Mahakuasa" yang diberitakan Kilat dari Timur ke seluruh dunia, menjadikannya terkenal sehingga semua orang familier dengannya. Ini menggenapi nubuat Tuhan Yesus: "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" (Lukas 17:24-25). Setelah Kilat dari Timur memberikan kesaksian tentang Tuhan Yang Mahakuasa selama bertahun-tahun, orang-orang dari semua denominasi yang mencintai kebenaran membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan mengenalinya sebagai kebenaran, sebagai perkataan Roh Kudus kepada gereja-gereja. Mereka mendengar suara Tuhan, dan dengan sukacita menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka adalah gadis bijaksana yang telah diangkat ke hadapan takhta Tuhan dan sedang menghadiri perjamuan Tuhan. Bahkan ada banyak orang yang dahulu menghakimi dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa, yang kemudian membaca firman-Nya dan akhirnya mendengar suara Tuhan dan datang ke hadapan Tuhan. Mereka kemudian diliputi rasa penyesalan karena telah menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa. Gadis bijaksana yang menghadiri perjamuan kawin Anak Domba ini sedang bersaksi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah penampakan, kedatangan Anak manusia pada akhir zaman. Namun, mereka yang berpegang teguh pada Kitab Suci secara harfiah, yang menolak untuk menerima selain Tuhan yang datang di atas awan adalah gadis bodoh yang jatuh ke dalam bencana. Mereka hanya bisa menanti untuk melihat Tuhan Yesus menampakkan diri di atas awan setelah malapetaka besar. Alasan utama orang-orang ini tidak mau menyambut Tuhan adalah mereka hanya memercayai nubuat Alkitab dari manusia, tetapi tidak memercayai nubuat dari mulut Tuhan Yesus sendiri. Mereka hanya mau menerima Tuhan datang di atas awan, tetapi menolak kenyataan bahwa Tuhan dalam daging menampakkan diri dan bekerja sebagai Anak Manusia. Mereka sangat tersesat dan bodoh! Tuhan menyebut "Anak Manusia" berkali-kali ketika berbicara tentang kedatangan-Nya, tetapi begitu banyak pendeta dan sarjana Alkitab yang "cerdas" dan "bijaksana" telah mengacaukan gagasan tentang Anak Manusia, melakukan kesalahan yang menyedihkan. Mereka adalah korban dari kecerdasan mereka sendiri! Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, tetapi mereka tetap menolak untuk melihat Dia sebagai Anak manusia. Bukankah itu adalah kebutaan? Jika Dia bukan Tuhan yang berinkarnasi, bagaimana mungkin Dia mengungkapkan begitu banyak kebenaran? Mereka masih berpegang teguh pada gagasan bahwa mereka hanya dapat menerima Tuhan Yesus yang turun di atas awan, dan itulah sebabnya mereka kehilangan kesempatan untuk diangkat, justru jatuh ke dalam bencana. Itu akan menjadi penyesalan abadi.

Kita semua bisa memahami bahwa Tuhan telah datang kembali sebagai Anak manusia yang berinkarnasi untuk bekerja. Ini fakta tak terbantahkan yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Namun, banyak orang yang bertanya tentang "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan" dalam Wahyu 1:7, berpikir itu berarti Tuhan akan turun di atas awan. Dan bukankah mengatakan Dia akan datang dengan awan-awan, dan mengatakan Dia akan datang sebagai Anak Manusia adalah bertentangan? Kelihatannya mungkin seperti itu, tetapi sebenarnya tidak ada pertentangan di sini. Itu hanyalah tantangan bagi pemahaman manusia. Setiap nubuat Alkitab pasti akan digenapi, tetapi ada proses tertentu, dan ada langkah-langkahnya. Juga ada urutan bagi penampakan Anak Manusia dan kedatangan Tuhan di atas awan. Tuhan terlebih dahulu berinkarnasi dan datang secara rahasia untuk bekerja, dan kemudian Dia secara terbuka menampakkan diri di atas awan. Mengapa itu terjadi dalam dua langkah? Apa yang terjadi sementara itu? Ada misteri di dalamnya. Mari kita terlebih dahulu melihat apa yang dinubuatkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berfirman: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran" (Yohanes 16:12-13). "Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17). "Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:47-48). "Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, tetapi telah menyerahkan seluruh penghakiman itu kepada Anak. ... Dan Dia juga sudah memberikan kepada-Nya otoritas untuk mengadakan penghakiman, karena Dia adalah Anak Manusia" (Yohanes 5:22, 27). Dan "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17). Nubuat Tuhan Yesus telah digenapi seluruhnya. Anak Manusia telah datang secara diam-diam ketika umat manusia sama sekali tidak menduganya dan telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman. Dia adalah Roh kebenaran yang membimbing umat pilihan Tuhan ke dalam seluruh kebenaran dan telah membentuk sekelompok pemenang sebelum bencana. Injil Kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa juga telah menyebar ke semua negara di dunia. Ini memperlihatkan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa telah mengalahkan Iblis dan memperoleh segala kemuliaan. Sekarang setelah malapetaka besar dimulai, Tuhan telah membentuk sekelompok pemenang dan pekerjaan besar-Nya sedang diselesaikan. Setelah bencana, Tuhan akan secara terbuka menampakkan diri di atas awan kepada semua manusia dan semua bangsa. Pada saat itu, nubuat tentang kedatangan Anak Manusia dan kedatangan Tuhan di atas awan akan digenapi sepenuhnya. Sejak Tuhan Yang Mahakuasa menampakkan diri dan memulai penghakiman-Nya yang dimulai di rumah Tuhan, mereka yang telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa makan dan minum firman Tuhan setiap hari, dan dengan menerima penghakiman dan pentahiran Tuhan, mereka secara berangsur melepaskan diri dari dosa dan kekuatan Iblis. Tuhan telah menjadikan mereka pemenang sebelum bencana, dan mereka adalah buah sulung. Ini sepenuhnya menggenapi nubuat kitab Wahyu: "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). "Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba" (Wahyu 14:4). Sudah tiga dekade penuh sejak Tuhan Yang Mahakuasa datang secara diam-diam untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman. Dia mengungkapkan begitu banyak kebenaran, mengungkapkan semua misteri Alkitab dan rencana pengelolaan 6.000 tahun Tuhan. Dia berfirman begitu banyak untuk menghakimi dan menyingkapkan esensi manusia yang rusak, dan firman ini adalah jalan kebenaran yang memampukan kita untuk menyingkirkan dosa dan kekuatan Iblis, dan diselamatkan sepenuhnya. Umat pilihan Tuhan yang dihakimi, dihajar, dipangkas, ditangani, diuji, dan dimurnikan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, melihat dengan jelas kerusakan mereka sendiri, merasa malu tanpa tempat untuk bersembunyi, dan sujud di hadapan Tuhan, penuh penyesalan, membenci diri mereka sendiri. Mereka juga melihat bahwa watak benar Tuhan tidak akan menoleransi pelanggaran dan membangun rasa hormat kepada Tuhan, secara berangsur mulai takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, sungguh bertobat dan berubah. Tuhan Yang Mahakuasa telah membentuk sekelompok pemenang sebelum bencana, mendapatkan buah sulung. Kesaksian para pemenang ini telah dibuat menjadi video dan film yang tersedia secara online, yang benar-benar meyakinkan bagi semua orang yang menontonnya. Sangat jelas bahwa ini adalah penampakan dan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman! Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran dan melakukan pekerjaan yang begitu besar, tidak hanya mengguncangkan seluruh dunia, tetapi seluruh alam semesta. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengubah dunia, mengakhiri zaman lama, memulai zaman baru. Zaman Kerajaan telah dimulai. Ini membuktikan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah penampakan Anak Manusia, Tuhan Yesus yang datang kembali. Juruselamat kita telah menampakkan diri dan sedang bekerja! Pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan pada dasarnya telah berakhir dan dengan itu, malapetaka besar telah turun. Dapat dikatakan bahwa bencana telah dimulai dan bencana itu akan makin besar. Semua pelaku kejahatan dan kekuatan jahat yang menentang Tuhan akan dihukum dan dimusnahkan dalam bencana, sedangkan mereka yang ditahirkan melalui penghakiman dan hajaran Tuhan pada akhir zaman akan dilindungi dan dijaga oleh Tuhan melewati bencana. Ketika bencana berakhir, dunia Iblis yang jahat ini akan dimusnahkan, dan kemudian Tuhan akan menampakkan diri kepada semua orang secara terbuka di atas awan. Ini akan menjadi penggenapan nubuat dalam Wahyu 1:7: "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia." Mengapa semua orang akan meratap? Karena Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran dan melakukan pekerjaan yang begitu besar, dan bukan saja mereka menolak untuk menyelidikinya, tetapi mereka mengutuk, menghakimi, dan menghujat Dia bersama dengan kekuatan antikristus dunia keagamaan. Mereka telah menyinggung watak Tuhan dan telah jatuh ke dalam bencana. Mereka akhirnya akan menyesal, meratap, dan menggertakkan gigi mereka, yang akan menjadi penggenapan nubuatan kitab Wahyu yang menyedihkan bahwa "dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia." Mereka yang telah ditahirkan dan disempurnakan dengan menerima penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa akan melihat Tuhan menampakkan diri secara terbuka dan akan menari dengan sukacita yang tak tertahankan, memuji kemahakuasaan, hikmat, dan keadilan Tuhan. Sebagaimana Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Belas kasihan-Ku Kuungkapkan kepada orang-orang yang mengasihi Aku dan menyangkal dirinya sendiri. Sementara itu, hukuman menimpa orang-orang jahat, yang justru merupakan bukti dari watak-Ku yang benar dan bahkan lebih dari itu, merupakan kesaksian akan murka-Ku. Ketika bencana datang, semua orang yang menentang Aku akan menangis saat mereka menjadi korban kelaparan dan wabah. Mereka yang telah melakukan segala macam kejahatan, tetapi telah mengikuti Aku selama bertahun-tahun, tidak akan luput membayar dosa-dosa mereka; mereka juga akan dilemparkan ke dalam bencana, seperti yang jarang terlihat selama jutaan tahun, dan mereka akan hidup dalam keadaan panik dan ketakutan terus-menerus. Dan, para pengikut-Ku, yang telah menunjukkan kesetiaan kepada-Ku, akan bersukacita dan mengelu-elukan keperkasaan-Ku. Mereka akan mengalami kepuasan yang tak terlukiskan dan hidup di tengah sukacita seperti yang belum pernah Kuanugerahkan sebelumnya kepada umat manusia. Karena Aku menghargai perbuatan baik manusia dan membenci perbuatan jahat mereka. Sejak pertama kali Aku mulai memimpin umat manusia, Aku telah sangat berharap untuk mendapatkan sekelompok orang yang sepikiran dengan-Ku. Sementara itu, mereka yang tidak sepikiran dengan-Ku, tidak akan pernah Kulupakan; Aku selalu membenci mereka dalam hati-Ku, menunggu kesempatan untuk memberi pembalasan kepada mereka, yang akan membuat-Ku senang melihatnya. Sekarang, hari-Ku akhirnya tiba, dan Aku tidak perlu lagi menunggu" ("Persiapkan Perbuatan Baik yang Cukup demi Tempat Tujuanmu" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan kebenaran untuk pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman untuk mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia sepenuhnya. Inilah satu-satunya kesempatan umat manusia untuk diselamatkan dan masuk ke dalam kerajaan Tuhan, dan kesempatan sekali seumur hidup. Malapetaka besar sedang dimulai. Mereka yang sadar dan dengan segera menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa akan tepat waktu, karena Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, "Ketika Aku menghajar orang banyak itu, mereka yang berada di dunia agamawi, dalam tingkat yang beragam, akan kembali ke kerajaan-Ku, ditaklukkan oleh pekerjaan-Ku, karena mereka akan melihat kedatangan Yang Mahakudus yang berada di atas awan putih" ("Bab 26, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Kita bisa memahami bahwa ada orang-orang yang akan mendengar suara Tuhan dan melihat perbuatan-Nya, datang ke hadapan Tuhan, dan memperoleh keselamatan-Nya di tengah bencana. Yaitu diangkat dalam bencana dan itu adalah kesempatan terakhir mereka, dan juga belas kasihan Tuhan yang besar bagi umat manusia. Orang cerdas akan tahu pilihan apa yang harus diambil. Mereka yang menantikan kedatangan Tuhan di atas awan dengan penuh harap akan memiliki kesudahan yang jelas. Mari kita lihat satu bagian terakhir firman Tuhan Yang Mahakuasa hari ini. "Banyak orang mungkin tidak peduli dengan apa yang Aku katakan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang kudus yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi penampakan terbuka dari Sang Matahari Kebenaran. Barangkali itu akan menjadi saat yang sangat menyenangkan bagimu, tetapi ketahuilah bahwa saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itu jugalah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itu akan menjadi saat berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan dan menjadi saat ketika Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Karena penghakiman Tuhan sudah akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, pada saat hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa 'Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu' akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang menyatakan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan sejati dan kehidupan. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus membereskan mereka pada saat Dia secara terbuka datang kembali di atas awan putih. Mereka terlalu keras kepala, terlalu percaya diri, terlalu congkak. Bagaimana mungkin orang-orang yang tidak berakhlak itu bisa diberi upah oleh Yesus? Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau sekalian harus memilih jalanmu sendiri dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan congkak, tetapi jadilah orang yang menaati tuntunan Roh Kudus, yang merindukan dan mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau sekalian akan mendapatkan manfaat" ("Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Tinggalkan komentar