Berlangganan

Menu

Apakah Kristus Itu? Siapa yang Bisa Disebut Kristus?

Apa itu Kristus? ini adalah misteri kebenaran yang gagal dipahami oleh kita yang percaya kepada Tuhan. Meskipun kita semua tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, tidak ada dari kita yang memiliki pemahaman tentang esensi Kristus. Kita hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, tetapi kita tidak dapat menjelaskan detailnya dengan jelas. Jadi apa itu Kristus?

Apakah Kristus Itu? Siapa yang Bisa Disebut Kristus?

Mari kita membaca dua bagian dari firman Tuhan, dan kemudian kita akan mengerti. "Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, dan Kristus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Daging ini tidak seperti manusia mana pun yang terbuat dari daging. Perbedaan ini dikarenakan Kristus bukanlah daging dan darah, melainkan inkarnasi Roh. Ia memiliki kemanusiaan yang normal sekaligus keilahian yang lengkap. Keilahian-Nya tidak dimiliki oleh manusia mana pun. Kemanusiaan-Nya yang normal menunjang semua kegiatan normal-Nya dalam daging, sementara keilahian-Nya melaksanakan pekerjaan Tuhan sendiri. Baik kemanusiaan-Nya maupun keilahian-Nya, keduanya berserah pada kehendak Bapa surgawi. Substansi Kristus adalah Roh, yaitu keilahian. Oleh karena itu, substansi-Nya adalah substansi Tuhan sendiri. Substansi ini tidak akan menyela pekerjaan-Nya sendiri, dan Ia tidak mungkin melakukan apa pun yang merusak pekerjaan-Nya sendiri, ataupun mengucapkan perkataan yang bertentangan dengan kehendak-Nya sendiri."

"Tuhan yang menjadi daging adalah Kristus, dan karena itu, Kristus yang bisa memberikan kebenaran kepada orang-orang adalah Tuhan. Tidak ada yang berlebihan dalam hal ini, karena Ia memiliki substansi sebagai Tuhan, dan memiliki watak Tuhan, serta hikmat dalam pekerjaan-Nya yang tidak bisa dicapai oleh manusia. Mereka yang menyebut dirinya Kristus, tetapi tidak bisa melakukan pekerjaan Tuhan, adalah para penipu. Kristus bukan sekadar manifestasi Tuhan di dunia, tetapi juga merupakan daging khusus yang dimiliki Tuhan selagi Ia menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di antara manusia. Daging ini bukan sesuatu yang bisa digantikan oleh sembarang manusia, tetapi yang mampu memikul pekerjaan Tuhan di dunia, dan mengungkapkan watak Tuhan, mewakili Tuhan, dan memberikan kehidupan bagi manusia. Cepat atau lambat, para Kristus palsu itu akan jatuh, karena walau mereka mengaku sebagai Kristus, mereka tidak memiliki substansi Kristus."

Dari firman Tuhan, kita dapat melihat bahwa Kristus mengacu pada Roh Tuhan yang menjadi daging sebagai manusia biasa untuk membawa firman dan pekerjaan-Nya di bumi dan menampakkan diri kepada umat manusia. Artinya, Tuhan di surga telah menjadi manusia untuk berbicara dan bekerja di antara manusia untuk menebus dan menyelamatkan manusia. Dia memiliki kemanusiaan yang normal dan keilahian yang lengkap. Dari luar, Kristus terlihat seperti manusia biasa dan normal. Dia memiliki aturan hidup yang sama dan berpartisipasi dalam aktivitas yang sama seperti manusia normal lainnya, dan memiliki kemanusiaan yang normal. Tetapi esensi dari Kristus adalah keilahian. Dia bisa memulai zaman baru dan mengakhiri zaman tua. Dia dapat mengungkapkan watak Tuhan dan apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia. Berdasarkan dengan kebutuhan umat manusia, Dia mengungkapkan kebenaran untuk membekali dan menyelamatkan manusia, dan Dia dapat melakukan pekerjaan Tuhan sendiri. Tidak ada makhluk ciptaan yang mampu melakukan ini.

Misalnya, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi—Dia adalah Kristus. Tuhan Yesus tampak seperti manusia biasa dan normal dari luar, tetapi Dia memiliki esensi ilahi. Dia bisa mengungkapkan kebenaran, memberi orang jalan pertobatan, melakukan pekerjaan menebus seluruh umat manusia melalui penyaliban-Nya. Dia juga bisa melakukan tanda dan keajaiban, seperti menenangkan angin dan laut, memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, dan menghidupkan kembali orang mati. Semua pekerjaan dan perkataan Tuhan Yesus mengungkapkan watak hidup Tuhan dan apa yang Dia miliki dan siapa Dia. Ini adalah hal-hal yang tidak dapat dicapai oleh makhluk ciptaan. Semua ini cukup membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, Tuhan yang berinkarnasi. Meskipun Dia memiliki kemanusiaan yang normal, esensi-Nya adalah ilahi. Dengan demikian, Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan Tuhan dalam identitas Tuhan.

Pada titik ini, saya percaya bahwa Anda telah mengetahui apa arti Kristus. Kristus adalah sebutan untuk Tuhan yang berwujud manusia. Kristus adalah penampakan Tuhan, dan merupakan Roh Tuhan yang menjadi daging sebagai Anak manusia untuk melakukan pekerjaan Tuhan sendiri; Dia mampu memberi orang kebenaran dan kehidupan. Hanya daging seperti itu yang memiliki kemanusiaan yang normal dan keilahian yang sempurna yang dapat disebut Kristus.

Apakah Kristus Itu? Siapa yang Bisa Disebut Kristus?

Sebenarnya, mengetahui apa arti Kristus sangat penting bagi kita untuk menyambut Tuhan. Tuhan Yesus bernubuat, "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" (Matius 24:27). "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). "Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, tetapi telah menyerahkan seluruh penghakiman itu kepada Anak" (Yohanes 5:22). "Dan Dia juga sudah memberikan kepada-Nya otoritas untuk mengadakan penghakiman, karena Dia adalah Anak Manusia" (Yohanes 5:27). "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan: dan jika itu pertama kali dimulai pada kita, apakah kesudahan dari mereka yang tidak menaati Injil Tuhan?" (1 Petrus 4:17). Dan Yohanes 17:17, "Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran."

Nubuatan ini menunjukkan bahwa kedatangan Tuhan di akhir zaman adalah inkarnasi-Nya sebagai Anak Manusia yang melaksanakan penghakiman-Nya. Semua referensi tentang "Anak" atau "Anak Manusia" tentu saja mengacu pada Kristus dalam daging. Jika Dia adalah Roh, maka Dia tidak bisa disebut Anak Manusia. Misalnya, Tuhan Yahweh adalah Roh dan oleh karena itu tidak bisa disebut Anak Manusia. Tubuh rohani Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya bukanlah tubuh Tuhan yang berinkarnasi, jadi Ia juga tidak dapat disebut sebagai Anak Manusia. Jadi, sesuai dengan nubuatan Tuhan Yesus, kita dapat yakin secara mutlak bahwa Tuhan Yesus harus kembali dalam daging sebagai Anak manusia untuk mengucapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman. Jadi, jika kita mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali dalam daging dan bahwa Dia mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan, maka kita harus mencari dan menyelidiki secara proaktif. Dengan cara ini kita bisa menyambut penampakan Kristus di akhir zaman.

Catatan Editor

Jika Anda merasa artikel ini berguna untuk Anda, bagikan dengan orang lain. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami menggunakan tombol obrolan online di bagian bawah. Kami online 24 jam sehari siap menjawab pertanyaan Anda.

Tinggalkan komentar