Menu

2 prinsip untuk Membedakan Kristus Benar dari Kristus Palsu

Navigasi cepat
1.Prinsip Pertama Membedakan Kristus Benar dari Kristus Palsu: Tuhan Tidak Mengulangi Pekerjaan yang Sama
2.Prinsip Kedua Membedakan Kristus yang Benar dari Kristus yang Palsu: Hanya Kristus yang Dapat Mengungkapkan Kebenaran

Kristus-Kristus Palsu hari ini

Hari-hari ini, bencana sedang berlangsung dalam skala yang semakin besar. Nubuat tentang kedatangan kembali Tuhan secara dasarnya telah tergenapi dan Tuhan Yesus telah datang kembali. Pada saat penting menyambut kedatangan Tuhan ini, seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Jadi, jika ada orang yang berkata kepada engkau: Lihat, Kristus ada di sini, atau Kristus ada di sana; jangan engkau percaya. Karena akan bangkit Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat; jadi, jika mungkin, mereka akan menyesatkan orang-orang pilihan" (Matius 24:23-24). Beberapa orang tidak berani mencari atau menyelidiki dan khawatir bahwa mereka akan ditipu oleh Kristus palsu ketika mereka mendengar orang-orang bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali. Tapi apakah kita sudah memikirkan hal berikut ini? Tuhan Yesus menubuatkan bahwa Kristus-Kristus palsu akan muncul di akhir zaman, tetapi Dia juga dengan jelas memberitahu kita bahwa Dia pasti akan datang kembali. Karena kita takut ditipu oleh Kristus-Kristus palsu, kita tidak mencari atau menyelidiki berita kedatangan Tuhan yang kedua kali; bukankah kita akan menutup pintu pada Kristus yang benar? Oleh karena itu, dalam hal menyambut Tuhan, tidaklah secara buta dengan menjaga-jaga. Kuncinya adalah belajar membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu. Hanya jika kita memahami prinsip membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu, baru kita tidak dapat tertipu oleh Kristus palsu dan menyambut Tuhan. Mari bersekutu tentang dua prinsip membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu di bawah ini.

Prinsip Pertama Membedakan Kristus Benar dari Kristus Palsu: Tuhan Tidak Mengulangi Pekerjaan yang Sama

Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua dan Dia tidak mengulangi pekerjaan yang sama. Ini adalah prinsip untuk membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu. Mari kita lihat apa yang dikatakan firman Tuhan. Tuhan berkata: "Jika, pada masa sekarang, muncul orang yang dapat memperlihatkan tanda dan keajaiban, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan melakukan banyak mukjizat, dan jika orang ini mengaku bahwa merekalah Yesus yang telah datang, inilah pemalsuan yang dilakukan oleh roh-roh jahat yang meniru Yesus. Ingatlah ini! Tuhan tidak mengulangi pekerjaan yang sama. Tahap pekerjaan Yesus sudah diselesaikan, dan Tuhan tidak akan pernah melakukan lagi tahap pekerjaan tersebut. Pekerjaan Tuhan tidak sejalan dengan gagasan manusia; contohnya, Perjanjian Lama menubuatkan kedatangan Mesias, dan penggenapan nubuat ini adalah kedatangan Yesus. Ini sudah terjadi, maka akan keliru jika Mesias lain datang lagi. Yesus sudah datang sekali, maka akan keliru jika Yesus datang lagi kali ini. Ada satu nama untuk setiap zaman, dan setiap nama dicirikan oleh zaman tersebut. Dalam gagasan manusia, Tuhan harus selalu memperlihatkan tanda dan keajaiban, harus selalu menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan harus selalu seperti Yesus. Namun, kali ini, Tuhan sama sekali tidak seperti itu. Jika, pada akhir zaman, Tuhan masih memperlihatkan tanda dan keajaiban, dan masih mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit—jika Dia melakukan hal yang sama persis seperti yang Yesus lakukan—berarti Tuhan mengulangi pekerjaan yang sama, dan pekerjaan Yesus tidak memiliki makna atau nilai. Jadi, Tuhan melakukan satu tahap pekerjaan dalam setiap zaman. Begitu setiap tahap pekerjaan-Nya selesai, tahap itu akan segera ditiru oleh roh-roh jahat, dan setelah Iblis mulai mengikuti jejak Tuhan, Tuhan berubah ke cara yang berbeda. Begitu Tuhan telah menyelesaikan suatu tahap pekerjaan-Nya, tahap itu ditiru oleh roh jahat. Engkau semua harus betul-betul jelas mengenai hal ini."

Dari firman Tuhan, kita dapat melihat bahwa Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua dan Dia tidak mengulangi pekerjaan yang sama dan Dia melakukan pekerjaan baru sesuai dengan kebutuhan manusia di setiap zaman. Misalnya, di Zaman Hukum Perjanjian Lama, Tuhan Yahweh menetapkan hukum dan perintah yang harus dipatuhi manusia sesuai dengan kebutuhan umat manusia pada saat itu, menuntun mereka untuk hidup normal di bumi. Ketika Tuhan Yesus mulai bekerja, Dia tidak mengulangi pekerjaan di Zaman Hukum Taurat tetapi memulai pekerjaan Zaman Kasih Karunia atas dasar pekerjaan di Zaman Hukum Taurat. Dia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, disalibkan, menjadi korban penghapus dosa dan menebus umat manusia dari dosa. Pada akhir zaman, manusia hidup dalam keadaan berdosa dan mengaku serta tidak dapat membebaskan dirinya dari belenggu dosa. Ketika Tuhan datang kembali, Dia tidak akan mengulangi pekerjaan-Nya yang sebelumnya tetapi melakukan tahap pekerjaan penghakiman untuk memurnikan manusia di atas dasar pekerjaan Zaman Kasih Karunia. Seperti yang Tuhan Yesus nubuatkan, "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:47-48). "Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17).

Ketika Tuhan Yesus datang kembali diakhir zaman, Dia akan mengungkapkan kebenaran dan melakukan tahap pekerjaan penghakiman untuk benar-benar memurnikan dan menyelamatkan manusia, menyelesaikan watak manusia yang rusak dan sifat berdosa, sepenuhnya menyelamatkan manusia dari belenggu dosa, memurnikan manusia dimurnikan sehingga masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Dengan cara ini, pekerjaan pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia akan sepenuhnya berakhir. Terlihat bahwa pekerjaan Tuhan selalu maju, setiap tahap lebih tinggi dan lebih dalam, dan tidak ada tahap pekerjaan yang berulang. Tetapi sebaliknya, Kristus palsu adalah inkarnasi roh jahat dan mereka tidak memiliki esensi ilahi. Mereka tidak bisa mengakhiri zaman lama, apalagi membuka zaman baru. Mereka tidak dapat melakukan pekerjaan Tuhan tetapi hanya dapat meniru pekerjaan yang telah dilakukan Tuhan Yesus, melakukan beberapa tanda dan keajaiban sederhana untuk menipu orang-orang. Kristus palsu dan roh jahat tidak dapat meniru tanda dan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus seperti menghidupkan kembali orang-orang dari kematian, memberi makan lima ribu orang dengan dua ikan dan lima roti, menenangkan angin dan ombak, dll. Oleh karena itu, di akhir zaman semua yang meniru pekerjaan Tuhan, yang menunjukkan beberapa tanda dan mujizat sederhana dan menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan untuk menipu orang, pasti adalah Kristus palsu. Ini adalah prinsip membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu. Seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada kita, "Karena akan bangkit Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat; jadi, jika mungkin, mereka akan menyesatkan orang-orang pilihan" (Matius 24:24).

Prinsip Kedua Membedakan Kristus yang Benar dari Kristus yang Palsu: Hanya Kristus yang Dapat Mengungkapkan Kebenaran

Prinsip paling penting dalam membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu adalah untuk melihat apakah dapat mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia. Firman Tuhan berkata: "Ia yang merupakan inkarnasi Tuhan akan memiliki hakikat Tuhan, dan Ia yang merupakan inkarnasi Tuhan akan memiliki pengungkapan Tuhan. Karena Tuhan menjadi daging, Ia akan melaksanakan pekerjaan yang harus Ia lakukan, dan karena Tuhan menjadi daging, Ia akan mengungkapkan siapa Dia, dan akan dapat membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepada manusia, dan menunjukkan jalan kepada manusia. Daging yang tidak membawa hakikat Tuhan tentu bukan Tuhan yang berinkarnasi. Hal ini tidak diragukan lagi."

"Tuhan yang menjadi daging adalah Kristus, dan karena itu, Kristus yang bisa memberikan kebenaran kepada orang-orang adalah Tuhan. Tidak ada yang berlebihan dalam hal ini, karena Ia memiliki substansi sebagai Tuhan, dan memiliki watak Tuhan, serta hikmat dalam pekerjaan-Nya yang tidak bisa dicapai oleh manusia. Mereka yang menyebut dirinya Kristus, tetapi tidak bisa melakukan pekerjaan Tuhan, adalah para penipu. Kristus bukan sekadar manifestasi Tuhan di dunia, tetapi juga merupakan daging khusus yang dimiliki Tuhan selagi Ia menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di antara manusia. Daging ini bukan sesuatu yang bisa digantikan oleh sembarang manusia, tetapi yang mampu memikul pekerjaan Tuhan di dunia, dan mengungkapkan watak Tuhan, mewakili Tuhan, dan memberikan kehidupan bagi manusia. Cepat atau lambat, para Kristus palsu itu akan jatuh, karena walau mereka mengaku sebagai Kristus, mereka tidak memiliki substansi Kristus. Karena itu, Aku mengatakan bahwa keaslian Kristus tidak bisa didefinisikan oleh manusia, melainkan dijawab dan diputuskan oleh Tuhan sendiri."

Dari firman Tuhan, kami memahami bahwa Kristus adalah Tuhan yang berinkarnasi, adalah Roh Tuhan yang berwujud dalam daging. Secara lahiriah, Dia adalah manusia yang normal dan biasa, tetapi Dia memiliki esensi Tuhan, Dia adalah perwujudan kebenaran dan dapat mengungkapkan kebenaran untuk menyediakan yang kita butuhkan dalam hidup kita kapan saja dan di mana saja. Misalnya, ketika Tuhan Yesus berinkarnasi untuk bekerja, Dia membawa jalan pertobatan kepada manusia, melakukan pekerjaan penyaliban untuk menebus umat manusia, dan menyelamatkan manusia dari belenggu hukum. Tuhan Yesus juga dapat mengungkapkan kebenaran untuk membekali manusia kapan saja dan di mana saja, meminta manusia untuk mencintai Tuhan dengan segenap hati dan pikiran, menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran, untuk mencintai sesama seperti mereka mencintai diri mereka sendiri, mencintai musuh mereka, sabar dan toleran, memaafkan orang lain dan sebagainya. Kita dapat melihat dari pekerjaan dan perkataan Tuhan Yesus bahwa Tuhan Yesus adalah kebenaran, jalan dan hidup, adalah Kristus dalam daging.

Kristus palsu, bagaimanapun, adalah roh-roh jahat, pada dasarnya Setan. Mereka tidak memiliki kebenaran sedikit pun, mereka tidak dapat mengungkapkan kebenaran, apalagi menyediakan kehidupan bagi manusia. Mereka dapat salah menafsirkan Alkitab, mengambil sesuatu di luar konteks, berbicara tentang beberapa pengetahuan dan doktrin yang mendalam, atau meniru beberapa perkataan Tuhan sebelumnya untuk menipu manusia. Tidak peduli seberapa tinggi dan misterius penjelasan mereka tentang Alkitab, itu tidak membuktikan bahwa apa yang mereka katakan adalah benar. Kebenaran adalah apa yang Tuhan miliki, dapat memungkinkan manusia untuk mengenal Tuhan, dapat menjadi kehidupan manusia, dan dapat menyelamatkan, memurnikan, mengubah manusia. Setelah manusia mendengarkan penjelasan Kristus palsu tentang Alkitab dan berbicara tentang teori-teori yang absurd, mereka merasa gelap di dalam hati mereka dan tidak dapat membuat manusia mengenal dan menaati Tuhan sama sekali, tidak dapat membuat iman mereka bertumbuh, apalagi membuat mereka mencapai pertumbuhan rohani. Dapat dilihat bahwa hanya Kristus dengan esensi ilahi yang dapat mengungkapkan kebenaran untuk menyediakan dan menyelamatkan manusia. Kristus palsu tidak memiliki esensi Tuhan, tidak dapat mengungkapkan kebenaran, tidak dapat melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia tetapi hanya dapat menipu dan merusak manusia. Jadi, selama kita yakin bahwa Kristus adalah perwujudan kebenaran dan siapa pun yang dapat mengungkapkan kebenaran, menunjukkan jalan bagi manusia dan membawa kehidupan kepada manusia adalah Kristus, kita tidak akan takut tertipu oleh Kristus-Kristus palsu.

Ini adalah dua prinsip untuk membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu. Ketika kita mendengar ada orang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali, kita harus mencari dan menyelidiki secara proaktif dan memahami menurut dua prinsip ini, maka kita akan memiliki kesempatan untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali dan mengikuti jejak Anak Domba.

Catatan Editor

Dari persekutuan ini, apakah Anda memahami bagaimana membedakan antara Kristus yang benar dan Kristus yang palsu? Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, silakan bagikan dengan orang lain. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami menggunakan tombol obrolan online di bagian bawah. Kami online 24 jam sehari siap menjawab pertanyaan Anda.

Tinggalkan komentar