Berlangganan

Menu

Aku Telah Menemukan Cara Untuk Mengatasi Rasa Rendah Diri!

Navigasi cepat
1.Setiap orang di mata Tuhan itu unik
2.Menemukan Akar Dari Rasa Rendah Diri
3.Jalan Penerapan Mengatasi Rasa Rendah Diri

Saudari Xiao Yu,

Syalom! Aku adalah orang yang berpenampilan biasa, berbicara lurus, dan tidak bisa menyenangkan orang lain. Di antara saudara-saudari dalam keluarga, aku adalah yang terburuk, dan orang tuaku tidak terlalu peduli denganku. Ketika aku di sekolah, nilai ujianku biasa-biasa saja, dan guru serta teman sekelas tidak terlalu memperhatikanku. Ketika aku sudah dewasa dan mengambil bagian dalam pekerjaan, aku diabaikan oleh rekan-rekanku. Untuk alasan ini, aku merasa sangat rendah diri, aku sering mengeluh bahwa aku lebih rendah dari orang lain dalam segala hal, aku selalu diabaikan orang lain, dan merasa sangat kesepian. Aku ingin mencari tahu:Bagaimana mengatasi rasa rendah diri yang disebabkan oleh diabaikan dan diremehkan orang lain?

Xiao Wei

Aku Telah Menemukan Cara Untuk Mengatasi Rasa Rendah Diri!

Xiao Wei:

Syalom!Aku dapat memahami suasana hati Anda saat ini. Dulu aku juga seorang gadis yang sangat rendah diri. Keluargaku memiliki tiga anak perempuan, kakakku cantik dan berbakat, adik perempuanku pintar dan imut. Namun aku berpenampilan biasa-biasa saja dan pendiam di antara mereka. Aku tidak diperhatikan oleh keluarga dan aku sering merasa bahwa aku tidak berguna dalam keluarga ini. Di sekolah, nilai ujian biasa-biasa saja dan penampilanku biasa, aku termasuk tipe orang yang tenggelam dalam keramaian. Tidak ada yang peduli dengan keberadaanku. Saat bekerja di pusat perbelanjaan, semua rekanku dapat fasih berbicara, tetapi aku canggung dan tidak pandai bicara, prestasiku selalu kalah dengan mereka. Ketika aku bersama dengan teman-teman, aku melihat mereka dengan riasan yang indah, berbicara tentang tren modern, tetapi aku sering tidak bisa mengikuti langkah mereka, dan dikesampingkan oleh mereka. Teman-teman menertawakan aku adalah "Ultraman" ... Sejak kecil, aku tidak pernah mendapat perhatian dari orang lain. Aku merasa sangat rendah diri dan penuh iri hati dengan orang lain, aku semakin tidak puas dengan penampilanku dan hidup dengan sangat menyakitkan ... ...

Setiap orang di mata Tuhan itu unik

Sementara aku hidup dalam keadaan rendah diri dan semakin depresi, aku menerima Injil Tuhan. Aku melihat Tuhan berfirman: "Segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan, termasuk yang bisa bergerak dan yang tidak bisa bergerak, seperti burung dan ikan, seperti pepohonan dan bunga, dan termasuk ternak, serangga, dan binatang liar yang diciptakan pada hari keenam—mereka semuanya baik di mata Tuhan, dan, terlebih lagi, di mata Tuhan, hal-hal ini, sesuai dengan rencana-Nya, semuanya telah mencapai puncak kesempurnaan, dan telah mencapai standar yang ingin Tuhan capai .... Saat perbuatan ajaib Tuhan terwujud, dunia ini berkembang, sepotong demi sepotong, seiring dengan diciptakannya segala sesuatu oleh Tuhan, dan dunia ini berubah dari kekacauan dan kegelapan menjadi kejelasan dan kecemerlangan, dari keheningan total menjadi keaktifan dan daya hidup tak terbatas. Di antara segala ciptaan, dari yang besar sampai yang kecil, dari yang kecil hingga yang mikroskopis, tidak ada yang tidak diciptakan oleh otoritas dan kuasa Sang Pencipta, dan terdapat kebutuhan dan nilai yang unik dan inheren pada keberadaan setiap makhluk. Terlepas dari perbedaan bentuk dan struktur mereka, mereka harus diciptakan oleh Sang Pencipta untuk berada di bawah otoritas Sang Pencipta. Kadang kala orang akan melihat serangga, seekor serangga yang sangat jelek, dan mereka akan berkata: 'Serangga itu sangat mengerikan, tidak mungkin makhluk jelek semacam itu diciptakan oleh Tuhan—tidak mungkin Dia menciptakan sesuatu yang sedemikian jeleknya.' Benar-benar pandangan yang bodoh! Yang seharusnya mereka katakan adalah, 'Meski sangat jelek, serangga ini diciptakan oleh Tuhan, jadi ia pasti memiliki tujuan uniknya sendiri.'... Singkatnya, mengenai banyak hal tentang ciptaan, manusia harus tunduk pada otoritas Sang Pencipta, yang berarti, tunduk pada tatanan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta untuk segala sesuatu; inilah sikap yang paling bijaksana. Hanya sikap yang mencari dan taat pada maksud asli Sang Pencipta yang merupakan penerimaan dan keyakinan yang benar akan otoritas Sang Pencipta. Itu baik di mata Tuhan, jadi apa alasan manusia harus mencari-cari kesalahan?" Dari firman Tuhan, aku menyadari bahwa semua ciptaan Tuhan memiliki nilai dan maknanya masing-masing, semuanya menjalankan fungsinya masing-masing di bawah otoritas Tuhan, dan semuanya baik di mata Tuhan. Segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan memiliki keistimewaannya masing-masing, yang tinggi ada kegunaannya, yang rendah ada ketangkasannya, tidak peduli seberapa tinggi atau rendahnya, masing-masing memiliki nilai keberadaannya sendiri, dan memiliki fungsi uniknya sendiri.

Meskipun kita orang memiliki penampilan, kualitas, kepribadian, bakat, dan kemampuan yang berbeda, kita semua adalah yang terbaik di mata Tuhan, kita semua memiliki aspek unik kita sendiri, dan kita semua memiliki tanggung jawab dan misi sendiri. Tuhan berharap agar kita semua dapat menaati kedaulatan dan pengaturan Tuhan, hidup sesuai dengan lintasan yang telah ditentukan Tuhan untuk kita, memainkan peran kita masing-masing, dan mengabdikan diri kita kepada Sang Pencipta. Baru kemudian aku tahu bahwa aku merasa rendah diri dan tertekan karena aku pikir bahwa penampilanku biasa dan tidak ada yang peduli, ini semua membodohi diri sendiri. Padahal, aku juga punya nilai dan makna keberadaan di mata Tuhan.

Menemukan Akar Dari Rasa Rendah Diri

Terima kasih atas bimbingan Tuhan, aku menemukan akar penyebab rasa rendah diri. Suatu hari, aku membaca firman Tuhan berkata: "Di bawah pengaruh kuat watak jahat yang rusak, apa cita-cita, harapan, ambisi, dan tujuan serta arah hidup manusia? Bukankah semua itu bertentangan dengan hal-hal positif? Yang terutama, manusia selalu ingin terkenal atau menjadi selebriti; mereka ingin mendapatkan ketenaran dan martabat yang besar, dan ingin membawa kehormatan bagi leluhur mereka. Apakah ini hal-hal positif? Ini sama sekali tidak sejalan dengan hal-hal positif; selain itu, semua ini bertentangan dengan hukum Tuhan yang berkuasa atas nasib manusia."

Pada awalnya, Tuhan membiarkan kita manusia hidup di bumi, Tuhan berharap kita bisa menyembah Tuhan di bumi dan menjadi serupa dengan manusia sejati untuk memuliakan Tuhan dan memanifestasikan Tuhan. Namun sejak manusia dirusak oleh Setan, kita tidak lagi mendengarkan firman Tuhan, dan tidak lagi menaati Tuhan. Falsafah hidup setan telah menjadi dasar kehidupan manusia dan prinsip tindakan kita. Terpikir sejak kecil kita dipengaruhi dan terinfeksi oleh racun setan seperti "Menonjolkan diri dan membawa kehormatan bagi nenek moyangnya," dan "Seperti pohon hidup untuk kulitnya, manusia hidup untuk martabat dan nama baiknya", maka orang mengejar menjadi orang yang hebat, selebriti dan pahlawan, dan berharap sendiri bisa menonjol dibanding orang lain supaya membuat orang memandang dan mengaguminya. Ketika kita merasa tidak bisa menonjol sendiri di depan orang, kita mulai memiliki emosi negatif, dan karena itu, kita merasa rendah diri, dan kita merasa hidup kita gelap seperti kehilangan warna.

Aku terpikir bahwa aku selalu mengejar kesempurnaan dan nilai realisasi diri sejak aku masih kecil. Aku tidak ingin diabaikan atau diremehkan oleh orang lain. Akibatnya, ketika aku dikesampingkan dan tidak dihargai oleh orang lain, aku dipenuhi dengan kebencian dan ketidakpuasan terhadap penampilan dan karakter yang diberikan Tuhan untuk diriku sendiri, aku tidak mau untuk mematuhi pengaturan dan kedaulatan Tuhan. Akhirnya aku terjatuh dalam situasi merasa rendah diri sehingga hidup dengan penderitaan dan depresi. Sekarang aku mengerti bahwa akar penyebab rendah diriku bukanlah karena penampilanku yang biasa, atau karena kelahiranku yang biasa, tetapi karena aku terlalu memperhatikan posisiku di hati orang-orang. Aku selalu mengejar dipandang tinggi dan dipuja orang lain, ini telah menjadi nilai dan makna hidupku. Setelah menyadari hal ini, aku berdoa kepada Tuhan, dan semoga Tuhan menuntunku untuk menemukan cara menyingkirkan rasa rendah diri.

Jalan Penerapan Mengatasi Rasa Rendah Diri

Kemudian, aku membaca firman Tuhan berkata: "Orang macam apa yang Tuhan inginkan? Apakah Dia menginginkan orang yang hebat, selebriti, bangsawan, atau orang yang mengguncangkan dunia? (Tidak.) Jadi, orang macam apa yang Tuhan inginkan? Dia menginginkan orang yang rendah hati yang berusaha menjadi makhluk ciptaan Tuhan yang memenuhi syarat, yang dapat memenuhi tugas makhluk ciptaan, dan yang dapat memenuhi standar sebagai manusia. Ini adalah salah satu aspek, apa ada lagi? (Takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.)" "Engkau harus belajar cara berjalan di atas tanah, dan cara berjalan dengan mantap, selangkah demi selangkah. Jika engkau dapat berjalan, berjalanlah; jangan mencoba belajar cara berlari. Jika engkau dapat berjalan selangkah demi selangkah, jangan mencoba untuk berjalan dua langkah sekaligus. Engkau harus menjadi orang yang memijakkan kaki dengan kuat di atas tanah. Jangan mencoba untuk menjadi manusia super, hebat, atau mulia."

Aku terpikir dalam beberapa tahun ini, aku selalu mengejar untuk menjadi orang penting, menonjol di antara orang lain ... aku menganggap ini sebagai pengejaran hidupku, dan secara keliru percaya bahwa jika aku bisa mendapatkan rasa hormat dari orang-orang di sekitarku, itu adalah hidup yang paling berharga. Dengan membaca firman Tuhan, aku mengerti betapa konyolnya pandangan hidup ini. Bahkan jika seseorang memiliki penampilan yang luar biasa, memiliki posisi yang menonjol, dan unggul di antara orang, tetapi tidak datang kepada Tuhan dan menyembah Tuhan, tidak mengenal kemahakuasaan dan kedaulatan Tuhan serta tidak tahu apa nilai hidup itu, kehidupan seperti itu tidak akan mendapatkan perkenanan Tuhan sama sekali, dan menjalani seumur hidup hanyalah sia-sia.

Tuhan telah memberi kita masing-masing misi yang berbeda dan melakukan hal yang berbeda. Dari sini, aku berpikir tentang diriku sendiri, meskipun penampilan biasa, tanpa bakat khusus dan kefasihan bicara, tetapi aku dapat mengungkapkan kasih Tuhan dan bersaksi kepada Tuhan tentang perbuatan-Nya yang luar biasa kepada banyak orang melalui kata-kata. Bukankah ini misi yang diberikan Tuhan kepadaku? Terpikir tentang Ayub. Ketika dia kehilangan kekayaannya, ternak, domba, dan anak-anak, dan mengaruk-garuk bisu busuk sambil duduk di tengah abu, dia tidak peduli dengan pandangan teman dan keluarga, atau pandangan orang lain, tetapi mengejar takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan, tidak berbuat dosa terhadap Tuhan dengan mulutnya, dan tidak mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati Tuhan, pada akhirnya Ayub dipuji oleh Tuhan. Jika seseorang dapat dipuji oleh Sang Pencipta, bukankah kehidupan seperti ini yang paling berharga dan bermakna? !

Aku Telah Menemukan Cara Untuk Mengatasi Rasa Rendah Diri!

Setelah aku memahami kehendak Tuhan, aku merasa bahwa pikiranku telah banyak berubah. Aku mulai menerima apa yang diberikan Tuhan dengan hati yang bersyukur, dan tidak lagi mengejar untuk membiarkan orang lain memandang dan menghormatiku. Aku hanya ingin mengejar kebenaran dan hidup dengan firman Tuhan, dengan hati yang jujur untuk menjadi orang yang benar-benar mentaati dan menyembah Tuhan. Ketika aku belajar untuk melepaskan pandangan hidup yang salah, meskipun aku tidak signifikan di antara orang, dan terkadang dipandang rendah oleh orang lain, aku tidak lagi terlalu memikirkan keuntungan dan kerugian. Aku tahu apa yang sebenarnya harus aku kejar dan juga tahu bahwa nilai hidupku tidak akan berubah karena kekaguman atau dipandang rendah oleh orang lain. Aku hanya ingin mencari cara hidup orang Kristen yang seharusnya, untuk menghibur hati Tuhan. Ketika aku melaksanakan dengan cara ini, rasa rendah diriku berangsur-angsur menghilang, dan jiwaku secara bertahap dibebaskan!

Sister Xiao Wei, aku sudah selesai bersekutu tentang pengalamanku, aku berharap ini dapat memberikan bantuan kepada Anda. Jika Anda mengalami kesulitan, Anda masih dapat menulis surat kepada kami dan kita mencari tahu dan bersekutu tentang kebenaran bersama. Semoga kita bersama-sama mengandalkan Tuhan, memandang kepada Tuhan, lebih memperhatikan mempraktikkan dan mengalami firman Tuhan, dan aku percaya bahwa Anda dapat seperti aku, menyingkirkan rasa rendah diri di bawah kepemimpinan Tuhan. Pada saat itu, Anda pasti dapat merasakan kedamaian dan kegembiraan yang dibawakan dengan hidup berdasarkan firman Tuhan, dan merasakan bahwa Tuhan selalu ada di sisi kita untuk menuntun kita! Semua kemuliaan kepada Tuhan!

Tinggalkan komentar