Menu

Cara pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman menyucikan dan menyelamatkan umat manusia

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:47-48).

"Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13).

"Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran. Sebagaimana Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian juga Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia Dan demi mereka, Aku menyucikan diri-Ku sendiri, supaya mereka juga disucikan dalam kebenaran" (Yohanes 17:17-19).

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan Tuhan dalam inkarnasi saat ini adalah untuk mengungkapkan watak-Nya terutama melalui hajaran dan penghakiman. Dengan membangun di atas dasar ini, Dia membawa lebih banyak kebenaran kepada manusia dan menunjukkan kepadanya lebih banyak jalan penerapan, dengan demikian mencapai tujuan-Nya untuk menaklukkan dan menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak. Inilah yang ada di balik pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan.

Dikutip dari "Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan esensi manusia, dan membedah perkataan dan perbuatan manusia. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia seharusnya menaati Tuhan, bagaimana seharusnya manusia setia kepada Tuhan, bagaimana manusia seharusnya hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan sebagainya. Firman ini semuanya ditujukan pada esensi manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan berkaitan dengan bagaimana manusia merupakan perwujudan Iblis, dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan tidak hanya menjelaskan natur manusia dengan beberapa kata; Dia menyingkapkan, menangani, dan memangkasnya dalam jangka panjang. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan perkataan biasa, tetapi dengan kebenaran yang sama sekali tidak dimiliki manusia. Hanya cara-cara seperti inilah yang dapat disebut penghakiman; hanya melalui penghakiman jenis inilah manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Yang dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman adalah pemahaman manusia tentang wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami olehnya. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar penyebab dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua efek ini dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman, karena hakikat pekerjaan ini sebenarnya adalah pekerjaan membukakan jalan, kebenaran, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan.

Dikutip dari "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang ini, Tuhan menjadi daging terutama untuk menyelesaikan pekerjaan "Firman menampakkan diri dalam rupa manusia", menggunakan firman untuk menyempurnakan manusia, dan membuat manusia menerima penanganan dengan firman dan pemurnian firman. Dalam firman-Nya, Dia membuatmu mendapatkan pembekalan dan memperoleh hidup; dalam firman-Nya, engkau melihat pekerjaan dan perbuatan-Nya. Tuhan menggunakan firman untuk menghajar dan memurnikanmu, dan dengan demikian, jika engkau mengalami penderitaan, itu juga karena firman Tuhan. Sekarang ini, Tuhan tidak bekerja dengan fakta, tetapi dengan firman. Setelah firman-Nya datang kepadamu, barulah Roh Kudus bisa bekerja di dalam dirimu dan membuat engkau mengalami penderitaan atau mengecap kemanisan. Hanya firman Tuhan yang bisa membawamu ke dalam realitas, dan hanya firman Tuhan yang bisa membuatmu sempurna. Karena itu, setidaknya engkau harus memahami hal ini: pekerjaan yang dikerjakan Tuhan pada akhir zaman ini terutama menggunakan firman-Nya untuk menyempurnakan semua orang dan membimbing manusia. Semua pekerjaan yang dilakukan-Nya adalah melalui firman; Dia tidak menggunakan fakta untuk menghajarmu. Ada masa ketika sebagian orang menentang Tuhan. Tuhan tidak membuatmu merasakan ketidaknyamanan, dagingmu tidak dihajar, engkau juga tidak mengalami penderitaan—tetapi begitu firman-Nya datang kepadamu dan memurnikanmu, rasanya tidak tertahankan bagimu. Bukankah begitu? Selama masa para pelaku pelayanan, Tuhan memerintahkan untuk melemparkan manusia ke dalam jurang maut. Apakah manusia benar-benar sampai ke jurang maut? Hanya melalui menggunakan firman untuk memurnikan manusia, mereka masuk ke dalam jurang maut. Karena itu, selama akhir zaman, ketika Tuhan menjadi daging, Dia terutama menggunakan firman-Nya untuk menyelesaikan semuanya dan membuat segalanya menjadi jelas. Hanya dalam firman-Nya engkau bisa melihat siapa Dia; hanya dalam firman-Nya engkau bisa melihat bahwa Dia adalah Tuhan itu sendiri. Ketika Tuhan yang berinkarnasi datang ke bumi, Dia tidak melakukan pekerjaan lain selain menyampaikan firman—jadi, tidak diperlukan fakta; firman saja sudah cukup. Itu karena Dia terutama datang untuk melakukan pekerjaan ini, untuk membiarkan manusia melihat kuasa dan supremasi-Nya dalam firman-Nya, untuk membiarkan manusia melihat dalam firman-Nya bagaimana Dia dengan rendah hati menyembunyikan diri-Nya, dan untuk membuat manusia mengetahui keseluruhan diri-Nya dalam firman-Nya. Semua yang dimiliki-Nya dan siapa Dia ada dalam firman-Nya. Hikmat dan keajaiban-Nya ada dalam firman-Nya. Dalam hal ini, engkau dibuat melihat banyak metode yang digunakan Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya. Kebanyakan pekerjaan Tuhan selama masa ini adalah pembekalan, penyingkapan, dan penanganan manusia. Dia tidak mengutuk manusia begitu saja, dan bahkan jika Dia melakukannya, itu dilakukan melalui firman-Nya. Jadi, pada zaman ketika Tuhan menjadi daging, jangan berusaha melihat Tuhan menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan lagi, dan berhentilah selalu mencari tanda—tidak ada gunanya! Tanda-tanda itu tidak bisa membuat manusia sempurna! Lebih jelasnya: sekarang ini, Tuhan dalam daging yang nyata itu sendiri tidak bertindak; Dia hanya berfirman. Ini adalah kebenaran! Dia menggunakan firman untuk menyempurnakanmu, dan menggunakan firman untuk memberimu makan dan menyiramimu. Dia juga menggunakan firman untuk bekerja, dan Dia menggunakan firman dan bukan fakta untuk membuatmu mengenal kenyataan-Nya. Jika engkau mampu mengenali jenis pekerjaan Tuhan ini, akan sulit untuk menjadi negatif. Daripada berfokus pada hal-hal negatif, engkau seharusnya hanya berfokus pada hal-hal yang positif—artinya, terlepas dari apakah firman Tuhan digenapi atau tidak, atau apakah ada fakta atau tidak, Tuhan membuat manusia beroleh kehidupan dari firman-Nya, dan inilah tanda yang terbesar; dan bahkan, itulah fakta yang tak terbantahkan. Ini merupakan bukti terbaik yang melaluinya kita bisa mengenal Tuhan, dan ini adalah tanda yang jauh lebih besar daripada tanda mana pun. Hanya firman inilah yang bisa menyempurnakan manusia.

Dikutip dari "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada akhir zaman, Tuhan terutama menggunakan firman untuk menyempurnakan manusia. Dia tidak menggunakan tanda dan mukjizat untuk menekan atau meyakinkan manusia; ini tidak dapat membuat kuasa Tuhan menjadi jelas. Jika Tuhan hanya menunjukkan tanda dan mukjizat, akan tidak mungkin untuk memperjelas kenyataan Tuhan, dan dengan demikian mustahil untuk menyempurnakan manusia. Tuhan tidak menyempurnakan manusia dengan tanda dan mukjizat, tetapi menggunakan firman untuk menyirami dan menggembalakan manusia, di mana setelah itu ketaatan penuh manusia dan pengenalan manusia akan Tuhan tercapai. Inilah tujuan pekerjaan yang Dia lakukan dan firman yang disampaikan-Nya. Tuhan tidak menggunakan metode dengan menunjukkan tanda dan mukjizat untuk menyempurnakan manusia—Dia menggunakan firman, dan menggunakan berbagai metode kerja lainnya untuk menyempurnakan manusia. Apakah itu dengan pemurnian, penanganan, pemangkasan, atau pembekalan firman, Tuhan berbicara dari berbagai sudut pandang untuk menyempurnakan manusia, dan memberi manusia pengetahuan lebih besar tentang pekerjaan, hikmat, dan keajaiban Tuhan. ... Sebelumnya sudah Kukatakan bahwa ada sekelompok pemenang yang didapatkan dari Timur, para pemenang yang berasal dari tengah kesengsaraan besar. Apa yang dimaksud dengan perkataan ini? Itu berarti orang-orang yang telah didapatkan ini baru benar-benar taat setelah menjalani penghakiman dan hajaran, serta penanganan dan pemangkasan, serta berbagai jenis pemurnian. Kepercayaan orang-orang ini tidak samar dan abstrak, tetapi nyata. Mereka belum melihat tanda dan mukjizat atau keajaiban sedikit pun; mereka tidak berbicara tentang huruf-huruf yang tertulis dan doktrin yang sukar dipahami, atau wawasan yang mendalam; sebaliknya, mereka memiliki realitas dan firman Tuhan, dan pengenalan sejati akan kenyataan Tuhan. Bukankah kelompok orang semacam itu lebih mampu untuk memperjelas kuasa Tuhan?

Dikutip dari "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada akhir zaman, Tuhan telah datang terutama untuk mengucapkan firman-Nya. Dia berbicara dari sudut pandang Roh, dari sudut pandang manusia, dan dari sudut pandang orang ketiga; Dia berbicara dengan berbagai cara, menggunakan satu cara untuk satu masa tertentu, dan Dia menggunakan cara bicara untuk mengubah gagasan manusia dan menghapuskan gambaran Tuhan yang samar-samar dari hati manusia. Inilah pekerjaan utama yang dilakukan oleh Tuhan. Karena manusia meyakini bahwa Tuhan telah datang untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, melakukan mukjizat, dan mengaruniakan berkat materi kepada manusia, maka Tuhan melakukan tahap pekerjaan ini—yakni pekerjaan hajaran dan penghakiman—untuk menghapuskan hal-hal seperti itu dari gagasan manusia, supaya manusia dapat mengetahui kenyataan dan kenormalan diri Tuhan, dan supaya gambaran Yesus dapat dihilangkan dari hati mereka dan digantikan dengan gambaran Tuhan yang baru. Begitu gambaran Tuhan dalam diri manusia menjadi usang, gambaran itu menjadi berhala. Waktu Yesus datang dan melakukan tahap pekerjaan itu, Dia tidak merepresentasikan keseluruhan diri Tuhan. Dia melakukan sejumlah tanda dan keajaiban, mengucapkan beberapa firman, dan pada akhirnya disalibkan. Dia merepresentasikan satu bagian dari diri Tuhan. Dia tidak dapat merepresentasikan seluruh diri Tuhan, tetapi merepresentasikan Tuhan dalam melakukan satu bagian dari pekerjaan Tuhan. Hal ini karena Tuhan begitu besar, dan begitu ajaib, dan Dia tak terselami, dan karena Tuhan hanya melakukan satu bagian dari pekerjaan-Nya di setiap zaman. Pekerjaan yang Tuhan lakukan pada zaman ini terutama adalah penyediaan firman-Nya untuk hidup manusia; penyingkapan watak rusak manusia dan hakikat natur manusia; dan disingkirkannya gagasan agamawi, pemikiran kuno yang tak masuk akal, pemikiran yang ketinggalan zaman, serta pengetahuan dan budaya manusia. Semua hal ini harus dibersihkan dengan cara disingkapkan oleh firman Tuhan. Pada akhir zaman, Tuhan menggunakan firman, bukan tanda dan keajaiban, untuk menyempurnakan manusia. Dia menggunakan firman-Nya untuk menyingkapkan manusia, menghakimi manusia, menghajar manusia, dan menyempurnakan manusia, supaya di dalam firman Tuhan, manusia dapat melihat hikmat dan keindahan Tuhan, dan menjadi paham akan watak Tuhan, dan supaya melalui firman Tuhan, manusia melihat perbuatan-perbuatan Tuhan.

Dikutip dari "Mengenal Pekerjaan Tuhan pada Zaman Sekarang" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Meskipun firman-Ku mungkin keras, semuanya disampaikan untuk keselamatan manusia, karena Aku hanya menyampaikan firman dan tidak menghukum daging manusia. Firman ini menyebabkan manusia hidup dalam terang, supaya mereka tahu bahwa terang itu ada, bahwa terang itu berharga, terlebih lagi supaya manusia tahu bahwa firman ini mendatangkan keuntungan baginya, dan mengetahui bahwa Tuhan adalah keselamatan. Meskipun Aku telah menyampaikan banyak perkataan tentang hajaran dan penghakiman, semua itu belum dinyatakan kepadamu dalam perbuatan. Aku datang untuk melakukan pekerjaan-Ku, untuk menyampaikan firman-Ku. Sekalipun firman-Ku mungkin keras, firman itu disampaikan untuk menghakimi kerusakan dan pemberontakanmu. Tujuan-Ku melakukan ini tetaplah untuk menyelamatkan manusia dari wilayah kekuasaan Iblis, menggunakan firman-Ku untuk menyelamatkan manusia. Tujuan-Ku bukanlah untuk menyakiti manusia dengan firman-Ku. Firman-Ku keras sehingga ada hasil yang didapat dicapai dari pekerjaan-Ku. Hanya melalui bekerja dengan cara demikian, manusia dapat mengenal diri mereka sendiri dan melepaskan diri dari watak mereka yang membangkang. Makna terpenting dari pekerjaan firman adalah memungkinkan manusia melakukan kebenaran setelah memahaminya, mencapai perubahan dalam watak mereka, dan mendapatkan pengetahuan tentang diri mereka sendiri dan pekerjaan Tuhan. Hanya cara bekerja melalui berbicara yang dapat memungkinkan komunikasi antara Tuhan dan manusia, hanya firman yang dapat menjelaskan kebenaran. Bekerja demikian adalah cara terbaik untuk menaklukkan manusia; selain perkataan firman, tidak ada metode lain yang bisa memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada manusia tentang kebenaran dan pekerjaan Tuhan. Jadi, di tahap akhir pekerjaan-Nya, Tuhan berfirman kepada manusia untuk menyingkapkan semua kebenaran dan misteri yang tidak mereka pahami, memungkinkan mereka mendapatkan jalan yang benar dan kehidupan dari Tuhan, dan dengan demikian memuaskan kehendak Tuhan. Tujuan pekerjaan Tuhan atas manusia adalah agar mereka dapat memuaskan kehendak Tuhan dan semua itu dilakukan untuk menyelamatkan manusia. Oleh karena itu, selama waktu penyelamatan-Nya atas manusia, Dia tidak melakukan pekerjaan menghukum manusia. Selama waktu penyelamatan manusia, Tuhan tidak menghukum yang jahat atau memberi upah kepada yang baik, maupun mengungkapkan tempat tujuan untuk semua jenis manusia yang berbeda. Sebaliknya, hanya setelah tahap akhir pekerjaan-Nya selesai, Dia akan melakukan pekerjaan menghukum yang jahat dan memberi upah kepada yang baik, dan baru setelah itu Dia akan mengungkapkan kesudahan dari segala jenis manusia yang berbeda. Mereka yang dihukum adalah orang-orang yang memang tidak dapat diselamatkan, sementara mereka yang diselamatkan adalah orang-orang yang telah memperoleh keselamatan Tuhan selama masa penyelamatan-Nya atas manusia. Selama masa pekerjaan penyelamatan Tuhan, semua orang yang dapat diselamatkan akan diselamatkan sampai batas maksimal, tidak seorang pun yang dibuang, karena tujuan pekerjaan Tuhan adalah menyelamatkan manusia. Semua orang yang selama masa penyelamatan Tuhan atas manusia tidak dapat mencapai perubahan dalam watak mereka—beserta semua orang yang tidak dapat menaati Tuhan sepenuhnya—akan menjadi sasaran hukuman. Tahap pekerjaan ini—pekerjaan firman—membukakan segala jalan dan misteri yang tidak dipahami orang, sehingga mereka dapat memahami kehendak Tuhan dan tuntutan Tuhan atas mereka, sehingga mereka dapat memenuhi persyaratan untuk melakukan firman Tuhan dan mencapai perubahan watak mereka. Tuhan hanya menggunakan firman untuk melakukan pekerjaan-Nya, dan tidak menghukum orang karena mereka sedikit membangkang, karena sekaranglah waktunya pekerjaan penyelamatan. Jika setiap orang yang membangkang dihukum, tidak seorang pun akan memiliki kesempatan untuk diselamatkan; mereka semua akan dihukum dan jatuh ke Alam Maut. Tujuan dari firman yang menghakimi manusia adalah untuk menolong mereka mengenal diri mereka sendiri dan menaati Tuhan; bukan supaya dihukum dengan penghakiman seperti itu.

Dikutip dari "Engkau Harus Mengesampingkan Berkat Status dan Memahami Kehendak Tuhan untuk Memberikan Keselamatan kepada Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Melalui apa penyempurnaan Tuhan atas manusia bisa dicapai? Ini dicapai melalui watak benar-Nya. Watak Tuhan terutama terdiri atas kebenaran, murka, kemegahan, penghakiman, dan kutuk, dan Dia menyempurnakan manusia terutama melalui penghakiman-Nya. Sebagian orang tidak paham, dan bertanya mengapa Tuhan hanya bisa menjadikan manusia sempurna melalui penghakiman dan kutuk. Mereka berkata, "Jika Tuhan mengutuk manusia, bukankah manusia akan mati? Jika Tuhan menghakimi manusia, bukankah manusia akan terkutuk? Lalu bagaimana ia masih bisa disempurnakan?" Demikianlah perkataan orang yang tidak mengenal pekerjaan Tuhan. Yang Tuhan kutuk adalah ketidaktaatan manusia, dan yang dihakimi-Nya adalah dosa-dosa manusia. Walaupun Dia berbicara dengan keras dan tanpa belas kasihan, Dia mengungkapkan segala sesuatu yang ada di dalam diri manusia, mengungkapkan apa yang penting di dalam diri manusia melalui perkataan yang keras ini, kendati demikian, melalui penghakiman seperti itu, Dia memberi manusia pengetahuan yang mendalam tentang esensi daging, dan dengan demikian manusia tunduk di hadapan Tuhan. Daging manusia itu berdosa, berasal dari Iblis, tidak taat, dan merupakan sasaran hajaran Tuhan. Jadi, untuk memungkinkan manusia mengenal dirinya sendiri, firman penghakiman Tuhan harus dijatuhkan atasnya dan berbagai jenis pemurnian harus digunakan; baru saat itulah pekerjaan Tuhan bisa efektif.

Dikutip dari "Hanya Dengan Mengalami Ujian-Ujian yang Menyakitkan Engkau Semua Bisa Mengenal Keindahan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan memiliki banyak cara untuk menyempurnakan manusia. Dia menggunakan berbagai macam lingkungan untuk menangani watak rusak manusia, dan memakai bermacam hal untuk menyingkapkan manusia; suatu saat Dia menangani manusia, di saat lainnya Dia menyingkapkan manusia, menggali dan menyingkapkan berbagai "misteri" di kedalaman hati manusia, dan menunjukkan kepada manusia natur dirinya dengan menyingkapkan banyak hal mengenai keadaannya. Tuhan menyempurnakan manusia melalui beragam cara—melalui penyingkapan, penanganan, pemurnian, dan hajaran—sehingga manusia bisa mengetahui bahwa Tuhan itu nyata.

Dikutip dari "Hanya Mereka yang Berfokus pada Penerapan yang Dapat Disempurnakan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini adalah untuk membuat manusia meninggalkan Iblis, nenek moyang mereka. Semua penghakiman oleh firman ditujukan untuk mengungkapkan watak manusia yang jahat dan memampukan manusia memahami esensi kehidupan. Penghakiman yang berulang ini menembus hati manusia. Setiap penghakiman berkaitan secara langsung dengan nasib mereka dan dimaksudkan untuk melukai hati mereka sehingga mereka bisa melepaskan hal-hal itu dan dengan demikian mulai mengenal kehidupan, mengenal dunia yang kotor ini, mengenal hikmat dan kemahakuasaan Tuhan dan juga mengenal umat manusia, yang dirusak oleh Iblis. Semakin banyak manusia menerima jenis hajaran dan penghakiman ini, semakin hati manusia bisa terluka dan semakin rohnya dapat dibangkitkan. Membangkitkan roh manusia yang sangat rusak dan telah tertipu sedemikian dalamnya adalah tujuan dari penghakiman ini. Manusia tidak memiliki roh, yaitu, rohnya sudah lama mati dan dia tidak tahu bahwa surga itu ada, tidak tahu bahwa Tuhan itu ada, dan tentu saja tidak tahu bahwa dia sedang bergumul dalam jurang maut; bagaimana mungkin dia bisa tahu bahwa dia sedang hidup dalam neraka yang jahat di bumi ini? Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui bahwa mayat dirinya yang sudah busuk, karena dirusak Iblis ini telah jatuh ke dalam alam maut? Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui bahwa semua yang ada di bumi telah lama dirusak dan tidak bisa diperbaiki oleh umat manusia? Dan bagaimana mungkin dia bisa mengetahui bahwa Sang Pencipta telah datang ke bumi saat ini dan sedang mencari sekelompok orang yang rusak yang bisa diselamatkan-Nya? Bahkan setelah manusia mengalami segala kemungkinan pemurnian dan penghakiman, kesadarannya yang tumpul tetap nyaris tidak bergerak dan memang hampir tidak responsif. Betapa merosotnya umat manusia! Dan walaupun penghakiman semacam ini adalah seperti hujan es yang kejam yang jatuh dari langit, hal itu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Jika bukan untuk menghakimi orang seperti ini, tidak akan ada hasil dan sama sekali tidak mungkin untuk menyelamatkan manusia dari jurang kesengsaraan. Jika bukan karena pekerjaan ini, akan sulit bagi manusia untuk keluar dari alam maut karena hati mereka sudah lama mati dan roh mereka telah lama dinjak-injak oleh Iblis. Menyelamatkan engkau semua yang telah tenggelam ke dalam kemerosotan yang terdalam mengharuskan-Ku untuk memanggilmu dengan keras, menghakimimu dengan keras; baru setelah itulah akan mungkin untuk membangkitkan hatimu yang membeku.

Dikutip dari "Hanya Mereka yang Telah Disempurnakan Bisa Menjalani Hidup yang Bermakna" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau harus tahu bahwa usaha Tuhan dalam menyempurnakan, melengkapi, dan mendapatkan manusia tidak membawa apa pun kecuali pedang dan pukulan atas daging mereka, dan mendatangkan penderitaan tanpa batas, api yang menyala-nyala, penghakiman tanpa belas kasihan, hajaran, dan kutuk, dan juga ujian yang tanpa batas. Seperti itulah kisah dan kebenaran yang sesungguhnya dari pekerjaan untuk mengelola manusia. Namun, semua hal ini ditujukan pada daging manusia, dan semua panah permusuhan ditujukan tanpa ampun terhadap daging manusia (karena manusia tidak bersalah). Semua itu demi kemuliaan dan kesaksian-Nya, dan demi pengelolaan-Nya. Hal ini karena pekerjaan-Nya tidak semata-mata demi umat manusia, tetapi demi keseluruhan rencana dan juga untuk memenuhi kehendak-Nya yang semula saat Dia menciptakan manusia. Oleh karena itu, mungkin sembilan puluh persen dari yang dialami manusia melibatkan penderitaan dan ujian dalam api, dan hanya ada sangat sedikit atau bahkan tidak ada hari-hari yang nikmat dan menyenangkan yang didambakan oleh daging manusia. Terlebih lagi, manusia juga tidak mampu menikmati momen menyenangkan dalam daging untuk menghabiskan waktu yang indah bersama Tuhan. Daging ini kotor, sehingga apa yang dilihat dan dinikmati oleh daging manusia tiada lain kecuali hajaran Tuhan, yang tidak disukai manusia, dan yang seakan-akan tidak memiliki alasan yang wajar. Hal ini karena Tuhan akan mewujudkan watak-Nya yang benar, yang tidak disukai oleh manusia, tidak menoleransi pelanggaran manusia, dan membenci musuh. Tuhan secara terbuka menyingkapkan semua watak-Nya melalui sarana apa pun yang diperlukan, dan dengan demikian menyelesaikan pekerjaan-Nya selama enam ribu tahun berperang melawan Iblis—pekerjaan keselamatan bagi seluruh umat manusia dan pemusnahan si Iblis tua!

Dikutip dari "Tujuan Mengelola Umat Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan menggunakan penghakiman-Nya untuk menyempurnakan manusia, Dia telah mengasihi manusia, dan menyelamatkan manusia—tetapi seberapa banyak yang terkandung dalam kasih-Nya? Ada penghakiman, kemegahan, murka, dan kutukan. Walaupun Tuhan mengutuk manusia di masa lalu, Dia tidak sepenuhnya melemparkan manusia ke jurang maut, tetapi menggunakan sarana itu untuk memurnikan iman manusia; Dia tidak menghukum mati manusia, tetapi bertindak untuk menjadikan manusia sempurna. Esensi daging adalah apa yang berasal dari Iblis—Tuhan mengatakannya dengan tepat—tetapi fakta yang dilaksanakan oleh Tuhan belum dilengkapi menurut firman-Nya. Dia mengutukmu agar engkau bisa mengasihi-Nya, sehingga engkau bisa mengenal esensi daging; Dia menghajarmu agar engkau terbangun, agar engkau mengenal kekurangan-kekurangan di dalam dirimu, dan mengenal ketidaklayakan manusia. Maka, kutukan Tuhan, penghakiman-Nya, dan kemegahan serta murka-Nya—semua itu ditujukan untuk membuat manusia sempurna. Semua yang dilakukan Tuhan saat ini, dan watak benar yang diperjelas-Nya di dalam engkau semua—ini semua untuk menjadikan manusia sempurna. Demikianlah kasih Tuhan.

Dikutip dari "Hanya Dengan Mengalami Ujian-Ujian yang Menyakitkan Engkau Semua Bisa Mengenal Keindahan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Setiap firman Tuhan menyerang salah satu titik mematikan kita, membuat kita terluka dan dipenuhi dengan ketakutan. Dia menyingkapkan gagasan, imajinasi, dan watak kita yang rusak. Dari semua yang kita katakan dan lakukan, hingga setiap pikiran dan gagasan kita, natur dan hakikat kita disingkapkan dalam firman-Nya, menempatkan kita dalam keadaan takut dan gemetar, tanpa bisa menyembunyikan rasa malu kita. Satu demi satu, Dia memberi tahu kita tentang semua tindakan, tujuan, dan niat kita, bahkan watak kita yang rusak yang tidak pernah kita sendiri temukan, membuat kita merasa ditelanjangi dalam seluruh ketidaksempurnaan kita yang menyedihkan dan, terlebih lagi, sepenuhnya dimenangkan. Dia menghakimi kita karena menentang-Nya, menghajar kita karena menghujat dan mengutuk-Nya, dan membuat kita merasa bahwa di mata-Nya, kita tidak memiliki sedikit pun yang kelayakan untuk ditebus, bahwa kita adalah Iblis dalam rupa manusia. Harapan kita hancur, kita tidak lagi berani mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal atau mengharapkan sesuatu dari-Nya, dan bahkan impian kita sirna dalam semalam. Ini adalah fakta yang tidak dapat dibayangkan oleh seorang pun dari antara kita dan tidak bisa diterima oleh seorang pun dari antara kita. Dalam sekejap, kita kehilangan keseimbangan batin kita dan tidak tahu bagaimana caranya menempuh jalan yang terbentang di depan, atau bagaimana melanjutkan kepercayaan kita. Tampaknya seolah-olah iman kita kembali ke titik awal dan seolah-olah kita belum pernah bertemu dengan Tuhan Yesus atau telah mengenal-Nya. Segala sesuatu di hadapan kita membuat kita bingung dan membuat kita terombang-ambing tanpa tujuan. Kita tawar hati, kita kecewa, dan di dalam lubuk hati kita ada amarah dan aib yang tak tertahankan. Kita berusaha untuk melampiaskan, mencari jalan keluar, dan, terlebih lagi, terus menantikan Juruselamat kita, Yesus, agar kita dapat mencurahkan isi hati kita kepada-Nya. Walaupun ada kalanya ketika secara lahiriah kita tampak dalam keadaan seimbang, tidak sombong atau rendah hati, dalam hati kita dirundung dengan rasa kehilangan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Meskipun terkadang kita tampak begitu tenang di luar, pikiran kita bergejolak dengan siksaan seperti lautan badai. Penghakiman dan hajaran-Nya telah melucuti semua harapan dan impian kita, mengakhiri keinginan kita yang muluk-muluk dan membuat kita tidak mau percaya bahwa Dia adalah Juruselamat kita dan sanggup menyelamatkan kita. Penghakiman dan hajaran-Nya telah membuka jurang di antara kita dan diri-Nya, jurang yang begitu dalam hingga tak seorang pun mau menyeberanginya. Penghakiman dan hajaran-Nya adalah pertama kalinya di mana kita mengalami kemunduran dan penghinaan yang begitu besar dalam hidup kita. Penghakiman dan hajaran-Nya telah membuat kita benar-benar menghargai kehormatan dan intoleransi Tuhan terhadap pelanggaran manusia, dibandingkan dengan kita yang begitu hina dan sangat najis. Penghakiman dan hajaran-Nya membuat kita menyadari untuk pertama kalinya betapa congkak dan sombongnya kita, dan betapa manusia tidak akan pernah menyamai Tuhan, atau setara dengan Tuhan. Penghakiman dan hajaran-Nya membuat kita rindu untuk tidak lagi hidup dalam watak yang sedemikian rusak, untuk menyingkirkan natur dan hakikat ini dari diri kita secepat mungkin, dan berhenti menjadi hina dan menjijikkan bagi-Nya. Penghakiman dan hajaran-Nya membuat kita dengan senang hati menaati firman-Nya, tidak lagi memberontak terhadap pengaturan dan rencana-Nya. Penghakiman dan hajaran-Nya telah sekali lagi memberi kita keinginan untuk bertahan hidup dan membuat kita senang menerima-Nya sebagai Juruselamat kita .... Kita sudah melangkah keluar dari pekerjaan penaklukan, keluar dari neraka, keluar dari lembah bayang-bayang maut .... Tuhan Yang Mahakuasa telah mendapatkan kita, sekelompok orang ini! Dia sudah menang atas Iblis dan mengalahkan sejumlah besar musuh-Nya!

Dikutip dari "Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tinggalkan komentar