Berlangganan

Menu

Ketika Saya Menderita Kesakitan dan Hidup Saya Redup, Tuhan Telah Menyelamatkan Saya

Saya lahir di sebuah keluarga biasa di pedesaan. Sejak saya masih kecil, saya iri pada orang-orang kaya yang tidak perlu khawatir tentang makanan dan pakaian. Saat itu, saya diam-diam bertekad untuk menciptakan hidup yang bahagia dengan upaya saya sendiri. Saya percaya bahwa selama saya bekerja keras, saya akan dapat mengubah nasib saya dan menjalani hidup yang kaya.

Ketika saya berumur sembilan belas tahun, saya mulai bekerja di industri pakaian. Setiap hari, saya bangun awal dan tidur larut malam untuk membuat pakaian. Saya berusaha menghasilkan lebih banyak uang untuk memenuhi keinginan saya. Saya melakukan pekerjaan ini selama 20 tahun. Meskipun saya menghasilkan uang, karena saya kelelahan dan begadang sepanjang tahun, saya menderita banyak penyakit seperti penyakit perut, radang usus, kolesistitis, radang sendi, penyakit ginekologi, sakit kepala, dan hepatitis. Untuk menyembuhkan penyakit saya, saya pergi mencari dokter untuk meminta pengobatan di mana-mana, tetapi penyakit saya tidak kunjung sembuh, sebaliknya bertambah buruk. Seorang dokter terkenal yang pensiun berkata kepada saya: “Penyakit Anda disebabkan karena Anda kelelahan dan begadang sepanjang tahun. Tidak ada dokter yang bisa menyembuhkan penyakit Anda! …” Setelah pulang ke rumah, saya memikirkan kembali kata-kata dokter tua itu, saya mencuci muka saya dengan air mata sepanjang hari, saya berpikir bahwa saya telah bekerja keras sepanjang hari untuk menghasilkan uang, tetapi pada akhirnya, saya tidak hanya tidak dapat menjalani kehidupan sebagai orang kaya, sebaliknya seluruh tubuh saya penuh dengan penyakit. Kapan hari yang menyakitkan seperti ini akan tamat? Hidup saya terlalu menyakitkan!

Suatu malam, saya menderita penyakit lagi. Saya sangat tidak nyaman sehingga saya tidak dapat tahan lagi, lalu sebuah ide muncul di hati saya: Lebih baik saya pergi terjun ke sungai dan mati! Kalau saya mati, saya tidak usah disiksa oleh penyakit lagi! Jadi saya lari ke sungai di luar halaman rumah saya dan ingin terjun ke sungai untuk menenggelamkan diri saya. Tanpa diduga, ketika saya terjun ke sungai, suami saya menemukan saya, lalu dia bergegas melompat ke sungai untuk menyelamatkan saya. Suatu malam setelah beberapa hari, ketika saya begadang semalaman untuk membuat pakaian, perut saya mulai sakit lagi, sehingga saya tidak bisa lagi terus membuat pakaian. Pikiran tentang kematian sekali lagi timbul dalam benak saya, saya berpikir: Lebih baik saya mati begitu saja! Saya akan lolos dari penderitaan setelah mati! Saya mengambil tali dan mengikat tali ke balok atap ketika suami saya tidur nyenyak, dan saya bersiap untuk membunuh diri dengan menggantungkan diri. Pada saat itu, saya tiba-tiba berpikir bahwa anak saya akan kehilangan kasih dari ibu kalau saya meninggal, dan orang tua saya yang berusia lanjut juga akan kehilangan anak perempuannya. Mereka pasti akan menderita pada saat itu … sambil memikirkannya, saya menangis dengan sedihnya. Suara tangisan saya itu telah membangunkan suami saya. Dia buru-buru bangun dan membujuk saya: “Mengapa kamu begitu bodoh! Selalu ada jalan penyelesaian dalam setiap hal, dan Tuhan akan membukakan jalan bagi kita!” Mendengar apa yang suami saya katakan, saya merasa cerah dalam hati saya, apakah memang ada Tuhan di dunia ini? Apakah nasib saya benar-benar ada di tangan Tuhan? Melihat kembali kerja keras selama bertahun-tahun ini, itu tidak mengubah nasib saya dan membuat saya kaya. Ada perasaan samar-samar bahwa nasib saya benar-benar tidak dapat dikendalikan oleh saya. Saya sangat merindukan Tuhan, jadi saya memanggil Tuhan dalam hati saya agar Dia bisa menyelamatkan saya dari lautan penderitaan.

Ketika saya memiliki sedikit ketetapan hati untuk mencari, kasih Tuhan datang kepada saya. Suatu hari, seorang saudari memberitakan Injil kerajaan Tuhan kepada saya. Dia berkata, “Tujuan Tuhan berinkarnasi untuk berfirman dan melakukan pekerjaan kali ini adalah untuk menyelamatkan kita.” Saudari itu mengetahui bahwa saya telah menderita penyakit, lalu dia membacakan sebuah perikop firman Tuhan untuk saya: “Apa sumber penderitaan seumur hidup mulai dari melahirkan, kematian, penyakit, dan usia tua yang manusia alami? Apa yang menyebabkan manusia mengalami hal-hal ini Manusia tidak mengalami hal-hal ini ketika mereka pertama kali diciptakan, bukan? Jadi darimanakah datangnya semua itu? Semua ini terwujud setelah manusia dicobai Iblis dan daging mereka menjadi merosot. Rasa sakit daging manusia, penderitaannya, dan kehampaannya serta urusan dunia manusia yang sangat menyedihkan, hanya datang begitu Iblis telah merusak manusia. Setelah manusia dirusak oleh Iblis, ia mulai menyiksa mereka. Akibatnya, mereka menjadi semakin merosot. Penyakit mereka menjadi semakin parah, dan penderitaan mereka semakin lama menjadi semakin berat. Semakin banyak orang merasakan kekosongan dan tragedi dunia manusia, juga ketidakmampuan mereka untuk terus hidup di sana, dan mereka merasa semakin lama semakin kehilangan harapan untuk dunia. Jadi. penderitaan ini ditimpakan kepada manusia oleh Iblis, dan hal ini terjadi hanya setelah manusia dirusak Iblis dan daging manusia menjadi merosot” (“Makna dari Tuhan Mengecap Penderitaan Duniawi”).

Saudari bersekutu: “Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa, kita memiliki penderitaan hanya setelah kita dirusak dan digoda Iblis. Iblis telah menggunakan beberapa pandangan yang salah untuk menggoda kita, dan membuat kita secara keliru percaya bahwa perkataannya adalah benar, lalu mengejar dan berjuang untuk tujuan tersebut. Sebagai hasilnya, meskipun kita bekerja keras selama beberapa tahun atau bahkan dekade, nasib kita tidak berubah. Sebaliknya kita disakiti oleh Iblis sampai seluruh tubuh kita penuh penyakit, sehingga kita berpikir terlalu menyakitkan untuk hidup dan ingin mati. Ini adalah muslihat dan niat jahat Iblis. Iblis datang semata-mata untuk menyakiti kita. Setelah ia membuat kita mengalami penderitaan yang tak terkatakan, ia akan mengakhiri nasib kita dan menyeret kita ke neraka. Inkarnasi Tuhan hari ini adalah untuk sepenuhnya menyelamatkan kita dari pengaruh Iblis dan menjauhi siksaan Iblis, dan dengan demikian hidup dalam pemeliharaan dan perlindungan Tuhan.

Setelah mendengarkan firman Tuhan dan persekutuan saudari, saya mengerti bahwa hidup saya yang penuh dengan penderitaan, di mana kematian lebih baik daripada terus hidup selama bertahun-tahun ini, adalah disebabkan oleh penderitaan Iblis. Pandangan yang saya pegang seperti “Manusia dapat menciptakan tanah air yang menyenangkan dengan tangannya sendiri” dan “Nasib kita ditentukan oleh kita sendiri”, semuanya berasal dari Iblis. Saya hidup dengan mengandalkan pepatah Iblis ini, sehingga saya ingin mengubah nasib saya dengan tangan saya sendiri. Akibatnya, nasib saya tidak berubah. Sebaliknya, saya dikendalikan oleh ide-ide dan pemikiran ini untuk menghasilkan lebih banyak uang dan menjalani hidup yang kaya. Akibatnya, kelelahan yang terlampau telah membuat tubuh saya penuh dengan penyakit dan hidup dengan sengsara dan menyedihkan. Baru setelah itu saya menyadari bahwa Iblis sangat jahat dan menjijikan! Jika bukan karena penyingkapan firman Tuhan, saya akan dicelakai olehnya sampai mati tanpa mengetahui alasannya. Firman Tuhan telah memberikan saya ketajaman untuk membedakan yang benar dari yang salah, dan saya bersyukur dan memuji Tuhan dalam hati saya.

Suatu malam, saya dan suami saya melihat firman Tuhan yang mengatakan: “Tuhan menciptakan dunia ini. Dialah yang menciptakan umat manusia, dan bahkan Dialah perancang kebudayaan Yunani kuno dan peradaban manusia. Hanya Tuhan yang menghibur umat manusia dan hanya Tuhan yang peduli pada umat manusia ini siang dan malam. Perkembangan dan kemajuan manusia tidak dapat dipisahkan dari kedaulatan Tuhan, dan sejarah serta masa depan umat manusia berkaitan erat dengan rancangan-rancangan Tuhan. Apabila engkau seorang Kristen sejati, engkau tentu akan percaya bahwa kebangkitan dan kejatuhan suatu negara atau bangsa terjadi sesuai dengan rancangan Tuhan. Hanya Tuhan sendiri yang mengetahui nasib suatu negara atau bangsa, dan hanya Tuhan sendiri yang mengendalikan perjalanan umat manusia ini. Jika umat manusia ingin mendapatkan nasib yang baik, jika suatu negara ingin mendapatkan nasib yang baik, manusia harus sujud menyembah kepada Tuhan, bertobat dan mengaku di hadapan Tuhan. Jika tidak, nasib dan tempat tujuan manusia tak ayal lagi akan berakhir dalam malapetaka” (“Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia”). Dari firman Tuhan, saya menyadari bahwa nasib kita masing-masing serta nasib setiap negara ada di tangan Tuhan. Hanya ketika kita datang kepada Tuhan, tunduk dan menyembah Tuhan, barulah kita akan memiliki nasib yang baik. Jika kita berpaling dari Tuhan, menolak Tuhan, dan berlindung pada Iblis, itu hanya akan membawa penderitaan tanpa akhir kepada diri kita sendiri, dan akhirnya binasa bersama dengan Iblis. Saya telah disiksa oleh berbagai penyakit selama bertahun-tahun, bukankah itu disebabkan karena saya dianiaya dan dibodohi oleh Iblis? Saya hampir menghancurkan hidup saya. Saya mencoba membunuh dua kali sebelumnya tetapi gagal. Saya sadar sekali bahwa ini adalah pemeliharaan dan perlindungan Tuhan terhadap saya. Jika tidak, saya sudah lama diseret ke neraka oleh Iblis. Pada saat ini, saya membawa situasi saya ke hadapan Tuhan untuk berdoa, dan saya memutuskan untuk tidak lagi mengandalkan racun Iblis “Nasib kita ditentukan oleh kita sendiri” dan “Manusia dapat menciptakan tanah air yang menyenangkan dengan tangannya sendiri” untuk hidup. Saya hanya ingin tunduk pada pengendalian dan pengaturan Tuhan. Sejak itu, saya berhenti begadang untuk membuat pakaian. Saat saya membaca lebih banyak firman Tuhan, saya tertarik dan tersentuh oleh firman Tuhan, dan secara bertahap mengetahui bagaimana Iblis merusak manusia, bagaimana Tuhan menyelamatkan manusia, dan apa kesudahan bagi umat manusia pada masa depan… Hati saya semakin tercerahkan dan penuh dengan sukacita. Saya juga merasakan pelepasan yang tidak pernah saya rasakan dalam roh saya. Sejak itu hidup saya kembali normal.

Setahun kemudian, ketika saya memikirkan penyakit saya, saya memiliki persyaratan terhadap Tuhan dalam hati saya, dan saya ingin Tuhan menyembuhkan penyakit saya secepat mungkin. Saudari itu menyampaikan kebenaran kepada saya: “Tuhan adalah Sang Pencipta, sementara kita adalah makhluk ciptaan. Kita seharusnya tidak memiliki persyaratan terhadap Tuhan. Tidak peduli bagaimana Sang Pencipta memperlakukan kita, kita harus menaati pengaturan dan penataan Tuhan. Jika kita memiliki persyaratan terhadap Tuhan, ini adalah perilaku yang tidak rasional. Mari kita melihat satu paragraf dari firman Tuhan: ‘Manusia percaya bahwa ketika Tuhan menyelamatkan manusia, Dia melakukannya dengan menjamah mereka dengan berkat dan kasih karunia-Nya, sehingga mereka dapat memberikan hati mereka kepada-Nya. Artinya, Tuhan menyelamatkan manusia dengan menjamah mereka. Keselamatan seperti ini diperoleh lewat kesepakatan. Hanya ketika Tuhan menganugerahkan seratus kali lipat kepada mereka, barulah manusia mau tunduk di hadapan nama Tuhan, dan berusaha melakukan yang terbaik bagi Dia dan memberi-Nya kemuliaan. Ini bukan yang dimaksudkan Tuhan bagi umat manusia. Tuhan telah datang untuk bekerja di bumi demi menyelamatkan umat manusia yang sudah rusak; tidak ada kepalsuan dalam hal ini. Jika tidak, Dia pasti tidak akan datang untuk melakukan pekerjaan-Nya secara pribadi. Di masa lalu, sarana keselamatan-Nya adalah menunjukkan kasih dan belas kasihan yang terbesar, sehingga Dia menyerahkan segala milik-Nya kepada Iblis untuk ditukar dengan seluruh umat manusia. Hari ini tidak seperti masa lalu: hari ini, keselamatanmu terjadi di akhir zaman, di saat masing-masing manusia dikelompokkan menurut jenisnya; sarana keselamatanmu bukanlah kasih atau belas kasihan, tetapi hajaran dan penghakiman agar manusia dapat diselamatkan secara menyeluruh‘ (“Engkau Harus Mengesampingkan Berkat Status dan Memahami Kehendak Tuhan untuk Memberikan Keselamatan kepada Manusia”).”

Saudari meneruskan persekutuan dengan mengatakan: “Jika kita berpendapat bahwa selama kita percaya kepada Tuhan, Tuhan harus memberi kita rahmat, Dia harus membuat tubuh kita tidak memiliki penyakit dan memberkati keluarga kita agar aman, semuanya berjalan dengan baik, maka tujuan pengejaran seperti itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Karena saat ini, Tuhan sedang bekerja untuk menyelamatkan kita, dan pekerjaan ini terutama menyingkirkan watak rusak kita dengan firman-firman penghakiman dan hajaran, sehingga kita tidak lagi hidup dengan mengandalkan pemikiran, pandangan serta racun Iblis, tetapi hidup dengan mengandalkan firman Tuhan dan menghidupi keserupaan manusia yang benar. Jadi kita harus meluruskan sudut pandang kita dalam iman kita kepada Tuhan, menaati pekerjaan Tuhan, menerima penghakiman dan hajaran firman Tuhan, dan mempraktikkan firman Tuhan. Ketika watak rusak kita berubah, berkat Tuhan secara alami akan datang kepada kita.” Melalui persekutuan saudari, saya mengerti bahwa jika saya percaya kepada Tuhan hanya bertujuan untuk menikmati rahmat dan berkat Tuhan, maka racun Iblis dalam diri saya tidak dapat disingkirkan, dan saya akan masih hidup dalam gambar Iblis. Hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan, barulah saya dapat menyingkirkan racun Iblis dalam diri saya, memulihkan hati nurani dan akal saya, dan berubah menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan.

Setelah saya memahami kehendak Tuhan, saya tidak lagi menuntut Tuhan untuk menyembuhkan penyakit saya, melainkan menetapkan tekad: “Tidak peduli apakah penyakit saya sembuh atau menjadi parah, saya harus menaati Tuhan, menyembah Tuhan, dan memenuhi tugas sebagai makhluk ciptaan untuk membalas kasih Tuhan.” Kemudian, saya melaksanakan tugas saya di gereja dan sering tinggal bersama saudara-saudari. Saya merasa bebas di hati saya, dan tidak lagi dibatasi dan dibelenggu oleh penyakit. Hati saya merasa penuh. Rasa sakit serta kegelisahan saya juga berkurang. Saya tidak lagi memiliki niat untuk membunuh diri, tetapi penuh harapan terhadap kehidupan di masa depan. Tatkala suami saya melihat perubahan saya, dia berkata dengan gembira: “Kamu benar-benar telah berubah sekarang, tidak seperti sebelumnya, saya tidak dapat menemukan wajahmu yang menyakitkan lagi!” Setelah mendengar ini, saya sangat bahagia. Saya tahu itu adalah kasih dan belas kasihan Tuhan. Tuhanlah yang memberi saya hidup baru. Saya juga memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang “Tuhan mengendalikan nasib manusia”. Sekarang, berbagai penyakit di tubuh saya berangsur-angsur menghilang, dan seluruh tubuh saya menjadi lebih energik. Orang yang mengenal saya mengatakan bahwa saya adalah orang yang diberkati. Saya tahu bahwa Tuhan telah menyelamatkan saya dan memimpin saya keluar dari ikatan Iblis, sehingga saya dapat menempuh jalan hidup yang benar. Terima kasih Tuhan, segala kemuliaan bagi Tuhan!