Menu

Firman Tuhan Harian: Tempat Tujuan dan Kesudahan | Kutipan 584 Firman Tuhan Harian: Tempat Tujuan dan Kesudahan | Kutipan 584
00:00/ 00:00

Firman Tuhan Harian: Tempat Tujuan dan Kesudahan | Kutipan 584

00:00
00:00

Aku telah melakukan banyak pekerjaan di antara engkau semua, dan tentu saja, telah mengucapkan juga sejumlah perkataan. Namun, mau tak mau Aku merasa bahwa firman-Ku dan pekerjaan-Ku belum sepenuhnya memenuhi tujuan pekerjaan-Ku pada akhir zaman. Karena pada akhir zaman, pekerjaan-Ku bukanlah demi seseorang tertentu ataupun orang-orang tertentu, tetapi demi menunjukkan watak dasar-Ku. Namun, karena berbagai alasan—mungkin kurangnya waktu atau jadwal kerja yang sibuk—orang-orang belum memperoleh pengetahuan apa pun tentang diri-Ku dari watak-Ku. Oleh karena itu, Aku memulai rencana baru-Ku, pekerjaan terakhir-Ku, dan membuka lembaran baru dalam pekerjaan-Ku, sehingga semua orang yang melihat-Ku akan memukuli dada mereka dan menangis serta meratap tanpa henti karena keberadaan-Ku. Ini karena Aku membawa akhir umat manusia pada dunia, dan mulai dari saat ini, Aku akan membukakan sepenuhnya keseluruhan watak-Ku di hadapan umat manusia sehingga mata semua orang yang mengenal Aku dan yang tidak mengenal Aku dapat terpuaskan dan melihat bahwa Aku memang telah datang ke dunia manusia, telah datang ke bumi di mana semua hal bertambah banyak. Inilah rencana-Ku, dan satu-satunya "pengakuan"-Ku sejak Aku menciptakan umat manusia. Hendaklah engkau semua memusatkan segenap perhatianmu pada setiap gerakan-Ku, karena tongkat-Ku sekali lagi menekan dengan keras umat manusia, pada semua orang yang menentang Aku.

Bersama langit, Aku memulai pekerjaan yang harus Aku lakukan. Dan demikianlah, Aku menelusuri jalan-Ku melalui arus manusia dan bergerak di antara langit dan bumi, tanpa seorang pun pernah merasakan gerakan-Ku ataupun memperhatikan firman-Ku. Oleh karenanya, rencana-Ku terus berjalan dengan lancar. Hanya saja seluruh indramu telah menjadi sedemikian mati rasa sampai-sampai engkau semua tidak menyadari langkah-langkah pekerjaan-Ku. Namun, pasti akan tiba harinya saat engkau semua akan menyadari maksud-maksud-Ku. Sekarang ini, Aku hidup bersamamu dan menderita bersamamu, dan telah sejak lama Aku memahami sikap umat manusia terhadap-Ku. Aku tidak ingin berbicara lebih jauh mengenai hal ini, terlebih lagi, Aku tidak ingin mempermalukanmu dengan mengemukakan pembicaraan lebih jauh mengenai pokok bahasan yang menyakitkan ini. Aku hanya berharap engkau semua mengingat dalam hatimu segala hal yang telah engkau lakukan, sehingga kita dapat memperhitungkan semua itu pada hari ketika kita bertemu kembali. Aku tidak ingin secara keliru menuduh seorang pun di antaramu, karena Aku selalu bertindak adil, jujur dan terhormat. Tentu saja, Aku juga berharap engkau semua bisa bersikap terhormat, dan tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan surga dan bumi ataupun hati nuranimu sendiri. Inilah satu-satunya hal yang Kuminta darimu. Banyak orang merasa gelisah dan tidak nyaman karena mereka telah melakukan kesalahan-kesalahan mengerikan, dan banyak yang merasa malu akan diri mereka sendiri karena mereka belum pernah melakukan satu pun perbuatan baik. Namun, ada juga banyak orang yang, sama sekali tidak merasa dipermalukan oleh dosa-dosa mereka, malah berubah dari buruk menjadi lebih buruk, sepenuhnya merobek topeng yang menutupi wajah mereka yang mengerikan—yang belum sepenuhnya disingkapkan—untuk menguji watak-Ku. Aku tidak peduli, juga tidak mengindahkan tindakan seorang pun. Sebaliknya, Aku melakukan pekerjaan yang harus Kulakukan, baik itu mengumpulkan informasi, ataupun mengelilingi negeri ini ataupun melakukan sesuatu dalam kepentingan-Ku. Pada saat-saat penting, Aku melanjutkan pekerjaan-Ku di antara manusia sebagaimana yang direncanakan semula, tidak sedetik pun terlambat ataupun terlalu cepat, dengan mudah, juga dengan segera. Namun, di setiap langkah pekerjaan-Ku, beberapa orang disingkirkan, karena Aku membenci cara mereka menyanjung-nyanjung dan sikap patuh mereka yang pura-pura. Orang-orang yang menjijikkan bagi-Ku pasti akan ditinggalkan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Singkatnya, Aku ingin semua orang yang Kubenci berada jauh dari-Ku. Tak perlu dikatakan lagi, Aku tidak akan mengampuni orang-orang jahat yang tetap tinggal di rumah-Ku. Karena hari penghukuman manusia sudah dekat, Aku tidak terburu-buru mengusir semua jiwa yang tercela itu dari rumah-Ku, karena Aku memiliki rencana-Ku sendiri.

—Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Persiapkan Perbuatan Baik yang Cukup demi Tempat Tujuanmu"

Tinggalkan komentar