Berlangganan

Menu

Tahukah Anda arti dari "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk"

Navigasi cepat
1.Bagaimana Tuhan Yesus mengetuk pintu orang ketika Dia kembali
2.Tuhan Yesus datang mengetuk pintu, apa yang harus kita dilakukan untuk menyambut Tuhan Yesus
3.Tuhan Yesus sudah mengetuk pintu orang

Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” (Wahyu 3:20). Ini adalah nubuatan tentang kedatangan Tuhan Yesus di akhir zaman. Dari sini kita dapat melihat bahwa ketika Tuhan Yesus datang, Dia akan mengetuk pintu orang-orang. Lalu bagaimana Tuhan Yesus mengetuk? Bagaimana kita bisa menyambut-Nya ketika Tuhan Yesus mengetuk pintu? Mari kita bersekutu bersama.

Bagaimana Tuhan Yesus mengetuk pintu orang ketika Dia kembali

Bagaimana seharusnya Tuhan Yesus mengetuk pintu orang ketika Dia kembali? Pertanyaan ini secara langsung berkaitan dengan apakah kita dapat menyambut Tuhan Yesus. “Kitab Wahyu” 3:20 bernubuat dengan jelas: “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.” Dapat dilihat dari sini bahwa hanya mereka yang mendengar suara Tuhan dan membuka pintu yang dapat menghadiri pesta perjamuan bersama Tuhan Yesus. Lalu bagaimana Tuhan Yesus menggunakan suara-Nya untuk mengetuk pintu orang? Mungkinkah kedatangan Tuhan, seperti yang dibayangkan orang, datang di luar pintu dan mengetuk, serta memberi tahu kita secara langsung bahwa Dia telah kembali? Faktanya, Tuhan Yesus telah memberi tahu kita jawabannya, dan Tuhan Yesus pernah bernubuat: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). “Kitab Wahyu” pasal 2 dan 3 juga telah bernubuat selama tujuh kali:”Barang siapa memiliki telinga, hendaklah dia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja“. Dapat dilihat dari nubuatan bahwa ketika Tuhan Yesus datang kembali, Dia akan bersuara dan berfirman kepada gereja-gereja, dan mengungkapkan kebenaran untuk menyediakan orang-orang, serta memperingatkan orang-orang bahwa barang siapa yang memiliki telinga hendaknya mendengarkan. Ini berarti bahwa Tuhan Yesus datang di akhir zaman untuk mengetuk pintu orang, yakni Dia bersuara dan berfirman kepada orang-orang dan menggunakan firman-Nya untuk mengetuk pintu hati kita. Inilah yang sebenarnya Tuhan Yesus maksudkan ketika Dia datang untuk mengetuk pintu.

Tuhan Yesus datang mengetuk pintu, apa yang harus kita dilakukan untuk menyambut Tuhan Yesus

gambar tuhan yesus mengetuk pintu

Kita sudah memahami bagaimana Tuhan Yesus mengetuk pintu orang ketika Dia kembali di akhir zaman, jadi apa yang harus kita lakukan untuk menyambut Tuhan Yesus? Tuhan Yesus berkata: “Dan pada tengah malam terdengar teriakan: ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya’” (Matius 25:6). dan “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). serta “Kitab Wahyu” 3:20 bernubuat: “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.”

Dapat dilihat dari sini bahwa yang terpenting dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus adalah memperhatikan untuk mendengar suara Tuhan. Ketika kita mendengar seseorang bersaksi kepada kita bahwa Tuhan Yesus telah datang dan mengungkapkan kebenaran, ini adalah Tuhan memberitakan suara-Nya kepada kita melalui orang-orang, Tuhanlah yang mengetuk pintu kita. Kita harus menjadi gadis yang bijaksana dan membuka hati kita untuk mencari dan menyelidiki secara aktif, mendengarkan apakah itu suara Tuhan, dan apakah ada kebenaran yang diungkapkan, selama kita mengenali bahwa itu adalah suara Tuhan, kita dapat menerima dan mengikutinya tanpa keraguan. Hanya dengan cara ini, kita dapat menyambut Tuhan Yesus dan dapat menghadiri pesta perjamuan Anak Domba. Sama seperti ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja, Petrus, Yohanes dan murid-murid lainnya menyambut Tuhan Yesus dengan mendengarkan suara Tuhan. Mereka mendengar firman Tuhan Yesus yang penuh dengan otoritas dan kuasa, serta mampu membekali manusia kapan saja dan dimana saja, jadi mereka yakin bahwa suara Tuhan Yesus adalah suara Tuhan, dan Tuhan Yesus adalah Mesias yang akan datang, pada akhirnya mereka dengan teguh mengikuti Tuhan Yesus dan menerima keselamatan Tuhan Yesus. Tetapi bagi para imam kepala, ahli Taurat, dan orang Farisi itu, tidak peduli seberapa banyak kebenaran yang diungkapkan Tuhan Yesus pada saat itu, dan betapa otoritas dan kuasa dari firman-firman-Nya, mereka tetap menutup hati mereka dan tidak memperhatikan untuk mendengar suara Tuhan, bahkan mereka mencoba mencari kesalahan dari pekerjaan dan firman Tuhan Yesus berkali-kali. Pada akhirnya, mereka memakukan Tuhan Yesus di kayu salib, ini telah melakukan kejahatan yang sangat keji, jadi mereka dihukum oleh Tuhan.

Oleh karena itu, ketika kita menyambut kedatangan Tuhan Yesus di akhir zaman, kita harus belajar kesalahan dari orang-orang Farisi, dan jangan menutup hati kita dan menolak untuk mendengarkan suara Tuhan, karena ini sangat mudah akan melewatkan kesempatan untuk menyambut Tuhan Yesus. Ketika kita mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang, kita harus memperhatikan untuk mendengarkan suara Tuhan, dan selama kita mendengar suara Tuhan, bukankah itu berarti bahwa kita telah melihat penampakan Tuhan dan telah menyambut Tuhan Yesus?

Tuhan Yesus sudah mengetuk pintu orang

Hari ini, di seluruh dunia, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang secara terbuka menyaksikan kedatangan Tuhan Yesus, yaitu Tuhan Yang Mahakuasa yang melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman, yang telah menimbulkan kegemparan. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan kata dan telah mengetuk pintu kita! Setelah membacanya, siapa pun tidak bisa tidak mengakui bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, suara Tuhan, yang memiliki otoritas dan kuasa, silakan dengarkan …

Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: “Aku akan melontarkan amarah-Ku atas bangsa-bangsanya, secara terang-terangan mengumumkan ketetapan administratif-Ku kepada seluruh alam semesta, dan memberikan hajaran kepada siapa pun yang melanggarnya:

Ketika Aku memalingkan wajah-Ku kepada alam semesta untuk berfirman, seluruh umat manusia mendengar suara-Ku, dan kemudian melihat semua pekerjaan yang telah Kuperbuat di seluruh alam semesta. Mereka yang bertentangan dengan kehendak-Ku, artinya, barangsiapa yang menentang Aku dengan perbuatan manusia, akan tumbang di bawah hajaran-Ku. Aku akan mengambil beraneka ragam bintang di langit dan menjadikannya baru, dan berkat Aku, matahari dan bulan akan diperbarui—langit tidak akan lagi seperti sebelumnya; segala sesuatu di bumi akan diperbarui. Semuanya akan menjadi sempurna melalui firman-Ku. Banyak bangsa di alam semesta akan dipisahkan sekali lagi dan digantikan oleh bangsa-Ku, sehingga bangsa-bangsa di muka bumi akan lenyap selamanya dan menjadi suatu bangsa yang memuja Aku; seluruh bangsa di bumi akan dihancurkan, dan akan lenyap. Manusia di alam semesta, semua yang menjadi milik setan akan dimusnahkan; semua orang yang menyembah Iblis akan ditumbangkan oleh api-Ku yang menyala-nyala—kecuali mereka yang sekarang berada di dalam aliran ini, sisanya akan diubah menjadi abu. Ketika Aku menghajar orang banyak itu, mereka yang berada di dunia agamawi, dalam tingkat yang beragam, kembali ke kerajaan-Ku, ditaklukkan oleh pekerjaan-Ku, karena mereka akan melihat kedatangan Yang Mahakudus yang berada di atas awan putih. Segenap umat manusia akan mengikuti golongan mereka sendiri, dan akan menerima hajaran yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat. Mereka semua yang telah menentang Aku akan binasa; sedang mereka yang perbuatannya di bumi tidak melibatkan Aku, karena mereka telah membebaskan diri mereka sendiri, mereka akan terus berada di bumi di bawah pemerintahan anak-anak-Ku dan umat-Ku. Aku akan menyatakan diri-Ku kepada banyak orang dan berbagai bangsa, memperdengarkan suara-Ku sendiri di atas bumi untuk menyatakan penyempurnaan pekerjaan-Ku yang besar bagi segenap umat manusia yang akan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri.”

Aku pernah dikenal sebagai Yahweh. Aku juga pernah dipanggil Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus sang Juruselamat karena mereka mengasihi dan menghormati-Ku. Namun saat ini, Aku bukan Yahweh ataupun Yesus yang dikenal orang di masa lampau itu—Aku adalah Tuhan yang datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan membawa zaman ini menuju akhir. Aku-lah Tuhan itu sendiri yang bangkit dari ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, hormat, serta kemuliaan. Orang-orang tidak pernah menjalin hubungan dengan-Ku, tidak pernah mengenal-Ku, dan tidak tahu tentang watak-Ku. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tidak seorang pun pernah melihat-Ku. Inilah Tuhan yang menampakkan diri kepada manusia pada akhir zaman, tetapi tersembunyi di antara manusia. Ia berdiam di antara manusia, benar dan nyata, seperti matahari yang menyala-nyala dan lidah api, penuh dengan kuasa dan sarat akan otoritas. Tidak ada satu orang atau perkara pun yang tidak akan dihakimi oleh firman-Ku, dan tidak satu orang atau perkara pun yang akan luput dari pemurnian melalui nyala api. Pada akhirnya, segala bangsa akan diberkati karena firman-Ku, dan juga dihancurkan berkeping-keping karena firman-Ku. Dengan demikian, semua orang pada akhir zaman melihat bahwa Akulah Juruselamat yang datang kembali, Akulah Tuhan Yang Mahakuasa yang menaklukkan semua umat manusia. Aku pernah menjadi korban penghapus dosa manusia, tapi di akhir zaman, Aku juga menjadi terik matahari yang membakar segala sesuatu, dan juga Matahari kebenaran yang menyingkapkan segala sesuatu. Demikianlah pekerjaan-Ku di akhir zaman.”

Firman-firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa ini, semuanya secara langsung diucapkan kepada umat manusia sebagai Sang Pencipta, yang dengan otoritas dan kuasa, Tuhan yang unik, dan mereka merasa seperti suara Tuhan ketika mereka mendengarnya. Selain Tuhan, siapa yang dapat berbicara kepada seluruh umat manusia? Siapa yang bisa menjelaskan dan mengungkapkan kepada umat manusia tentang kehendak Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia? Siapa yang dapat mengungkapkan administrasi Tuhan kepada seluruh alam semesta? Selain Tuhan, siapa yang bisa mengubah langit dan bumi? Siapa yang bisa memisahkan manusia menurut jenisnya? Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali Tuhan! Tuhan berdiri di posisi Sang Pencipta dan berfirman kepada umat manusia, menunjukkan kepada umat manusia watak-Nya yang benar, megah dan tidak dapat disinggung. Siapapun yang memiliki hati dan jiwa dapat merasakan firman Tuhan penuh dengan otoritas, kuasa, dan kemegahan ketika mereka mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa. Ketika mereka mendengarnya, mereka merasa bahwa Tuhan sedang berfirman kepada umat manusia, ini adalah suara Tuhan. Apakah ini masih tidak dapat membuktikan bahwa Tuhan Yesus telah datang?

Hari ini, Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan kata dan telah diunggah secara terbuka di Internet kepada seluruh umat manusia untuk mencari dan menyelidikinya. Ini adalah Tuhan Yesus yang mengetuk pintu kita, dan juga menyaksikan kembalinya mempelai laki-laki. Jika orang mengabaikan betapa otoritas dan kuasa dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan masih menutup hati sendiri serta tidak mencari dan menyelidiki, bukankah ini gadis yang bodoh? Hanya ketika kita menjadi gadis bijaksana, dan memperhatikan untuk mendengar suara Tuhan, serta dengan cepat menerima dan menaati setelah kita mengenali suara Tuhan, maka orang seperti ini adalah orang yang mengikuti jejak Anak Domba dan dapat menghadiri pesta perjamuan Anak Domba. Sama seperti “Kitab Wahyu” 3:20 bernubuat dengan jelas:”Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.”

Catatan Editor

Apakah Anda sekarang mengetahui arti dari “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk” yang dicatat dalam “Kitab Wahyu”? Jika Anda memiliki pertanyaan lain, silakan hubungi kami melalui obrolan online di bawah ini, kami akan menjawab pertanyaan Anda secara online 24 jam.