Berlangganan

Menu

Bagaimana Seharusnya Kita Berjaga-jaga dan Menanti Agar Dapat Menyambut Tuhan

1. Kita seharusnya tidak mengandalkan pada gagasan dan imajinasi kita, tetapi kita harus memiliki hati yang menghormati Tuhan.

Mengenai masalah berjaga-jaga dan menunggu kedatangan Tuhan, kita tidak bisa mengandalkan gagasan dan imajinasi kita tetapi harus memiliki hati yang menghormati Tuhan. Di masa lalu, ketika orang-orang Farisi menunggu kedatangan Mesias, mereka tidak ada hati yang menghormati Tuhan, hanya hidup dalam gagasan dan imajinasi mereka. Manifestasi utama mereka adalah bahwa mereka menjelaskan nubuat tentang kedatangan Mesias sesuai dengan imajinasi mereka sendiri, dan bahwa mereka percaya berdasarkan makna harfiah nubuat bahwa Tuhan hanya bisa datang dengan nama Mesias, dilahirkan di istana dan aristokrasi, dan datang menjadi Raja orang Yahudi. Tetapi ketika Tuhan datang dengan nama Yesus dan dilahirkan dalam keluarga tukang kayu biasa, orang-orang Farisi menyimpulkan bahwa Dia jelas bukan Mesias yang mereka harapkan. Selain itu, mereka berpandangan bahwa Mesias harus menampakkan diri kepada mereka dan bekerja di bait suci daripada berkhotbah di kalangan kelas bawah, seperti pelacur, pemungut pajak, dan nelayan. Orang-orang Farisi hidup dalam gagasan dan imajinasi mereka; mereka menentang dan mengutuk Mesias sambil menunggu kedatangan-Nya. Mereka bersikukuh pada gagasan dan imajinasi mereka sendiri, secara membuta mengutuk kedatangan Tuhan, dan akhirnya berkolusi dengan pemerintah Romawi untuk memakukan Tuhan ke atas kayu salib, dan dengan serius menyinggung watak Tuhan. Karena itu, kita tidak boleh mengikuti jejak orang-orang Farisi dalam hal menunggu kedatangan Tuhan dan tidak bisa menggunakan gagasan dan imajinasi kita sendiri untuk menilai bahwa Tuhan akan datang seperti ini atau itu, karena penampakan dan karya Tuhan begitu bijaksana dan tidak dapat diselami, dan kita tidak akan pernah bisa melihat jelas misteri yang terkandung di dalamnya. Sama seperti Tuhan Yahweh berkata, "Karena rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalan-Ku bukanlah jalanmu, demikian firman Yahweh. Karena seperti langit lebih tinggi dari bumi, demikianlah jalan-Ku lebih tinggi dari jalanmu, dan rancangan-Ku dari rancanganmu" (Yesaya 55:8-9).

Rekomendasi terkait:

2. Kita harus mengambil inisiatif untuk mencari dan menyelidiki jalan yang benar.

Tuhan Yesus berkata, “Dan pada tengah malam terdengar teriakan: 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya! " (Matius 25:6). Dari perkataan Tuhan, kita dapat mengetahui bahwa apa yang Tuhan maksudkan adalah bahwa selama seseorang di luar mengatakan "Mempelai laki-laki datang," kita harus mengambil inisiatif untuk mencari dan menyelidiki. Dengan cara ini, barulah kita benar-benar berjaga dan menanti. Beberapa orang berpikir bahwa sudah memadai bagi mereka untuk menjunjung tinggi nama Tuhan, sering berdoa dan membaca Alkitab dan bekerja keras untuk Tuhan, dan itu adalah berjaga-jaga dan menanti. Tetapi pada kenyataannya, ini adalah menanti Tuhan dengan cara yang samar dan pasif dan tidak mencari secara aktif. Akibatnya, ketika seseorang berkhotbah bahwa Tuhan telah kembali, mereka tidak akan mengambil inisiatif untuk mencari dan menyelidiki, sehingga kehilangan kesempatan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Jadi kita harus menjadi gadis yang bijaksana: Ketika mendengar seseorang di luar berkata "Mempelai laki-laki datang," kita harus mengambil inisiatif untuk mencari dan menyelidiki. Hanya penerapan seperti ini yang sejalan dengan kehendak Tuhan. Bagi mereka yang menyambut kedatangan Mesias, seperti Petrus, Yohanes, Natanael dan lainnya, mereka bisa menyambut Tuhan dengan mencari, menyelidiki, dan mendapatkan pencerahan dan penerangan Roh Kudus. Ketika murid Petrus mendengar saudaranya, Andreas berkata, "Kami sudah jumpa dengan Mesias" (Yohanes 1:41), ia dapat mengikuti Andreas untuk melihat Tuhan Yesus, dan akhirnya mengikuti Tuhan Yesus dan menerima keselamatan Tuhan. Jadi ketika seseorang bersaksi bahwa Tuhan telah kembali untuk berfirman dan melakukan pekerjaan, penting bagi kita untuk mencari dan menyelidiki secara aktif.

Rekomendasi terkait:

3. Kita harus memperhatikan untuk mencari suara Tuhan.

Sehubungan dengan aspek ini, ada banyak nubuat dalam Wahyu, seperti "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja" (Wahyu 2:7). Tuhan Yesus juga dengan jelas kepada kita, "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). Dari kata-kata Tuhan, kita dapat yakin bahwa Tuhan akan berfirman lebih banyak kata ketika Dia kembali. Sangatlah penting bagi seorang gadis yang bijaksana untuk mencari suara Tuhan. Sama seperti Tuhan Yesus berkata, "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). Dengan merenungkan dan menyelidiki firman Tuhan, kita dapat mengenali bahwa kata-kata yang Roh Kudus berucap kepada gereja-gereja berarti domba-domba Tuhan mendengar suara-Nya. Karena itu, kita harus memperhatikan untuk mencari suara dan kata Tuhan dalam menyambut kedatangan Tuhan. Jika tidak, kita tidak dapat mengenali-Nya ketika Dia datang.

Bagaimana Seharusnya Kita Berjaga-jaga dan Menanti Agar Dapat Menyambut Tuhan

Di Zaman Kasih Karunia, para murid yang mengikuti Tuhan Yesus, mereka mendengar kata-kata dan khotbah Tuhan Yesus, memperoleh pencerahan dan penerangan Roh Kudus. Mereka merasa bahwa kata-kata Tuhan penuh dengan otoritas, kuasa, dan kebenaran, dan diucapkan oleh Tuhan sendiri, dan dengan demikian mereka mengenali bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang telah kembali dan mengikuti Tuhan. Ambil contoh Natanael: Natanael berkata kepada-Nya, Dari mana Engkau mengenal aku? Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, ketika engkau berada di bawah pohon ara itu, Aku sudah melihat engkau. Nathanael menjawab dan berkata kepadanya: “Rabi, Engkau adalah Anak Tuhan, Engkau adalah Raja Israel.”(Yohanes 1: 48-49). Namun, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu tidak memperhatikan untuk mencari suara Tuhan, tetapi menentang dan mengutuk Tuhan, sehingga mereka pada akhirnya ditakdirkan untuk tidak mendapatkan keselamatan Tuhan.

Karena itu, “berjaga-jaga dan menanti” berarti kita harus memiliki hati yang menghormati Tuhan. Kita hendaknya tidak menggunakan gagasan dan imajinasi kita untuk mendefinisikan pekerjaan Tuhan. Begitu kita mendengar kabar kedatangan Tuhan, kita harus mengambil inisiatif untuk mencari dan menyelidiki suara Tuhan. Inilah yang harus dilakukan gadis-gadis yang bijaksana untuk menyambut kembalinya Tuhan.

Rekomendasi terkait:

Catatan Editor

Setelah membaca artikel ini, saya yakin bahwa saudara dan saudari saya telah menemukan cara untuk berjaga-jaga dan menanti Tuhan Yesus. Bagaimana kita dapat mengonfirmasikan bahwa Tuhan Yesus telah kembali? Sarankan halaman khusus Injil "Juruselamat Akhir Zaman Sudah Kembali", mencari dan menjelajahi kebenaran ini bersama Anda. Jika Anda memiliki percerahan atau masalah lain dalam hal menyambut Tuhan Yesus, silakan klik tombol obrolan di bawah ini untuk menghubungi kami, kami bersedia berdiskusi dengan Anda secara mendalam.

Tinggalkan komentar