Berlangganan

Menu

Benarkah Semua Pekerjaan dan Firman Tuhan Ada di dalam Alkitab?

Sang Juruselamat, Tuhan Yang Mahakuasa telah menampakkan diri dan bekerja pada akhir zaman serta mengungkapkan jutaan firman. Dia melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan untuk mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia sepenuhnya. Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia, kumpulan firman-Nya, tersedia secara online. Itu tidak hanya mengguncangkan dunia keagamaan, tetapi juga seluruh dunia. Beberapa dari mereka yang mencintai kebenaran dan merindukan penampakan Tuhan, dari semua negara dan semua denominasi, telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan melihat bahwa semuanya adalah kebenaran dan perkataan Roh Kudus. Mereka telah mendengar suara Tuhan, mengenali Tuhan Yang Mahakuasa saat Tuhan Yesus datang kembali, dan datang ke hadapan takhta Tuhan. Sebagaimana Tuhan Yesus berfirman, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). Namun, meskipun banyak orang di dunia keagamaan mengakui bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, semuanya kuat dan berotoritas, karena perkataan-Nya tidak tercatat di dalam Alkitab, mereka menolak untuk menerimanya. Mereka yakin bahwa pekerjaan dan firman Tuhan semuanya ada di dalam Alkitab, dan semua itu tidak ada di luar Alkitab. Firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, tetapi karena tidak ada di dalam Alkitab, bagaimana mungkin semua itu adalah pekerjaan dan firman Tuhan? Dan beberapa orang, melihat jemaat Gereja Tuhan Yang Mahakuasa membaca Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia dan bukan Alkitab, mengutuk hal ini, berkata bahwa meninggalkan Alkitab berarti mengkhianati Tuhan, bahwa itu adalah ajaran sesat. Hal ini mengingatkan saya akan orang Farisi Yahudi, yang mengkritik, mengutuk, dan menentang Tuhan Yesus hanya karena pekerjaan dan perkataan-Nya tidak ada di dalam Kitab Suci mereka dan nama-Nya bukan Mesias. Mereka bahkan menyalibkan Dia, dan akhirnya dihukum dan dikutuk oleh Tuhan, menghancurkan bangsa Israel. Ini adalah pelajaran yang menggugah pikiran! Banyak orang beragama saat ini bersikeras bahwa pekerjaan dan firman Tuhan semuanya ada di dalam Alkitab, dan semua itu tidak ada di luar Alkitab. Mereka menyangkal dan mengutuk pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa, berpegang teguh pada gagasan yang keliru ini. Beberapa orang bahkan secara tegas mengakui bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, tetapi tetap tidak menyelidikinya, dan akibatnya kehilangan kesempatan untuk menyambut Tuhan sebelum bencana. Sayangnya, mereka telah jatuh ke dalam bencana. "Pekerjaan dan firman Tuhan semuanya ada di dalam Alkitab, dan semua itu tidak ada di luar Alkitab." Gagasan ini telah menyebabkan banyak orang kehilangan kesempatan untuk menyambut Tuhan, melakukan hal yang sangat merugikan. Apa yang sebenarnya salah dengan gagasan ini? Saya akan melanjutkan dan menyampaikan apa yang saya ketahui tentang hal itu.

Sebelum menyelidikinya, mari kita perjelas dari mana Alkitab berasal. Alkitab terdiri dari dua bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Orang Yahudi percaya kepada Yahweh, dan menggunakan Kitab Suci Perjanjian Lama, sedangkan orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus menggunakan Perjanjian Baru. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru disusun oleh manusia berabad-abad setelah Tuhan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Alkitab tidak diturunkan dari surga, dan tentu saja Tuhan tidak secara pribadi menulisnya dan menyerahkannya kepada kita. Itu disusun melalui kolaborasi di antara para pemimpin agama saat itu. Tentu saja mereka pasti mendapatkan pencerahan dan bimbingan Roh Kudus. Karena Alkitab disusun oleh manusia, tidak mungkin Perjanjian Lama dapat memasukkan isi Perjanjian Baru, dan tidak mungkin Perjanjian Baru dapat memasukkan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Itu karena manusia tidak mampu melihat ke masa depan. Ayat-ayat dan kitab-kitab yang masuk ke dalam Alkitab dipilih, dan tidak semua tulisan para nabi atau rasul dimasukkan ke dalam Alkitab. Cukup banyak yang dihilangkan atau dihapus. Namun, itu bukan masalah. Karena disusun oleh manusia, wajar jika ada pilihan, penghapusan, dan penghilangan tertentu. Apa kesalahan orang ketika bersikeras bahwa semua pekerjaan dan firman Tuhan ada di dalam Alkitab, seolah-olah hanya itu yang Tuhan firmankan dan lakukan pada zaman itu? Masalah macam apakah ini? Beberapa kitab para nabi tidak dicatat dalam Perjanjian Lama, dan beberapa kitab yang kita tahu, seperti kitab Henokh dan Ezra, tidak ada di dalam Alkitab. Dan kita bisa yakin bahwa pasti ada kitab rasul lain yang tidak masuk ke dalam Perjanjian Baru, belum lagi Tuhan Yesus berkhotbah selama lebih dari tiga tahun dan pasti telah banyak berfirman tetapi sangat sedikit darinya yang ada di dalam Alkitab. Sebagaimana Rasul Yohanes berkata, "Dan ada pula banyak hal lainnya yang Yesus lakukan, yang jika ditulis satu per satu, menurutku seluruh dunia ini pun tidak cukup untuk memuat kitab-kitab yang ditulis itu" (Yohanes 21:25). Jelas bahwa catatan Alkitab tentang pekerjaan dan firman Tuhan sangat terbatas! Kita tahu dengan pasti bahwa baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru berisi semua pekerjaan dan firman Tuhan untuk zaman itu. Ini adalah fakta yang pasti diakui semua orang. Ada banyak orang di dunia keagamaan yang tidak memahami Alkitab atau bagaimana Alkitab disusun. Mereka yakin bahwa semua pekerjaan dan firman Tuhan ada di dalam Alkitab, serta menyangkal dan mengutuk apa pun yang berada di luar Alkitab. Apakah itu sejalan dengan fakta sejarah? Bukankah pernyataan itu berarti mengkritik pekerjaan Tuhan? Bukankah itu menentang Tuhan? Alkitab disusun berdasarkan fakta dan itu disusun oleh manusia, jadi bagaimana mungkin manusia memasukkan tahap pekerjaan Tuhan yang selanjutnya ke dalam Alkitab sebelumnya? Itu tidak mungkin, karena manusia tidak memiliki kemampuan meramal. Mereka yang menyusun Perjanjian Lama tidak hidup pada zaman Tuhan Yesus dan mereka tidak mengalami pekerjaan Tuhan Yesus. Bagaimana mungkin mereka memasukkan pekerjaan dan firman-Nya, dan kitab para rasul? ke dalam Perjanjian Lama sebelumnya? Juga tidak mungkin mereka yang menyusun Perjanjian Baru dapat memasukkan pekerjaan dan firman Tuhan untuk akhir zaman, 2.000 tahun kemudian, ke dalam Alkitab sebelumnya. Seluruh dunia keagamaan sekarang ini telah melihat pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa. Beberapa orang telah menyelidikinya dan mengakui bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran dan memiliki otoritas. Namun, karena Alkitab tidak memuat firman Tuhan Yang Mahakuasa dan nama-Nya, dan tidak dapat ditemukan di sana, mereka menolak Tuhan Yang Mahakuasa sebagai penampakan Tuhan itu sendiri. Bukankah kesalahan mereka sama dengan kesalahan orang Farisi ketika mereka menentang dan mengutuk Tuhan Yesus? Orang-orang Farisi berpikir bahwa karena nama Tuhan Yesus bukan Mesias, dan pekerjaan dan perkataan-Nya tidak sesuai dengan Kitab Suci, mereka dapat menyangkal Dia adalah Mesias. Orang-orang beragama sekarang ini melihat bahwa nama Tuhan Yang Mahakuasa tidak dinubuatkan dalam Alkitab dan firman-Nya juga tidak dapat ditemukan di dalamnya, sehingga mereka menyangkal dan mengutuk pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka sedang melakukan dosa memakukan Tuhan di kayu salib sekali lagi. Faktanya, meskipun Alkitab tidak memuat pekerjaan dan firman Tuhan pada akhir zaman, ada nubuat tentang nama baru Tuhan pada akhir zaman, seperti dalam kitab Yesaya ini: "Dan bangsa-bangsa lain akan menyaksikan kebenaranmu dan semua raja akan melihat kemuliaanmu: dan engkau akan dipanggil dengan nama baru, yang disebut oleh mulut Yahweh" (Yesaya 62:2). Dan kita dapat melihat dalam kitab Wahyu: "Dia yang menang akan Kujadikan pilar di dalam bait Suci Tuhan-Ku dan ia tidak akan keluar lagi: dan Aku akan menuliskan padanya nama Tuhan-Ku, dan nama kota Tuhan-Ku, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari sorga dari Tuhan-Ku dan Aku akan menuliskan nama-Ku yang baru padanya" (Wahyu 3:12). "Akulah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir, yang ada sekarang, yang sudah ada, dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Wahyu 1:8). "Haleluya: karena Tuhan yang mahakuasa memerintah" (Wahyu 19:6). Alkitab juga menubuatkan Tuhan berfirman lebih banyak dan melakukan lebih banyak pekerjaan pada akhir zaman, sebagaimana Tuhan Yesus berfirman: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). Ada juga peringatan yang muncul tujuh kali dalam kitab Wahyu: "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah dia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja." Kitab Wahyu juga menubuatkan bahwa Tuhan akan membuka gulungan kitab yang dimeterai pada akhir zaman. Jelas, Tuhan dinubuatkan untuk berbicara kepada gereja-gereja pada akhir zaman dan memimpin umat manusia ke dalam seluruh kebenaran. Bagaimana mungkin pekerjaan dan firman dari Tuhan untuk akhir zaman ini muncul di dalam Alkitab sebelumnya? Itu tidak mungkin! Dengan semua nubuat dan fakta yang jelas ini, mengapa begitu banyak orang seolah buta, walaupun mata mereka terbuka lebar, mengkritik dan bersikeras bahwa pekerjaan dan firman Tuhan semuanya ada di dalam Alkitab, dan semua itu tidak ada di luar Alkitab? Jelas, berani mengkritik dan menentang Tuhan sekarang setelah Dia menampakkan diri dan bekerja, orang-orang ini tidak memahami pekerjaan Tuhan, dan sama sekali tidak memahami kebenaran. Mereka dikutuk dan disingkirkan oleh Tuhan, dan mereka telah jatuh ke dalam bencana. Ini menggenapi ayat-ayat Alkitab: "Tetapi orang bodoh mati karena kekurangan hikmat" (Amsal 10:21). "Umat-Ku hancur karena kurangnya pengetahuan" (Hosea 4:6).

Mari kita lihat beberapa firman Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Hal-hal yang dicatat dalam Alkitab terbatas; hal-hal itu tidak dapat merepresentasikan pekerjaan Tuhan dalam keseluruhannya. Keempat kitab Injil berisi kurang dari seratus pasal, di mana tertulis sejumlah peristiwa-peristiwa yang terbatas, seperti peristiwa Yesus mengutuk pohon ara, penyangkalan Petrus sebanyak tiga kali terhadap Tuhan, Yesus menampakkan diri di hadapan para murid setelah penyaliban dan kebangkitan-Nya, pengajaran tentang puasa, pengajaran tentang doa, pengajaran tentang perceraian, kelahiran dan silsilah Yesus, penunjukkan murid-murid oleh Yesus, dan seterusnya. Namun, manusia menilai apa yang tercatat dalam Alkitab itu sebagai harta karun, bahkan membandingkan pekerjaan yang terjadi pada zaman sekarang untuk dipertentangkan dengan apa yang tertulis. Mereka bahkan percaya bahwa semua pekerjaan yang Yesus lakukan dalam kehidupan-Nya hanyalah sebanyak itu, seolah-olah Tuhan hanya mampu melakukan sebanyak itu, dan tidak lebih dari itu. Bukankah ini konyol?" ("Misteri Inkarnasi (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Lagipula, mana yang lebih besar: Tuhan atau Alkitab? Mengapa pekerjaan Tuhan harus selaras dengan Alkitab? Apakah Tuhan tidak punya hak untuk melampaui Alkitab? Tidak bisakah Tuhan meninggalkan Alkitab dan melakukan pekerjaan lain? Mengapa Yesus dan murid-murid-Nya tidak memelihara hari Sabat? Jika Dia harus bertindak dengan mempertimbangkan hari Sabat dan sesuai dengan perintah-perintah Perjanjian Lama, mengapa Yesus tidak memelihara hari Sabat setelah Dia datang, tetapi malah membasuh kaki, menutup kepala, memecah roti, dan minum anggur? Bukankah semua ini tidak tercantum di dalam perintah Perjanjian Lama? Jika Yesus menghormati Perjanjian Lama, mengapa Dia meninggalkan doktrin-doktrin ini? Engkau harus mengetahui mana yang ada lebih dahulu, Tuhan atau Alkitab! Sebagai Tuhan atas hari Sabat, tidak bisakah Dia juga menjadi Tuhan atas Alkitab?" ("Tentang Alkitab (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Tidak seorang pun tahu kenyataan tentang Alkitab: bahwa Alkitab tidak lebih dari catatan sejarah tentang pekerjaan Tuhan, dan bukti atas dua tahap pekerjaan Tuhan sebelumnya, dan tidak memberi engkau pemahaman tentang tujuan pekerjaan Tuhan. Setiap orang yang telah membaca Alkitab tahu bahwa Alkitab mendokumentasikan dua tahap pekerjaan Tuhan selama Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Perjanjian Lama membukukan sejarah Israel dan pekerjaan Yahweh sejak masa penciptaan hingga akhir Zaman Hukum Taurat. Perjanjian Baru mencatat pekerjaan Yesus di bumi, yang ada dalam Empat Injil, serta pekerjaan Paulus—bukankah itu catatan sejarah? Mengemukakan perkara-perkara zaman dahulu pada masa kini menjadikan semua itu sejarah, dan sungguhpun perkara-perkara itu sangat benar atau nyata, semuanya tetaplah sejarah—dan sejarah tidak dapat berurusan dengan masa kini, karena Tuhan tidak melihat kembali sejarah! Jadi, jika engkau hanya memahami Alkitab, dan tidak memahami apa pun tentang pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan saat ini, dan jika engkau percaya kepada Tuhan tetapi tidak mencari pekerjaan Roh Kudus, engkau tidak mengerti apa artinya mencari Tuhan. Jika engkau membaca Alkitab untuk mempelajari sejarah Israel, untuk meneliti sejarah penciptaan Tuhan atas langit dan bumi, berarti engkau tidak percaya kepada Tuhan. Akan tetapi saat ini, karena engkau percaya kepada Tuhan, dan mengejar kehidupan, mengejar pengenalan akan Tuhan, dan tidak mengejar hukum yang tertulis dan doktrin yang mati, atau pemahaman tentang sejarah, engkau harus mencari kehendak Tuhan di masa kini, dan harus mencari petunjuk pekerjaan Roh Kudus. Seandainya engkau seorang arkeolog, engkau dapat membaca Alkitab saja—tetapi engkau bukan arkeolog, engkau adalah salah satu dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan, dan engkau sebaiknya mencari kehendak Tuhan di masa kini" ("Tentang Alkitab (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Jika engkau ingin melihat pekerjaan pada Zaman Hukum Taurat, dan melihat bagaimana bangsa Israel mengikuti jalan Yahweh, engkau harus membaca Perjanjian Lama; jika engkau ingin memahami pekerjaan pada Zaman Kasih Karunia, engkau harus membaca Perjanjian Baru. Namun bagaimana jika engkau ingin melihat pekerjaan pada akhir zaman? Engkau harus menerima kepemimpinan Tuhan pada zaman sekarang, dan memasuki pekerjaan pada zaman ini, karena inilah pekerjaan yang baru itu, yang belum pernah dicatat oleh siapa pun dalam Alkitab. Pada zaman ini, Tuhan telah menjadi daging dan memilih orang-orang pilihan lainnya di Tiongkok. Tuhan bekerja di dalam diri orang-orang ini, Dia melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi, melanjutkan pekerjaan yang dilakukan-Nya dari Zaman Kasih Karunia. Pekerjaan pada zaman sekarang adalah jalan yang belum pernah ditempuh oleh manusia dan belum pernah dilihat oleh siapa pun. Ini adalah pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya—inilah pekerjaan terbaru Tuhan di muka bumi. Jadi, pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya bukanlah sejarah, karena masa kini adalah masa kini, dan belum menjadi masa lalu. Orang-orang tidak tahu bahwa Tuhan telah melakukan pekerjaan yang lebih besar, yang lebih baru di bumi, dan di luar Israel. Pekerjaan ini telah melampaui lingkup Israel, dan di luar nubuatan para nabi. Ini adalah pekerjaan yang baru dan menakjubkan di luar nubuatan, dan pekerjaan yang lebih baru di luar Israel, dan ini adalah pekerjaan yang tidak bisa dipahami atau dibayangkan orang. Mana mungkin Alkitab memuat catatan-catatan yang jelas mengenai pekerjaan seperti ini? Siapakah yang bisa terlebih dahulu mencatat setiap bagian pekerjaan Tuhan zaman ini, tanpa kelalaian? Siapa yang bisa mencatat pekerjaan yang lebih besar dan lebih bijaksana, yang menentang tradisi ini, dalam buku tua yang berjamur? Pekerjaan pada zaman ini bukanlah sejarah, dan karenanya, jika engkau ingin menapaki jalan baru pada hari ini, engkau harus beranjak dari Alkitab, engkau harus melangkah melampaui kitab-kitab nubuatan atau sejarah yang ada dalam Alkitab. Hanya dengan begitu engkau akan dapat menapaki jalan yang baru ini dengan benar, hanya dengan begitu engkau akan bisa memasuki dunia baru dan pekerjaan yang baru tersebut. ... Jika ada jalan yang lebih tinggi, mengapa mempelajari jalan yang rendah dan sudah kedaluwarsa? Jika ada perkataan yang lebih baru, dan pekerjaan yang lebih baru, mengapa hidup di antara catatan-catatan sejarah tua? Perkataan-perkataan baru ini dapat membekalimu, yang membuktikan bahwa ini adalah pekerjaan yang baru; catatan-catatan lama tidak dapat memuaskanmu, atau memuaskan kebutuhanmu di saat ini, yang membuktikan bahwa semua itu adalah sejarah, dan bukan pekerjaan di saat ini dan di sini. Jalan yang tertinggi adalah pekerjaan yang terbaru, dan dengan pekerjaan baru, setinggi apa pun jalan di masa lalu, jalan itu tetap merupakan sejarah yang dilihat kembali oleh orang-orang, dan terlepas dari nilainya sebagai rujukan, semuanya tetap merupakan jalan yang lama. Meskipun tercatat dalam 'Kitab Suci', jalan yang lama tetap merupakan sejarah; meskipun tidak tercatat dalam 'Kitab Suci', jalan yang baru adalah jalan yang terjadi di sini dan sekarang. Jalan ini bisa menyelamatkanmu, dan jalan ini bisa mengubahmu, karena ini adalah pekerjaan Roh Kudus" ("Tentang Alkitab (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Kenyataan yang ingin Kujelaskan di sini adalah sebagai berikut: siapa Tuhan dan apa yang dimiliki-Nya tiada habisnya dan tak terbatas untuk selamanya. Tuhan adalah sumber kehidupan dan segala sesuatu; Dia tidak dapat dipahami oleh makhluk ciptaan apa pun. Akhirnya, Aku harus terus mengingatkan semua orang: jangan lagi membatasi Tuhan dengan buku-buku, firman, atau perkataan-perkataan-Nya di masa lalu. Hanya ada satu kata untuk menggambarkan karakteristik pekerjaan Tuhan: baru. Dia tidak suka mengambil jalan lama atau mengulang pekerjaan-Nya; lebih dari itu, Dia tidak ingin manusia menyembah-Nya dengan membatasi-Nya dalam lingkup tertentu. Inilah watak Tuhan" ("Kata Penutup, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Firman Tuhan Yang Mahakuasa membuat semuanya jelas, bukan? Alkitab hanyalah catatan dari dua tahap pekerjaan Tuhan pada Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Ini adalah buku sejarah, dan sama sekali tidak bisa mewakili semua pekerjaan dan firman Tuhan. Tuhan adalah Sang Pencipta, sumber kehidupan manusia. Dia telah berfirman dan bekerja selama ribuan tahun, dan Dia adalah sumber makanan yang tak habis-habisnya bagi umat manusia, selalu membawa kita ke masa depan. Firmannya adalah sumber air kehidupan, selalu mengalir. Pekerjaan dan firman Tuhan tidak bisa dihalangi oleh orang atau hal apa pun, apalagi dibatasi oleh Alkitab. Dia tidak pernah berhenti berfirman lebih banyak dan melaksanakan pekerjaan baru berdasarkan rencana pengelolaan-Nya dan kebutuhan umat manusia. Tuhan Yahweh mengeluarkan hukum Taurat untuk membimbing kehidupan umat manusia di bumi pada Zaman Hukum Taurat, ketika sama sekali tidak ada Alkitab. Tuhan Yesus mengkhotbahkan jalan pertobatan pada Zaman Kasih Karunia dan melakukan pekerjaan penebusan, yang tidak ada dalam Perjanjian Lama. Tuhan Yang Mahakuasa telah datang pada akhir zaman dan sedang melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan. Dia telah membuka tujuh meterai dan gulungan kitab, mengungkapkan semua kebenaran yang mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia sepenuhnya. Ini adalah tahap pekerjaan baru yang lebih tinggi dilakukan di atas dasar pekerjaan penebusan Zaman Kasih Karunia. Ini adalah pekerjaan yang lebih baru dan lebih nyata, dan tidak mungkin ada di dalam Alkitab sebelumnya. Dari hal ini kita bisa memahami bahwa pekerjaan Tuhan selalu baru dan tidak pernah usang, selalu bergerak maju, tidak pernah berulang. Pekerjaan barunya melampaui apa yang ada di dalam Alkitab, memberi manusia jalan yang baru dan bahkan kebenaran yang lebih tinggi. Jadi, iman kita tidak boleh didasarkan pada Alkitab saja, dan kita tentu saja tidak bisa mengatakan bahwa semua pekerjaan dan firman Tuhan ada di dalam Alkitab. Kita harus mencari pekerjaan Roh Kudus dan terus mengikuti jejak langkah pekerjaan Tuhan, untuk menerima makanan dan penggembalaan firman Tuhan terkini. Sebagaimana kitab Wahyu berkata: "Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi" (Wahyu 14:4). Ini adalah gadis bijaksana yang dapat menghadiri perjamuan kawin Anak Domba dan memperoleh keselamatan Tuhan pada akhir zaman.

Tuhan Yang Mahakuasa telah melakukan pekerjaan penghakiman akhir zaman-Nya selama 30 tahun dan Dia telah mengungkapkan jutaan firman. Perkataan-Nya kaya dan memiliki semua yang Anda butuhkan. Perkataan-Nya menyingkapkan misteri Alkitab bersama dengan semua misteri rencana pengelolaan 6.000 tahun Tuhan, seperti tujuan-Nya dalam mengatur umat manusia, bagaimana Iblis merusak manusia, bagaimana Tuhan menyelamatkan umat manusia dari kekuatan Iblis langkah demi langkah, bagaimana Tuhan menyucikan umat manusia dan menguduskan manusia melalui ujian dan pemurnian, Makna penting pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman, misteri inkarnasi dan nama-Nya, hal yang sebenarnya mengenai Alkitab, kesudahan berbagai jenis orang, tempat tujuan akhir umat manusia, dan bagaimana kerajaan Kristus diwujudkan di bumi. Tuhan Yang Mahakuasa juga menghakimi dan menyingkapkan kebenaran tentang kerusakan umat manusia dan natur jahat mereka yang menentang Tuhan. Dia menunjukkan kepada kita jalan untuk melepaskan diri dari dosa dan diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan, seperti bagaimana sungguh-sungguh bertobat, bagaimana meninggalkan daging dan menerapkan kebenaran, bagaimana menjadi orang yang jujur, bagaimana melakukan kehendak Tuhan, bagaimana takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, bagaimana memperoleh pengetahuan dan ketundukan kepada Tuhan, kasih kepada Tuhan, dan masih banyak lagi. Firman Tuhan Yang Mahakuasa lebih kaya dan lebih tinggi daripada firman Tuhan pada Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia, dan semua itu adalah kebenaran yang harus kita miliki untuk memperoleh keselamatan Tuhan. Semua itu sangat membuka mata dan memuaskan, dan memberi kita jalan penerapan dalam segala sesuatu. Dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita menemukan setiap jawaban dan solusi untuk semua pergumulan dan pertanyaan dalam iman kita. Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia dari Tuhan Yang Mahakuasa adalah Alkitab untuk Zaman Kerajaan, dan itu adalah jalan hidup yang kekal yang telah Tuhan berikan kepada manusia pada akhir zaman. Dengan makan, minum, dan menerapkan firman Tuhan Yang Mahakuasa, dihakimi, dihajar melalui firman-Nya dan memahami sedikit kebenaran, umat ​​pilihan Tuhan memperoleh pemahaman yang benar tentang Tuhan. Watak mereka yang rusak ditahirkan dan diubah ke berbagai tingkat, dan akhirnya melepaskan diri dari ikatan dosa dan menjadi kesaksian yang mengalahkan Iblis. Mereka adalah para pemenang yang telah Tuhan bentuk sebelum bencana. Nama, pekerjaan, dan firman Tuhan Yang Mahakuasa mungkin tidak tercatat dalam Alkitab, tetapi buah yang dihasilkan, hasil nyata yang dicapai oleh pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa sepenuhnya menggenapi nubuat Alkitab. Ada video dan film kesaksian dari umat pilihan Tuhan secara online sekarang, memberi kesaksian kepada dunia akan penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Firman Tuhan Yang Mahakuasa itu seperti terang yang besar, bersinar dari Timur ke Barat, menerangi seluruh dunia. Makin banyak orang dari seluruh penjuru dunia yang mencintai kebenaran sedang menyelidiki jalan yang benar, dan berbalik kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Ini adalah gelombang besar yang menyapu dunia yang tidak dapat dihentikan oleh kekuatan apa pun. Sebagaimana Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, "Suatu hari nanti, ketika seluruh alam semesta kembali kepada Tuhan, pusat pekerjaan-Nya di seluruh alam semesta akan mengikuti perkataan-Nya; di tempat yang berbeda-beda, beberapa orang akan menggunakan telepon, beberapa orang akan menaiki pesawat, beberapa orang akan naik kapal menyeberangi laut, dan beberapa orang akan menggunakan laser untuk menerima perkataan Tuhan. Semua orang akan menyembah, dan penuh kerinduan, mereka semua akan datang mendekat kepada Tuhan, dan berkumpul menuju kepada Tuhan, dan semua akan menyembah Tuhan—dan semua ini adalah perbuatan Tuhan. Ingatlah ini! Tuhan pasti tidak akan pernah memulai lagi di tempat lain. Tuhan akan menggenapi kenyataan ini: Dia akan membuat semua orang di seluruh alam semesta datang ke hadapan-Nya, dan menyembah Tuhan di bumi, dan pekerjaan-Nya di tempat-tempat lain akan berhenti, dan orang akan dipaksa untuk mencari jalan yang benar. Itu akan menjadi seperti Yusuf: semua orang datang kepadanya untuk memperoleh makanan, dan sujud menyembahnya, karena ia memiliki banyak makanan. Demi menghindari bencana kelaparan, orang akan dipaksa mencari jalan yang benar. Seluruh komunitas keagamaan akan menderita bencana kelaparan yang hebat, dan hanya Tuhan zaman sekarang merupakan sumber air hidup, yang memiliki sumber mata air yang selalu mengalir, yang disediakan untuk manusia nikmati, dan orang akan datang dan mengandalkan diri-Nya. Itu akan menjadi saat ketika perbuatan Tuhan dinyatakan dan ketika Tuhan memperoleh kemuliaan; semua orang di seluruh alam semesta akan menyembah 'manusia' yang biasa-biasa ini. Tidakkah ini akan menjadi hari kemuliaan Tuhan? ... Saat ketika seluruh kerajaan bersukacita akan menjadi hari kemuliaan Tuhan, dan siapa pun yang datang kepadamu dan menerima kabar baik dari Tuhan akan diberkati oleh Tuhan, dan negara-negara serta orang-orang, yang melakukannya akan diberkati dan dipelihara oleh Tuhan. Ke depan, arahnya akan seperti ini: mereka yang mendapatkan perkataan dari mulut Tuhan akan memiliki jalan untuk ditempuh di bumi, dan baik mereka pengusaha atau ilmuwan, maupun pendidik atau industrialis, mereka yang tidak memiliki firman Tuhan akan kesulitan untuk melangkah setapak pun, dan akan dipaksa mencari jalan yang benar. Inilah yang dimaksud dengan, 'Dengan kebenaran engkau akan berjalan ke seluruh dunia; tanpa kebenaran, engkau tidak akan sampai ke mana pun'" ("Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman. Tuhan menggunakan firman-Nya untuk menaklukkan, mentahirkan, dan menyelamatkan umat manusia, dan telah membentuk sekelompok pemenang. Ini sepenuhnya memperlihatkan otoritas dan kuasa firman Tuhan. Namun, dunia keagamaan berpegang teguh pada Alkitab, menolak untuk menerima penghakiman dan pentahiran Tuhan Yang Mahakuasa. Orang-orang ini terjebak dalam kehidupan lama mereka yang berbuat dosa, mengaku dosa, dan berbuat dosa lagi, dan telah disingkirkan melalui pekerjaan Tuhan, jatuh ke dalam bencana, meratap dan menggertakkan gigi. Mereka masih menantikan Tuhan datang di atas awan dan mengangkat mereka ke dalam kerajaan surga untuk hidup yang kekal. Bukankah itu adalah angan-angan? Sebagaimana Tuhan Yesus berfirman, "Selidikilah kitab-kitab suci; karena engkau berpikir di dalamnya ada kehidupan kekal itu: padahal kitab-kitab suci itu memberikan kesaksian tentang Aku. Dan engkau tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh kehidupan" (Yohanes 5:39-40). Mereka yang berpegang teguh pada Alkitab takkan memperoleh kebenaran atau hidup. Hanya mereka yang percaya kepada Kristus, yang mengikut dan tunduk kepada Kristus yang akan memperoleh kebenaran dan hidup. Kristus akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, sekarang sedang mengungkapkan kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia sepenuhnya. Jika kita menginginkan kebenaran dan hidup, kita harus melampaui Alkitab dan terus mengikuti jejak langkah Tuhan, menerima dan tunduk pada penghakiman dan pentahiran Tuhan Yang Mahakuasa. Itulah satu-satunya jalan untuk melepaskan diri dari dosa dan diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan, dan satu-satunya jalan untuk dilindungi oleh Tuhan selama bencana, dan masuk ke dalam kerajaan-Nya. Mereka yang tidak mau melepaskan Alkitab, tetapi terjebak dalam pekerjaan dan firman Tuhan di masa lalu, yang menolak untuk menerima jalan kebenaran yang Tuhan berikan kepada kita pada akhir zaman, akan sepenuhnya melewatkan pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia sepenuhnya, dan hanya bisa jatuh ke dalam bencana dan dihukum. Sebagaimana Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, "Pekerjaan Tuhan tidak pernah menunggu siapa pun yang tidak bisa mengikuti-Nya, dan watak Tuhan yang benar tidak berbelas kasihan kepada siapa pun" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Menggunakan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Mari kita akhiri dengan bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa lainnya: "Kristus akhir zaman membawa hidup, dan membawa jalan kebenaran yang abadi dan tidak berkesudahan. Kebenaran ini adalah jalan yang memungkinkan manusia memperoleh hidup, dan satu-satunya jalan untuk manusia mengenal Tuhan dan menjadi berkenan di hadapan Tuhan. Apabila engkau tidak mencari jalan hidup yang disediakan Kristus akhir zaman, engkau tidak akan pernah memperoleh perkenanan Yesus, dan tidak akan pernah memenuhi syarat untuk memasuki gerbang kerajaan surga, karena engkau adalah boneka dan tawanan sejarah. Mereka yang dikendalikan oleh peraturan-peraturan, oleh hukum yang tertulis, dan terbelenggu oleh sejarah, tidak akan pernah bisa memperoleh hidup maupun mendapatkan jalan hidup yang kekal. Ini karena satu-satunya yang mereka miliki hanyalah air keruh yang telah dipertahankan selama ribuan tahun, dan bukan air kehidupan yang mengalir dari takhta. Mereka yang tidak menerima air kehidupan akan selamanya tetap mayat, mainan Iblis, dan anak-anak neraka. Lalu, bagaimana mereka bisa melihat Tuhan? Jika engkau hanya mencoba untuk berpegang teguh pada masa lalu, hanya mencoba untuk mempertahankan hal-hal sebagaimana adanya dengan tidak berubah sama sekali, dan tidak mencoba untuk mengubah status quo dan menyingkirkan sejarah, bukankah engkau akan selalu menentang Tuhan? Langkah-langkah pekerjaan Tuhan sangat luas dan dahsyat, seperti ombak yang bergelora dan guruh yang menderu—tetapi engkau hanya duduk pasif dan menunggu kehancuran, mempertahankan kebodohanmu dan tidak melakukan apa pun. Dengan cara seperti ini, bagaimana engkau bisa dianggap sebagai seorang yang mengikut jejak langkah Anak Domba? Bagaimana engkau bisa menyatakan bahwa Tuhan yang engkau yakini dengan teguh adalah Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah usang? Bagaimana kata-kata dalam buku-bukumu yang sudah menguning termakan usia bisa mengantarkanmu ke zaman baru? Bagaimana kata-kata itu bisa menuntunmu mencari langkah-langkah pekerjaan Tuhan? Bagaimana kata-kata itu bisa membawamu ke surga? Yang engkau pegang di tanganmu adalah hukum yang tertulis yang hanya bisa memberikan penghiburan sementara, bukan kebenaran yang bisa memberikan hidup. Kitab suci yang engkau baca hanya bisa memperkaya lidahmu, bukan kata-kata hikmat yang bisa membantumu memahami hidup manusia, apalagi jalan yang bisa menuntunmu menuju kesempurnaan. Apakah kesenjangan ini tidak memberimu alasan untuk merenung? Tidakkah ini membantumu memahami misteri yang terkandung di dalamnya? Mampukah engkau membawa dirimu sendiri ke surga untuk bertemu Tuhan dengan caramu sendiri? Tanpa kedatangan Tuhan, bisakah engkau membawa dirimu sendiri ke surga untuk menikmati kebahagiaan keluarga bersama Tuhan? Apakah sekarang engkau masih bermimpi? Jika demikian, Aku menyarankan agar engkau berhenti bermimpi dan menyaksikan siapa yang sedang bekerja sekarang—lihatlah siapa yang sekarang sedang melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia pada akhir zaman. Kalau engkau tidak melakukan itu, engkau tidak akan pernah mendapatkan kebenaran, dan tidak akan pernah memperoleh hidup" ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Tinggalkan komentar