Berlangganan

Menu

Saya Telah Menemukan Jalan Menuju Kerajaan Surga

Catatan Editor

Banyak orang berpikir bahwa bekerja keras dan mengabdikan diri dapat dibawa ke dalam kerajaan surga, tetapi Tuhan Yesus berkata: "Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan" (Matius 7:21-23).Mengapa Tuhan mengutuk para iman yang bekerja untuk Tuhan sebagai orang yang melakukan kejahatan? Bukankah bekerja keras adalah standar untuk masuk surga? Bagaimana kita bisa memasuki kerajaan surga? Pengalaman Saudara Li Zhi berikut ini akan menuntun kita menemukan satu-satunya jalan menuju surga.

Pada tahun 1992, saya percaya kepada Tuhan Yesus. Di sebuah pertemuan gereja, pendeta itu bersumpah dengan mengatakan: "Saudara Paulus berkata,"Aku sudah melakukan pertandingan yang baik. Aku sudah menyelesaikan perlombaanku, aku sudah menjaga imanku: Mulai dari sekarang sudah tersedia bagiku mahkota kebenaran, yaitu Tuhan, Sang Hakim yang adil itu, yang akan mengaruniakan kepadaku pada hari itu: dan bukan hanya kepadaku, tetapi juga kepada semua orang yang sangat merindukan penampakan-Nya." (2 Timotius 4:7-8). Kita semua harus meneladani Paulus, membaca dan lebih banyak bersekutu, melakukan pekerjaan Tuhan lebih rajin, lebih banyak memberitakan Injil dan menghasilkan buah, dan Tuhan Yesus akan mengikuti harga yang kita keluarkan dan memberi upah, dan kita akan diangkat ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang kembali. "Setelah mendengarkan khotbah pendeta, saya tahu bahwa hanya selama bekerja dengan tekun kita dapat memasuki kerajaan surga. Setelah memasuki kerajaan, kita akan hidup selamanya, makan buah kehidupan dan minum air kehidupan! Semakin saya memikirkan semakin indah, saya diam-diam mempunyai keinginan: Saya akan menjadi seorang pendeta, melayani Tuhan seumur hidup, meninggalkan segalanya dan bekerja keras untuk Tuhan. Oleh karena itu, saat memberitakan Injil, satu sisi saya juga berpartisipasi dalam sesi pelatihan rohani, mendengarkan khotbah para selebriti rohani, dan membeli beberapa buku rohani untuk terus memperkaya pengetahuan saya tentang Alkitab. Untuk melengkapi pengetahuan tentang Alkitab, saya memutuskan untuk berpartisipasi dalam pelayanan dan mewujudkan impian pendeta saya. Selanjutnya, saya sering mengkhotbahkan Injil kepada orang-orang di sekitar saya, dan dalam waktu singkat saya mendirikan dua pertemuan kecil. Selama periode berkhotbah, saya sering diejek dan dihina oleh orang lain. Saya juga menghadapi penangkapan dan penganiayaan pemerintah Komunis China terhadap gereja rumah kapan saja. Terkadang saya pasif dan lemah. Tetapi terpkir kembali kata-kata Paulus, saya yakin bahwa semua upaya saya akan diingat. Ya, penderitaan ini adalah bukti saya memasuki kerajaan surga, dibandingkan dengan berkat abadi kerajaan surga, penderitaan ini bukan apa-apa. Pada saat yang sama, saya sangat menantikan kedatangan kembali Tuhan Yesus.

Pertama kali mendengar tentang kembalinya Tuhan-Muncul gagasan

Pada tahun 1997, dua saudari asing yang percaya kepada Tuhan datang kepada saya. Kami membahas Alkitab bersama. Kedua saudari itu memiliki wawasan unik tentang Alkitab, yang sangat bermanfaat bagi saya. Kemudian, para pemimpin gereja membujuk saya untuk tidak menghubungi mereka, dengan mengatakan bahwa mereka percaya pada "Kilat Dari Timur dan memberitakan bahwa Tuhan Yesus telah kembali dan memulai pekerjaan baru. Kemudian, ketika dua saudara perempuan itu datang lagi untuk memberitakan Injil akhir zaman kepada saya, saya menolak dan berkata, "Tuhan Yesus telah mengampuni dosa-dosa kita. Kita meninggalkan segalanya dan bekerja keras untuk Tuhan. Ketika Tuhan datang, kita akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Jika Tuhan telah datang kembali, kenapa kita belum dibawa ke surga? "Kedua saudara perempuan itu banyak bersekutu dengan saya, dan memperkenalkan beberapa saudara dan saudari untuk bersekutu dengan saya, tetapi saya merasa bahwa kepercayaan mereka salah, jadi saya terus menanggapi mereka secara acuh tak acuh, juga tidak mencari dengan serius, dan itu berlangsung selama dua tahun.

Selama dua tahun terakhir, banyak hal ilegal terjadi di gereja. Pendeta menggelapkan sumbangan dari gereja luar negeri untuk membeli rumah sendiri. Rekan kerja saling iri akibat sumbangan gereja, berselisih dan membentuk geng. Beberapa rekan kerja di sekitarnya mulai mengontrak tanah dan mulai menanam, dan tidak ada beban untuk menggembalakan gereja. Setelah mengalami semua ini, saya pikir pendeta dan rekan kerja banyak berkorban, tetapi mereka semua bertujuan untuk meningkatkan jumlah orang dan terus mengembangkan gereja mereka. Kebanyakan dari mereka fokus pada sumbangan gereja dan berkhotbah dimimbar. Tetapi tidak mempraktikkan firman Tuhan dalam kehidupan. Apa perbedaan antara orang ini dan orang Farisi yang munafik? Jika bekerja keras dan mengorbankan segalanya, dapat masuk kerajaan surga, bukankah semua orang Farisi Yahudi yang berkelana di seluruh lautan dan daratan memberitakan Injil tetapi menolak dan mengutuk Tuhan Yesus juga bisa masuk ke kerajaan surga? Apakah khotbah saudara-saudari yang mengabarkan kedatangan Tuhan kepada saya itu benar? Tetapi kemudian saya berpikir lagi, jika tidak dapat memasuki kerajaan surga dengan bekerja keras, apa yang dapat dilakukan untuk memasuki kerajaan surga? Bagaimana saya tidak bisa dipuji oleh Tuhan jika saya meninggalkan segalanya dan membayar begitu banyak? Saya percaya bahwa janji Tuhan tidak akan gagal. Pendeta di sekitar saya bejat dan serakah dan rekan kerja pasif dan lemah. Itu adalah urusan pribadi mereka. Selama saya bekerja keras untuk Tuhan, saya pasti akan masuk kerajaan surga dan diberi pahala ketika Tuhan datang kembali.

Jadi, saya terus berkhotbah dan bekerja keras di gereja, antusias dalam pengabdian. Tetapi saya tidak tahu mengapa, lambat laun, saya merasa roh saya kering dan tidak dapat berkhotbah. Saya sangat cemas, dan agar tidak diremehkan oleh rekan-rekan atau saudara dan saudari saya, setelah pulang kerja, saya menghabiskan banyak waktu mendengarkan radio Injil, membaca buku-buku rohani, dan mencoba untuk mengumpulkan khotbah, berharap mendapatkan dukungan dan dipandang tinggi oleh jemaat. Tetapi setiap kali saya berdiri di mimbar, saya merasa bahwa khotbah saya sangat kering. Dalam hati saya tahu bahwa hal-hal yang saya khotbahkan ini tidak akan membawa orang manfaat. Oleh karena itu, saya merasa bersalah dan gelisah, tetapi saya tidak mau buka diri dan mengatakan yang sebenarnya dengan semua orang, hanya bisa gigit jari berkhotbah yang mendalam untuk mengemas dan menutupi diri. Hati saya semakin gelap, saya tidak bisa merasakan pekerjaan Roh Kudus sama sekali, dan saya semakin merasa sangat beban untuk menyebarkan Injil dan mendukung gereja, dan saya tidak tahu bagaimana kedepannya.

Mendengar suara Tuhan, dan berpaling kembali ke hadapan Tuhan

Pada Maret 1999, saya tidak sengaja mendengar lagu pujian yang sangat istimewa di rumah ibu mertua saya. Liriknya berbunyi: "Manusia 'mengasihi' Aku, bukan karena kasih mereka bagi-Ku merupakan pembawaan lahir mereka, tetapi karena mereka takut pada hajaran. Siapakah di antara manusia yang terlahir mengasihi-Ku? Adakah siapa pun yang memperlakukan-Ku sebagaimana mereka memperlakukan hati mereka sendiri? Jadi, Aku meringkaskan ini dengan pepatah bagi dunia manusia: Di antara manusia, tidak ada seorang pun yang mengasihi Aku." Lirik ini menyegarkan saya dan sangat tersentuh. Saya tidak dapat menahan untuk bertanya pada diri sendiri: Saya hanya takut masuk neraka dan menderita penderitaan yang tiada akhir, jadi saya berusaha untuk mencintai Tuhan dan mencoba untuk meninggalkan segalanya demi harapan masuk surga?Dalam "cinta" yang saya sebutkan terkandung motifnya! Dengan motif bekerja dan mengabdikan diri untuk Tuhan, ini bukanlah seseorang yang benar-benar mencintai Tuhan. Kata-kata dalam lirik ini mengungkapkan semua pikiran yang ada di hati saya. Dan juga mengatakan bahwa ini bukan kasih yang sejati kepada Tuhan. Perkatan ini terlalu praktis. Sepertinya saya merasakan percaya Tuhan memiliki arah dan pengejaran yang baru, terutama saya ingin tahu dari mana lagu-lagu ini berasal, dan buru-buru bertanya pada ibu mertua. Ibu mertua saya memperkenalkan saya dengan seorang saudara yang bernama Huang.

Beberapa hari kemudian, saudara Huang membahas tiga tahap pekerjaan pengelolaan Tuhan atas umat manusia dengan saya, bagaimana cara Tuhan datang kembali, dan Tuhan berinkarnasi datang kembali untuk menghakimi dan memurnikan manusia, dan seterusnya. Apa yang saya dengar dari Saudara Huang sejalan dengan Alkitab dan sangat mencerahkan, dan saya percaya dalam hati dan yakin bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah suara Tuhan, itu berarti Tuhan telah datang kembali. Sebelum Saudara Huang pergi, dia memberikan saya buku "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" untuk saya pelajari lebih dalam.

Ketika saya membuka "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia", saya menemukan bahwa buku ini mengungkapkan banyak misteri di dalam Alkitab, seperti "Langit Baru dan Bumi Baru", "Pohon Kehidupan", "Gadis bijaksana", dan seterusnya. Saya segera mengeluarkan buku catatan dan menyalin semua misteri ini. Terutama pada suatu hari, saya melihat artikel berjudul "Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan". Saya teringat bahwa saya telah membaca banyak buku tentang pelayanan di masa lalu, tetapi kebanyakan dari buku yang saya baca berbicara tentang bagaimana menjadi pemimpin dan murid gereja yang baik, perluasan gereja, bagaimana bekerja, dll, tetapi saya tidak pernah membaca isi tentang bagaimana melayani sejalan dengan kehendak Tuhan, dan saya sangat tertarik. Saya melihat sebuah bagian yang berbunyi: "Setiap orang yang telah bertekad, bisa melayani Tuhan—tetapi hanya mereka yang memberi perhatian penuh pada kehendak Tuhan dan memahami kehendak Tuhan yang layak dan berhak untuk melayani Tuhan. Aku telah mendapati hal ini di antaramu: banyak orang yakin bahwa selama mereka dengan sungguh-sungguh menyebarkan Injil bagi Tuhan, pergi ke jalan-jalan untuk Tuhan, mengorbankan diri mereka sendiri dan menyerahkan segala sesuatu untuk Tuhan, dan seterusnya, maka inilah arti melayani Tuhan. Bahkan orang-orang yang lebih religius yakin bahwa melayani Tuhan berarti pergi ke sana kemari dengan Alkitab di tangan mereka, menyebarkan Injil kerajaan surga dan menyelamatkan jiwa-jiwa dengan membuat mereka bertobat dan mengakui dosa. Ada banyak juga pemuka agama yang berpikir bahwa melayani Tuhan artinya berkhotbah di kapel setelah menempuh studi dan pelatihan lanjutan di seminari, dan mengajar orang melalui pembacaan ayat-ayat Alkitab. Selain itu, ada juga orang-orang di wilayah miskin yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat di antara saudara-saudari mereka atau berdoa bagi mereka, atau melayani mereka. Di antaramu, ada banyak orang yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti makan dan minum firman Tuhan, berdoa kepada Tuhan setiap hari, juga mengunjungi dan melakukan pekerjaan di gereja di mana-mana. Ada saudara-saudari lainnya yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti tidak pernah menikah atau membesarkan anak dan mendedikasikan segenap keberadaan mereka bagi Tuhan. Namun, hanya sedikit yang mengetahui apa sebenarnya arti melayani Tuhan. Meskipun ada begitu banyak orang yang melayani Tuhan seperti bintang di langit, jumlah mereka yang bisa melayani secara langsung, dan yang mampu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, sangatlah sedikit—benar-benar sedikit. Mengapa Kukatakan demikian? Kukatakan ini karena engkau tidak memahami hakikat dari frasa 'pelayanan kepada Tuhan,' dan engkau sangat sedikit memahami tentang bagaimana melayani sesuai dengan kehendak Tuhan. Ada kebutuhan yang mendesak bagi orang-orang untuk memahami dengan tepat jenis pelayanan kepada Tuhan seperti apa yang dapat selaras dengan kehendak-Nya."

Firman ini benar-benar telah mengungkapkan isi hati saya. Saya selalu berpikir seperti ini. Menghabiskan waktu untuk Tuhan, menggunakan alkitab memberitakan Injil, dan berkhotbah di mimbar pasti menyenangkan Tuhan. Ini artinya melayani Tuhan, jadi saya pasti bisa masuk dalam kerajaan surga. Tetapi firman Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Namun, hanya sedikit yang mengetahui apa sebenarnya arti melayani Tuhan." Saya tidak bisa menahan perasaan sedikit bingung. Apakah pemahaman saya salah? Bukankah itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Saya agak bingung dan ingin tahu apa artinya dan bagaimana saya bisa melayani Tuhan sehingga mendapatkan pujian. Oleh karena itu, saya lebih tambah semangat membaca kata-kata dalam buku ini.

Selanjutnya saya membaca firman Tuhan lagi: "Banyak orang di belakang-Ku mendambakan berkat berupa status, mereka melahap makanan dengan rakus, mereka suka tidur dan memberi perhatian kepada daging, selalu takut bahwa tidak ada jalan keluar bagi daging. Mereka tidak melakukan fungsi normal mereka di gereja, melainkan menjadi pembonceng, atau menasihati saudara-saudari mereka dengan menggunakan firman-Ku, mereka memerintah orang lain dari posisi otoritas. Orang-orang ini terus berkata bahwa mereka sedang melakukan kehendak Tuhan, mereka selalu berkata bahwa mereka adalah sahabat karib Tuhan—bukankah ini menggelikan? Jika engkau memiliki niat yang benar, tetapi tidak mampu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, artinya engkau sedang bersikap bodoh; tetapi jika niatmu tidak benar, dan engkau tetap berkata bahwa engkau melayani Tuhan, artinya engkau adalah orang yang menentang Tuhan, dan engkau patut dihukum oleh Tuhan! Aku tidak punya simpati terhadap orang semacam itu! Di rumah Tuhan, mereka adalah pembonceng, selalu mendambakan kenyamanan daging, dan tidak memperhatikan kepentingan Tuhan. Mereka selalu mencari apa yang baik untuk mereka, dan mereka tidak menghiraukan kehendak Tuhan. Mereka tidak menerima pemeriksaan Roh Tuhan dalam apa pun yang mereka lakukan. Mereka selalu mengatur siasat dan memperdaya saudara-saudari mereka dan bermuka dua, seperti seekor rubah di kebun anggur, selalu mencuri anggur dan menginjak-injak kebun anggur. Mungkinkah orang seperti itu menjadi sahabat karib Tuhan? Apakah engkau layak menerima berkat Tuhan?"

"Jika mereka yang melayani Tuhan mengikuti karakter mereka sendiri dan bertindak berdasarkan kehendak mereka sendiri, mereka berisiko disingkirkan kapan saja. Mereka yang menggunakan pengalaman yang mereka dapatkan selama bertahun-tahun melayani Tuhan untuk memenangkan hati orang lain, menceramahi dan mengendalikan mereka, serta menganggap diri mereka lebih hebat dari orang lain—dan yang tidak pernah bertobat, tidak pernah mengakui dosa mereka, tidak pernah melepaskan keuntungan dari kedudukan mereka—orang-orang ini akan jatuh di hadapan Tuhan. Mereka sejenis dengan Paulus, menyalahgunakan senioritas mereka dan memamerkan kualifikasi mereka. Tuhan tidak akan membawa orang-orang semacam ini menuju kesempurnaan. Pelayanan semacam ini mengganggu pekerjaan Tuhan. Manusia selalu berpaut pada yang lama. Mereka berpaut pada gagasan dari masa lalu, pada segala sesuatu dari masa yang lampau. Ini adalah rintangan yang besar dalam pelayanan mereka. Jika engkau tidak bisa menyingkirkannya, hal-hal ini akan menghambat seluruh hidupmu. Tuhan tidak akan memujimu, tidak sedikit pun, bahkan sekalipun kakimu patah ketika berlari atau punggungmu sakit karena bekerja keras, bahkan sekalipun engkau menjadi martir dalam pelayananmu kepada Tuhan. Malah sebaliknya: Dia akan berkata bahwa engkau adalah pelaku kejahatan."

Saat saya membaca firman ini, dengan sungguh-sungguh merenungkan, "mendambakan berkat berupa status", "mereka memerintah orang lain dari posisi otoritas", "mereka yang memiliki niat yang salah", "Mereka tidak menerima pemeriksaan Roh Tuhan dalam apa pun yang mereka lakukan. Mereka selalu mengatur siasat dan memperdaya saudara-saudari mereka dan bermuka dua". Kalimat ini menyentuh hati saya, dan tidak bisa tidak merefleksikan kinerja saya di gereja dan kehidupan. Dalam beberapa tahun terakhir, roh saya telah kering dan gelap, dan tidak kata-kata untuk berkhotbah, tetapi untuk mempertahankan status pengkhotbah dan mempertahankan citra saya di benak orang, saya mengumpulkan beberapa pengetahuan teoretis tingkat lanjut, dan saya tahu bahwa ini adalah penyamaran, pembohong, melakukan ini tidak akan banyak membantu saudara-saudari, tetapi saya tidak ingin bertobat, karena saya tidak ingin kehilangan status dan reputasi saya saat ini. Bagaimana saya bisa melayani Tuhan? Ini menipu dan melawan Tuhan! Dan dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak dapat menahan bertengkar dengan istri saya. Saya mencintai dunia dan mengejar uang. Saya tidak dapat mempraktikkan ajaran Tuhan. Ketika saya berdiri di podium, saya berbicara dengan sombong dan mengajari orang lain untuk bertoleransi dan melihat segala sesuatu seperti kotoran, sudah cukup hanya memiliki makanan dan pakaian. Bukankah ini sama dengan memperdaya saudara dan saudari dan bermuka dua? Menyamar dan menipu, menggunakan berbagai cara untuk membingungkan dan merebut hati orang ... Setelah memikirkan hal ini, saya merasa sangat sedih. Ternyata apa yang saya lakukan tidak sejalan dengan kehendak Tuhan. Lalu , apakah Tuhan masih mengingat kerja keras saya selama ini? Apakah saya masih bisa masuk kerajaan surga jika ini terus berlanjut?

Terutama saat membaca "Bahkan sekalipun kakimu patah ketika berlari atau punggungmu sakit karena bekerja keras, bahkan sekalipun engkau menjadi martir dalam pelayananmu kepada Tuhan. Malah sebaliknya: Dia akan berkata bahwa engkau adalah pelaku kejahatan." saya langsung teringat dengan perkataan Tuhan Yesus : "Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan" (Matius 7:21-23). Firman Tuhan sangat menyentuh hati saya, membuat saya merasa bahwa firman Tuhan Yesus dan firman Tuhan Yang Mahakuasa berasal dari satu sumber, membawa watak Tuhan yang benar, kemarahan Tuhan yang agung, dan menyingkap dosa-dosa saya. Saya menyadari bahwa pelayanan yang bertahun-tahun banyak kecemaran dan tidak sejalan dengan kehendak Tuhan, Bagaimana saya bisa masuk kerajaan surga seperti ini? Saat ini, saya merasa panik, bingung, dan penuh penyesalan serta merasa berhutang. Saya dengan jelas menyadari dalam hati saya bahwa Tuhanlah yang mengucapkan kata-kata ini. Kata-kata ini terlalu praktis dan akurat. Kata-kata itu mengenai poin-poin penting manusia secara langsung. Tidak ada seorang pun selain Tuhan yang dapat mengatakannya. Saya berlutut, menangis dan mengaku dosa dihadapan Tuhan: "Tuhan, Engkau telah benar-benar kembali! Saya terlalu bodoh dan buta tidak mengetahui pekerjaan-Mu. Tuhan, pelayanan saya selama bertahun-tahun tidak sesuai dengan keinginan-Mu. Saya telah salah. Saya bersedia mengaku dosa-dosa dan bertobat kepada-Mu. Mohon maafkan saya ..."

Selanjutnya, saya membaca beberapa bab firman Tuhan, seperti "Dengan Apakah Seorang Gembala yang Cakap Harus Diperlengkapi","Bagaimana Hubunganmu Dengan Tuhan?" "Hanya Mereka yang Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini yang Boleh Melayani Tuhan", "Tuhan Menyempurnakan Orang-Orang yang Berkenan di Hati-Nya", "dan firman Tuhan lainnya. Semakin saya membacanya, semakin cerah hati saya, dan saya memahami banyak kebenaran dan misteri yang tidak saya mengerti sebelumnya, dan saya juga tahu sedikit tentang bagaimana saya dapat melayani sesuai dengan kehendak Tuhan. Saya melihat firman Tuhan dengan lebih bersemangat.

Mendapatkan Jalan Menuju Kerajaan Surga

Tidak lama kemudian, saudara Huang datang mengunjungi saya dan saya berkata, "Saudara Huang, dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, saya mengerti bahwa meskipun kita dapat bekerja keras dan melayani dengan penuh semangat, masih ada kecemaran dan belum melayani sesuai dengan kehendak Tuhan. Dulu, Pendeta sering mengatakan bahwa kita harus meneladani Paulus. Selama kita bekerja keras, Tuhan akan langsung membawa kita ke kerajaan surga. Sekarang saya merasa penerimaan ini bermasalah dan tidak sepenuhnya akurat, tetapi saya tidak sepenuhnya jelas tentang masalah ini. Bisakah saudara bersekutu dengan saya? "

Saudara Huang berkata dengan gembira, "Saudaraku, sungguh tidak mudah bagimu memahami semacam ini. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan! Banyak orang berpikir bahwa siapa pun yang dapat bekerja keras untuk Tuhan dan meninggalkan segalanya dapat memasuki kerajaan surga. Tetapi apakah konsep dan imajinasi semacam ini sejalan dengan kehendak Tuhan? Faktanya, Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan kepada kita: Yesus berkata kepadanya, "Engkau harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap pikiranmu. Inilah perintah pertama dan yang terutama. Dan perintah yang kedua, yang sama dengan itu, Engkau harus mengasihi sesamamu manusia seperti diri sendiri" (Matius 22:37-39). Tuhan Yesus mengatakan kepada kita bahwa hanya mereka yang benar-benar mengabdikan diri untuk Tuhan yang dapat dipuji oleh Tuhan. Apakah pengabdian yang benar kepada Tuhan? Pengabdian yang benar berarti tidak ada transaksi dan tidak ada permintaan terhadap Tuhan. Ini bukan untuk mencari keuntungan atau pahala, dan tanpa niat pribadi. Itu dilakukan sepenuhnya untuk menaati dan memuaskan Tuhan. Jika pengabaian dan kerja kita sepenuhnya untuk menaati dan memuaskan Tuhan, untuk melakukan kehendak Tuhan, tidak ada bercampur dengan niat individu, mampu menjalankan tugas sesuai dengan firman dan persyaratan Tuhan, dengan hati yang mencintai Tuhan, dan mengabdikan diri sesuai dengan persyaratan Tuhan, dan dapat menaati dan mempraktikkan apapun yang Tuhan katakan. Ketika ada cobaan dapat berdiri dan bersaksi bagi Tuhan untuk memuaskan Tuhan, ini adalah orang yang benar-benar mengabdikan diri untuk Tuhan. Hanya orang seperti itu yang bisa dipuji oleh Tuhan. Jika pengabaian dan penderitaan kita bukan untuk Tuhan tetapi untuk diri kita sendiri, maka ini bisakah kerja keras ini mendapatkan pujian Tuhan dan memenuhi syarat untuk masuk kerajaan surga? Mari kita lihat apa yang dikatakan Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Sekilas pandang saja terlihat bahwa manusia kelihatannya selalu sibuk mengorbankan dirinya dan bekerja bagi Tuhan, padahal selama waktu itu, mereka sebenarnya sedang memperhitungkan diam-diam di relung hati mereka yang terdalam, apa langkah berikutnya yang mereka akan ambil untuk mendapatkan berkat atau untuk memerintah sebagai raja. Bisa dikatakan bahwa saat hati manusia menikmati Tuhan, pada saat yang sama hatinya juga menghitung-hitung terhadap Tuhan. Manusia dalam kondisi ini berhadapan dengan kebencian dan kejijikan Tuhan yang terdalam; watak Tuhan tidak menoleransi manusia mana pun yang menipu atau memanfaatkan Dia."

"Engkau harus tahu orang-orang macam apa yang Aku inginkan; mereka yang tidak murni tidak diizinkan masuk ke dalam kerajaan, mereka yang tidak murni tidak diizinkan mencemarkan tanah yang kudus. Meskipun engkau mungkin sudah melakukan banyak pekerjaan, dan telah bekerja selama bertahun-tahun, pada akhirnya, jika engkau masih sangat kotor, maka menurut hukum Surga tidak dapat dibenarkan jika engkau berharap dapat masuk ke dalam kerajaan-Ku! Semenjak dunia dijadikan sampai saat ini, tak pernah Aku menawarkan jalan masuk yang mudah ke dalam kerajaan-Ku kepada orang-orang yang menjilat untuk mendapatkan perkenanan-Ku. Ini adalah peraturan surgawi, dan tak seorang pun dapat melanggarnya!"

Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita dapat melihat bahwa jika kerja keras manusia, penderitaan dan membayar harga ada kecemaran, itu menipu Tuhan dan menjadi objek kebencian Tuhan. Tidak peduli seberapa keras orang bekerja, selama mereka masih bisa memberontak melawan Tuhan, tidak memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan Tuhan. Saat ini, banyak orang meninggalkan segalanya bekerja untuk Tuhan dan membayar banyak harga, tetapi mereka tidak mempraktikkan firman Tuhan. Meskipun ada banyak perbuatan baik di luar, watak hidup mereka tidak berubah sama sekali. Mereka sering dapat melanggar ajaran Tuhan saat mengabdikan diri untuk Tuhan. Misalnya, orang bekerja keras untuk mendapatkan pahala dan mahkota dari Tuhan, semuanya untuk keuntungan mereka sendiri. Setelah mereka menghadapi keadaan dan cobaan dan merasa bahwa mereka tidak diberkati, mereka akan melepaskan tugas, mengeluh, menolak dan bahkan mengkhianati Tuhan; beberapa rakus akan berkat status, meninggikan diri di mana-mana, mengungkapkan diri mereka untuk disembah dan dipandang tinggi; beberapa mengejar status dengan cara yang tidak bermoral, menabur perselisihan, menjebak orang, menindas orang; beberapa bahkan memakan uang persembahan ;dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, jika seseorang yang percaya kepada Tuhan hanya memperhatikan kerja keras, tetapi gagal mengamalkan firman Tuhan, maka dia dapat melawan Tuhan, mengkhianati Tuhan, dan bermusuhan dengan Tuhan, walau bekerja keras, juga dia tidak akan memenuhi syarat untuk masuk kerajaan surga. Tuhan sejak dulu telah berkata kepada kita: "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-lamanya" (Yohanes 8:34-35). "Karena Akulah Yahweh yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, untuk menjadi Tuhanmu: Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus" (Imamat 11:45). Tuhan itu kudus dan benar, dan watak Tuhan yang benar tidak dapat dilanggar. Hanya mereka yang murni yang dapat memasuki kerajaan surga. Ini adalah standar persyaratan Tuhan. Tuhan tidak karena "kerja keras" manusia membuka jalan pintas kepada manusia, tidak mungkin membawa orang-orang yang penuh watak rusak Iblis yang sering berdosa dan yang melawan Tuhan ke dalam kerajaan surga.

Faktanya, ketika orang percaya dan mengikuti Tuhan, mereka sering bisa berbuat dosa dan melawan Tuhan, ini sepenuhnya karena sifat berdosa manusia. Sulit bagi orang untuk benar-benar taat dan mencintai Tuhan jika mereka memiliki sifat berdosa; mereka memiliki sifat berdosa, dan ketika mereka melayani Tuhan, mereka pasti akan melakukan transaksi dan ingin diberkati; mereka memiliki sifat berdosa, dan mereka akan berada dalam pencobaan. Tidak dapat dihindari akan mengeluh dan menghasilkan sifat negatif. Oleh karena itu, Tuhan berjanji kepada kita bahwa Dia akan datang kembali dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan di akhir zaman untuk sepenuhnya menyelamatkan dan memurnikan manusia. Pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa menggenapi nubuatan Tuhan Yesus: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan: dan jika itu pertama kali dimulai pada kita, apakah kesudahan dari mereka yang tidak menaati Injil Tuhan?" (1 Petrus 4:17). "Dan demi mereka, Aku menyucikan diri-Ku sendiri, supaya mereka juga disucikan dalam kebenaran" (Yohanes 17:17). Dapat dilihat dari sini bahwa kedatangan kembali Tuhan di akhir zaman adalah untuk menghakimi dan menyucikan manusia dengan kebenaran. Kristus, Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman telah mengungkapkan jutaan kata kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Untuk menyelesaikan sifat dosa manusia dan membuatnya benar-benar bebas dari dosa, inilah satu-satunya cara bagi manusia untuk dimurnikan dan masuk ke kerajaan surga. Mari kita membaca kembali firman Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saya membaca dengan serius: "Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Dia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak membebaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menjadi korban penghapus dosa dan menanggung dosa manusia, tetapi juga membuat Tuhan harus melakukan pekerjaan yang jauh lebih besar untuk membebaskan manusia sepenuhnya dari wataknya rusaknya yang jahat. Jadi, sekarang setelah manusia diampuni dari dosa-dosanya, Tuhan telah datang kembali menjadi daging untuk membawa manusia memasuki zaman yang baru, dan memulai pekerjaan hajaran dan penghakiman. Pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka akan benar-benar hidup dalam terang, dan mereka akan mendapatkan jalan, kebenaran, dan hidup."

"Pada akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan esensi manusia, dan membedah perkataan dan perbuatan manusia. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia seharusnya menaati Tuhan, bagaimana seharusnya manusia setia kepada Tuhan, bagaimana manusia seharusnya hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan sebagainya. Firman ini semuanya ditujukan pada esensi manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan berkaitan dengan bagaimana manusia merupakan perwujudan Iblis, dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan tidak hanya menjelaskan natur manusia dengan beberapa kata; Dia menyingkapkan, menangani, dan memangkasnya dalam jangka panjang. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan perkataan biasa, tetapi dengan kebenaran yang sama sekali tidak dimiliki manusia. Hanya cara-cara seperti inilah yang dapat disebut penghakiman; hanya melalui penghakiman jenis inilah manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Yang dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman adalah pemahaman manusia tentang wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami olehnya. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar penyebab dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua efek ini dihasilkan oleh pekerjaan penghakiman, karena hakikat pekerjaan ini sebenarnya adalah pekerjaan membukakan jalan, kebenaran, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan."

Saudara Huang bersekutu: "Firman Tuhan Yang Mahakuasa sangat jelas. Di akhir zaman, Tuhan menggunakan firman untuk melakukan pekerjaan penghakiman, mengungkapkan semua aspek kebenaran yang diperlukan umat manusia yang rusak sehingga dapat diselamatkan, Dia dapat menunjukkan kepada kita watak Tuhan, apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan, menghakimi dan mengungkapkan kebenaran tentang kerusakan manusia, akar pemberontakan, dan sifat manusia yang melawan dan mengkhianati Tuhan. Itu juga menunjukkan jalan menuju keselamatan dan pemurnian. Melalui firman penghakiman dan pengungkapan fakta, sehingga kita memiliki pemahaman yang nyata tentang watak dan sifat rusak kita: Meskipun kita telah bekerja keras selama bertahun-tahun dan menghabiskan waktu untuk Tuhan, namun niat kita hanya untuk mendapatkan berkat surga. Kita menipu Tuhan, memanfaatkan Tuhan dan terlibat dalam transaksi; melayani dengan penuh semangat dan bekerja tanpa lelah di gereja hanya demi menonjolkan diri, membuat orang kagum dan menyembahnya. Itu adalah ekspresi dari sifat dan esensi penghulu malaikat yang bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan status; ketika pekerjaan Tuhan tidak sesuai dengan pemikiran, kita berani menghakimi dan melawan Tuhan sesuka hati, memperlihatkan watak kita yang ganas dan kurangnya akal sehat manusia ... Baru setelah itu kita melihat bahwa kita telah lama dirusak oleh Iblis dan menjadi inkarnasi Iblis, sifat kita sama seperti Setan, sifat kita melawan Tuhan dan mengkhianati Tuhan, membuat saya semakin membenci diri saya sendiri. Saya merasa bahwa saya percaya pada Tuhan tetapi menolak Tuhan, benar-benar tidak layak untuk hidup di hadapan Tuhan. Pada saat yang sama, saya merasakan watak Tuhan yang benar, kudus dan tidak dapat disinggung, dan secara bertahap mengembangkan hati yang takut akan Tuhan dan tunduk di hadapan Tuhan. Bersedia mengkhianati diri sendiri dari hati, tidak lagi mengejar kemakmuran dunia, ketenaran dan status, dan kenyamanan fisik, tetapi bersedia mengejar menjadi orang yang jujur, mengejar untuk mengenal Tuhan, menaati Tuhan, dan setia kepada Tuhan, mengejar melakukan tugas yang baik sebagai ciptaan dan membalas cinta Tuhan. Watak hidup telah berangsur-angsur berubah, menjadi citra manusia sejati, hidup dalam terang. Hal ini dapat dilihat bahwa pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan di akhir zaman adalah menyelamatkan orang sepenuhnya dari dosa, membuat manusia mencapai pemurnian dan masuk ke kerajaan surga. Jika watak rusak manusia telah berubah dan dia tidak lagi melanggar ajaran Tuhan dan menentang Tuhan, dia akan mendapatkan perkenanan Tuhan dan memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan Tuhan; jika manusia melewatkan kesempatan ini, maka dia tidak akan pernah menerima pujian Tuhan dan masuk ke dalam kerajaan Tuhan."

Setelah mendengarkan persekutuan saudara Huang, saya merasa iri, dan saya juga ingin sekali agar saya dapat lebih menerima penghakiman Tuhan dan dimurnikan secepat mungkin. Pada saat yang sama, saya juga memiliki pemahaman yang praktis melalui persekutuan saudara. Hanya dengan membaca firman penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa, saya dapat memiliki sedikit pemahaman tentang pelayanan saya yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tanpa penghakiman dan pencerahan firman Tuhan, walaupun berusaha keras, dan akhirnya jatuh ke neraka dan menyesal, maka sudah terlambat. Saya benar-benar merasa bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan sangat praktis, dan itulah yang saya butuhkan. Saya ingin lebih mengalami penghakiman Tuhan supaya watak saya dimurnikan, menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan, dan diselamatkan oleh Tuhan.

Pada saat ini, hati saya penuh dengan rasa syukur kepada Tuhan, dan pada saat yang sama saya merasa sangat malu dan berhutang kepada Tuhan. Saya begitu memberontak, tetapi tangan Tuhan tidak meninggalkan saya. Membangunkan hati saya yang mati rasa melalui firman Tuhan dan membawa saya ke rumah-Nya, Terima kasih Tuhan Yang Mahakuasa! Kemudian, dengan bantuan saudara-saudari, kami membawa semua saudara-saudari dari gereja agama yang benar-benar percaya kepada Tuhan kembali di hadapan Tuhan, saya juga menjalankan tugas saya dalam gereja dengan kemampuan saya, dan membalas kasih Tuhan dengan tindakan praktis. Amin!

Catatan Editor

Saudara dan saudari, melalui pengalaman Saudara Li Zhi, saya percaya Anda telah memahami bahwa hanya dengan bekerja keras tidak dapat memasuki kerajaan surga, dan Anda juga tahu apa yang harus dilakukan untuk memasuki kerajaan surga. Jika Anda ingin menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, menyambut kedatangan Tuhan kembali, atau jika Anda memiliki pertanyaan atau kebingungan, Anda dapat menghubungi kami melalui obrolan online.

Tinggalkan komentar