Berlangganan

Menu

Renungan tentang Matius 24 ayat 24 : Cara menghindari ditipu oleh Kristus palsu dan menyambut kedatangan Tuhan (I)

Catatan Editor

Tidak tahu seberapa banyak saudara dan saudari memiliki ambivalensi seperti itu, sementara menanti kedatangan Tuhan Yesus, tetapi takut disesatkan oleh Kristus palsu, bahkan ketika mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus sudah datang kembali, tidak berani menyelidikinya? Jadi bagaimana kita dapat menyambut kedatangan Tuhan Yesus sambil berjaga-jaga terhadap Kristus palsu? Saya harap artikel hari ini dapat memberi Anda jalan penerapan.

Merindukan kembalinya Tuhan Yesus, namun takut disesatkan

Nama saya Jemong, lahir di India, adalah seorang guru, pada tahun 2004 dibaptis dan menjadi seorang Kristen. Saya tergerak untuk mengetahui bahwa Yesus rela disalibkan untuk menyelamatkan kita. Setelah itu, saya secara aktif bergabung dan melayani di gereja. Dalam kehidupan, saya juga berusaha untuk menerapkan Firman Tuhan, menjadi terang dan garam, hati saya sangat bahagia.

Beberapa tahun kemudian, saya secara bertahap merasa Gereja ketandusan,  saya juga tidak bisa mengendalikan diri untuk mematuhi ajaran Tuhan, tidak dapat hidup harmonis dengan teman-teman, bahkan cemburu, membenci orang, sering hidup dalam dosa, hati saya sangat menderita. Tidak ada toleransi sama sekali. Pada saat itu, pendeta juga tidak bisa membekali kami, hanya bisa memperingatkan kami: "Sekarang adalah akhir zaman,  hari kembalinya Tuhan Yesus sudah dekat, pada saat itu akan ada Kristus palsu, nabi palsu yang menyesatkan orang, karena Tuhan pernah berkata: “Karena akan bangkit Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat; jadi, jika mungkin, mereka akan menyesatkan orang-orang pilihan" (Matius 24: 24), jadi, jika Anda mendengar seseorang mengatakan bahwa Kristus ada di sini, dan Kristus di sana, jangan percaya, karena Anda akan disesatkan, menyimpang dari Tuhan, dan akhirnya kehilangan keselamatan Yesus. Setelah mendengarkannya, saya merasa akan ada hal ini di masa depan, jadi saya hanya perlu lebih berhati-hati. 

Mendapatkan banyak hasil yang tak terduga dari misteri Alkitab

Suatu malam pada bulan Januari 2019, saya menerima permintaan teman di Facebook, dan saya melihat datanya dan menemukan bahwa dia memiliki banyak postingan tentang Injil secara online, dan saya pikir dia mungkin orang percaya dan menerima permintaannya. Saat ngobrol, kami bertukar pendapat tentang iman kepada Tuhan, dan saya mendapati bahwa saudari sangat antusias terhadap Tuhan dan sangat mengejar kebenaran. Kemudian, saudari itu menyarankan saya untuk mengundang saudara dan saudari lainnya untuk bergabung dalam pertemuan, dan saya langsung setuju.

Pada saat persekutuan, saudara dan saudari mengirimi saya beberapa teks bacaan dan klip video, dan berkomunikasi dengan saya banyak kebenaran yang belum pernah saya dengar, misalnya cara Tuhan Yesus datang kembali, perbedaan antara gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh, bagaimana Tuhan akan melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman, dan lain-lain. Komunikasi saudara dan saudari membuat saya merasa mendapatkan pencerahan baru, dan membuat saya ada pemahaman baru tentang pekerjaan Tuhan dan saya merasa sangat senang. Tambahan pula, ketika bergabung bersama-sama dengan mereka, saya bisa mengajukan banyak pertanyaan yang saya tidak mengerti, saya juga dapat dengan bebas berbagi tentang pemahaman saya, saya merasa bebas dalam hati dan jiwa saya dan saya senang bersekutu dengan mereka.

Di pertemuan selanjutnya, saudari mengirimi saya tautan klip video film yang berjudul “SUNGGUH SUARA YANG INDAH” . Setelah menontonnya, saya menemukan bahwa Tuhan Yesus telah kembali, Ia adalah Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi dan telah mengucapkan Firman baru, saya sangat terkejut dan tidak dapat membayangkan : Mengapa saya tidak pernah mendengar pendeta mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan mengungkapkan Firman baru saat Dia kembali. Apakah ini benar atau salah? Saya tidak bisa menerimanya pada saat itu, dan saya mengemukakan pikiran saya.

Saudari tersenyum dan berkata, "Saudara, sebenarnya ada nubuatan dalam Alkitab yang mengatakan bahawa Tuhan akan mengungkapkan Firman baru ketika Dia kembali, seperti Yohanes 16 :12-13:"Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu". "Dan aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di takhta, ada sebuah kitab yang ditulisi sisi dalam dan sisi belakangnya, dan dimateraikan dengan tujuh materai. …...Lihatlah, Singa dari suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang, sehingga ia dapat membuka kitab itu dan melepaskan ketujuh materainya" (Wahyu 5:1-5). “Dan dia berkata, Pergilah, Daniel: karena kata-katanya ditutup dan dimeteraikan sampai akhir zaman.” (Daniel  12:9) Ayat ini dengan jelas menubuatkan  bahwa Tuhan akan datang kembali untuk berfirman lagi, membuka materai  dan mengungkap misteri kebenaran, dan memberitahu kita semua kebenaran yang perlu dipahami. Firman Yesus di Zaman Kasih Karunia hanya mengenai pekerjaan penebusan, tetapi pada zaman akhir, Tuhan ingin melakukan pekerjaan  penghakiman untuk menyelamatkan manusia, dan membawa orang yang dirusak oleh iblis ke kerajaan surga setelah mereka ditahirkan. Oleh karena itu, Tuhan akan mengungkapkan firman-firman yang mengubah watak rusak kita dan mentahirkan kita, dan secara pribadi menyirami kita dan membekali kita, sehingga kita dapat sepenuhnya bebas dari pengaruh iblis, dan lolos dari kehidupan lingkaran dosa di mana kita melakukan dosa dan mengakui dosa. Dengan kata lain, karena kebutuhan pekerjaan, jadi Tuhan harus berfirman pada akhir zaman.

Setelah mendengarkan persekutuan dari saudari, saya merasa terkejut. Alkitab sangat jelas menulis bahwa Tuhan di akhir zaman, akan berfirman ketika Dia kembali, tetapi saya tidak pernah memperhatikan pasal-pasal ini. Sekarang, saya dapat dengan jelas melihat dari pasal ini bahwa Tuhan memang akan berfirman ketika Tuhan kembali!

Selanjutnya, saudari mengirimkan lagi beberapa paragraf firman Tuhan: “Aku akan memberitahukan kepadamu hal ini ketika Aku membuka gulungan kitab-Ku pada akhir zaman. (Gulungan kitab merujuk pada semua firman yang telah Aku ucapkan, firman-Ku pada akhir zaman—inilah semua yang ada di dalamnya.)” “Bagian pertama dari buku ini adalah perkataan Roh kepada gereja-gereja. Perkataan ini menyatakan peralihan dari akhir Zaman Kasih Karunia ke permulaan Zaman Kerajaan, dan merupakan kesaksian umum Roh tentang Anak Manusia kepada gereja-gereja. Semua ini merupakan penggenapan firman di kitab Wahyu yang mengatakan "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja." Inilah pekerjaan yang Tuhan mulai di Zaman Kerajaan. Bagian kedua dari buku ini adalah perkataan yang disampaikan secara pribadi oleh Anak Manusia setelah Dia secara resmi menyatakan diri-Nya sendiri. ……” “Maukah engkau memasuki zaman yang baru? Maukah engkau melepaskan diri dari watak yang rusak? Maukah engkau mendapatkan kebenaran yang lebih tinggi? Maukah engkau melihat wajah Anak Manusia yang sejati? Maukah engkau menjalani hidup yang berharga? Maukah engkau disempurnakan oleh Tuhan? Kalau begitu, bagaimanakah engkau menyambut kedatangan Yesus kembali kelak?” “Janganlah engkau sekalian tanpa berpikir langsung mengutuk perkataan yang dinyatakan oleh Tuhan karena Kristus-Kristus palsu yang muncul pada akhir zaman. Janganlah seorang pun menghujat Roh Kudus karena engkau sekalian takut terhadap tipu muslihat. Bukankah hal itu sangat disayangkan? Jika setelah banyak mengkaji, engkau tetap percaya bahwa perkataan ini bukan kebenaran, bukan jalan, dan bukan pengungkapan Tuhan, pada akhirnya engkau akan dihukum, dan tidak mendapatkan berkat. Jika engkau tidak dapat menerima kebenaran yang disampaikan dengan begitu sederhana dan jelas ini, bukankah engkau tidak layak menerima keselamatan Tuhan? Bukankah engkau orang yang tidak cukup beruntung untuk kembali ke hadapan takhta Tuhan? Pikirkanlah hal itu! Jangan gegabah dan terburu-buru, dan jangan memperlakukan iman kepada Tuhan sebagai permainan. Pikirkanlah demi tempat tujuan engkau, demi prospek engkau, demi hidup engkau, dan jangan bermain-main dengan diri engkau sendiri. Dapatkah engkau menerima semua perkataan ini?” 

Kata-kata ini sangat menyentuh hati saya. Di sini mengatakan ini: “Aku akan memberitahukan kepadamu hal ini ketika Aku membuka gulungan kitab-Ku pada akhir zaman. (Gulungan kitab merujuk pada semua firman yang telah Aku ucapkan, firman-Ku pada akhir zaman—inilah semua yang ada di dalamnya.) ” “Bagian pertama dari buku ini adalah perkataan Roh kepada gereja-gereja. Perkataan ini menyatakan peralihan dari akhir Zaman Kasih Karunia ke permulaan Zaman Kerajaan, dan merupakan kesaksian umum Roh tentang Anak Manusia kepada gereja-gereja. Semua ini merupakan penggenapan firman di kitab Wahyu yang mengatakan "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja." Inilah pekerjaan yang Tuhan mulai di Zaman Kerajaan. Bagian kedua dari buku ini adalah perkataan yang disampaikan secara pribadi oleh Anak Manusia setelah Dia secara resmi menyatakan diri-Nya sendiri. ……” Meskipun saya tidak tahu arti sebenarnya dari kata-kata ini, tetapi dari kata-kata ini, saya jelas merasa bahwa kata-kata itu menyampaikan suatu pesan: Tuhan Yesus mungkin benar-benar sudah kembali! Dia berfirman dan telah membuka buku gulungan kitab dalam nubuatan Wahyu, dan menentukan kesudahan kita. Saya terkejut dan takut, karena bagi kita orang Kristen, tidak ada yang lebih penting dari ini, dan saya harus berhati-hati. Namun, saya penasaran lagi, apa sebenarnya kata-kata ini yang akan Tuhan ungkapkan? Semua ini membuat saya tertarik dan ingin tahu lebih banyak. Dan dalam kata ini juga mengatakan bagaimana kita dapat menyingkirkan watak yang rusak, apakah kita ingin mendapatkan kebenaran yang lebih tinggi, atau ingin menyambut kembalinya Tuhan Yesus, dan semuanya ini yang ingin saya ketahui. Tetapi informasi ini terlalu baru bagi saya, dan saya tidak tahu bagaimana menghadapinya untuk sementara waktu. Saya melihat perkataan ini lagi: “Janganlah engkau sekalian tanpa berpikir langsung mengutuk perkataan yang dinyatakan oleh Tuhan karena Kristus-Kristus palsu yang muncul pada akhir zaman. Janganlah seorang pun menghujat Roh Kudus karena engkau sekalian takut terhadap tipu muslihat. Bukankah hal itu sangat disayangkan?Jika setelah banyak mengkaji, engkau tetap percaya bahwa perkataan ini bukan kebenaran, bukan jalan, dan bukan pengungkapan Tuhan, pada akhirnya engkau akan dihukum, dan tidak mendapatkan berkat. ” Saya merasa bahwa pernyataan ini cukup benar. Apakah saya harus menyelidikinya lagi dan membuat keputusan seperti apa yang dikatakan dalam pernyataan ini? Pada saat ini, tiba-tiba saya terpikir dengan perkataan Tuhan Yesus: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Matius 7:7). Ya! Tuhan mengajar kita untuk belajar berdoa dan mencari. Meskipun saya tidak yakin apakah itu benar atau salah, dan jika saya tidak membaca kata-kata ini dan tidak mencari secara praktis, bagaimana saya bisa tahu itu benar atau salah? Seandainya benar bahwa Tuhan Yesus akan berfirman lagi, tetapi saya tidak menerimanya, bukankah saya akan kehilangan kesempatan untuk menyambut  kembalinya Tuhan Yesus?

Memikirkan hal ini, saya berkata kepada saudari, "Saudari, dapatkah kamu menunjukkan kepada saya buku-buku baru ini? Saya ingin membacanya."

Saudara menjawab dengan gembira: "Tentu saja. Kata-kata Kristus pada akhir zaman, sekarang telah diterbitkan di Internet dan terbuka untuk diselidiki oleh semua orang. Anda dapat membacanya secara langsung di Internet. Bahkan, apa yang kita baca dalam persekutuan itu adalah firman Kristus pada akhir zaman.” “Setelah mendengar kata-kata saudari, saya segera mengangkat telepon saya untuk membaca informasi sebelumnya, dan ingin melihat apakah kata-kata ini adalah suara Tuhan. Ketika saya membaca kata-kata itu lagi dengan sungguh-sungguh, saya merasa bahwa kata-kata itu penuh dengan otoritas. Terutama kata-kata yang dibagikan saudara sebelumnya: “Seluruh rencana pengelolaan-Ku, rencana yang terbentang selama enam ribu tahun, terdiri dari tiga tahap atau tiga zaman: Zaman Hukum Taurat pada bagian awal; Zaman Kasih Karunia (yang juga merupakan Zaman Penebusan); dan Zaman Kerajaan pada akhir zaman. Konsep pekerjaan-Ku di ketiga zaman ini berbeda-beda sesuai dengan sifat setiap zaman, tetapi setiap tahapnya sesuai dengan kebutuhan manusia—atau lebih tepatnya, setiap tahap dilakukan berdasarkan tipu muslihat yang digunakan Iblis dalam perang yang telah Kulancarkan. Tujuan pekerjaan-Ku adalah untuk mengalahkan Iblis, untuk mewujudkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku, untuk mengungkap semua tipu muslihat Iblis, agar dapat menyelamatkan seluruh umat manusia yang hidup di bawah wilayah kekuasaannya. Tujuan-Ku adalah untuk menunjukkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku sekaligus menyingkapkan keburukan Iblis yang tak tertahankan. Terlebih lagi, Aku ingin mengajar ciptaan-Ku untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat, untuk mengetahui bahwa Akulah Penguasa segala sesuatu, untuk melihat dengan jelas bahwa Iblis adalah musuh manusia yang paling hina dan jahat, serta untuk mengetahui perbedaan antara kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kepalsuan, kekudusan dan kenajisan, dan apa yang hebat dan yang tidak mulia. Dengan cara ini, manusia yang bebal akan dapat menjadi saksi bagi-Ku bahwa bukan Aku yang merusak manusia, dan hanya Aku—Tuhan atas segala ciptaan—yang dapat menyelamatkan manusia, dapat menganugerahkan kepada manusia hal-hal yang menyenangkan mereka. Mereka akan tahu bahwa Akulah Penguasa segala sesuatu dan Iblis hanyalah salah satu makhluk ciptakan-Ku, yang kemudian berbalik melawan-Ku. Rencana pengelolaan enam ribu tahun-Ku terbagi menjadi tiga tahap supaya dapat mencapai tujuan berikut ini: untuk memampukan ciptaan-Ku menjadi saksi-Ku, memahami kehendak-Ku, dan mengetahui bahwa Akulah kebenaran.” Disini menyebutkan ”Seluruh rencana pengelolaan-Ku” “Akulah Penguasa segala sesuatu”“Akulah kebenaran” Kata ini penuh dengan otoritas dan kekuatan. Siapa yang berani berbicara seperti ini kecuali Tuhan? Saya merasa itu adalah Tuhan yang berbicara langsung kepada manusia.

Karena sudah terlalu larut malam, kami sepakat untuk melanjutkan persekutuan pada keesokan harinya.

Menghadapi dengan sukacita dan kekhawatiran akan kembalinya Tuhan Yesus

Setelah menutup telepon, saya tidak merasa mengantuk. Memikirkan kembali tentang apa yang dibicarakan dalam persekutuan, semua yang saudara komunikasikan kepada saya sangat jelas, benar, dan ada dasar Alkitab. Mungkin Tuhan benar-benar telah kembali dan mengucapkan firman baru. Tetapi kemudian saya berpikir tentang apa yang sering diingatkan pendeta yang, mengatakan bahwa akan ada Kristus palsu pada akhir zaman untuk menyesatkan orang-orang. Saya sangat khawatir dan takut, jika saya tertipu, saya akan mengkhianati Tuhan dan ditinggalkan oleh Tuhan. Saya begitu bingung sehingga saya berdoa kepada Tuhan, "Oh Tuhan, saya mendengar kabar kedatangan Engkau, tetapi saya tidak dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, dan saya sangat bingung. Jika saya dibohongi oleh Kristus palsu, saya akan dihukum oleh Engkau dan kehilangan keselamatan-Mu. Tetapi jika ini benar, tetapi saya tidak menerimanya karena takut, itu akan menjadi kerugian besar bagi saya. Bagaimana seharusnya saya membedakannya? Mohon Tuhan memimpin saya di jalan yang benar ... "

Setelah berdoa, saya sedikit tenang. Berpikir tentang Alkitab yang mengatakan bahwa kita harus berwaspada terhadap "pengajaran" Kristus palsu, saya dengan sungguh-sungguh mengingat komunikasi saudari hari ini dan menemukan bahwa tidak ada yang salah atau tidak konsisten dengan Alkitab dalam komunikasi mereka. Selain itu, sejak bertemu dengan mereka, saya telah menerima semakin banyak pemahaman tentang tulisan suci. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya berpikir saya harus melanjutkan penyelidikan dan berdoa agar Tuhan menuntun dan menjaga saya.

(Bersambung)

Bagian Dua
Renungan tentang Matius 24 ayat 24 : Cara menghindari ditipu oleh Kristus palsu dan menyambut kedatangan Tuhan (II)

Tinggalkan komentar