Berlangganan

Menu

Tidak lagi Mendefinisikan Gender Tuhan, Akhirnya Saya Telah Menyambut Kembalinya Tuhan Yesus

Navigasi cepat
1.Konsep yang berurat berakar telah membuat saya dengan tegas menolak Injil akhir zaman
2.Enam Tahun Kemudian, Injil ini Datang Lagi
3.Saya Memiliki Pemahaman Baru Tentang Jenis Kelamin Tuhan

Apa hal yang paling disesalkan dalam hidup Anda? Bagi saya, tidak ada yang lebih dari hampir melewatkan kesempatan untuk menyambut Tuhan. Enam tahun yang lalu, saya telah mendengar suara Tuhan, tetapi karena saya hidup dalam konsep dan imajinasi saya sendiri dengan percaya bahwa Tuhan hanya bisa menjadi laki-laki, mustahil menjadi perempuan, jadi saya menolak kedatangan Tuhan kembali. Jika saya memiliki hati yang ingin mencari dan menyelidiki, saya akan menyambut Tuhan sejak lama. Jadi, saya benar-benar ingin memberitahu semua orang tentang pengalaman saya. Dengan ini saya harap kalian tidak mengulangi kesalahan seperti saya ...

Konsep yang berurat berakar telah membuat saya dengan tegas menolak Injil akhir zaman

Suatu hari, saya sibuk di toko saya seperti biasa, tetapi perbedaannya adalah saya bertemu Saudari Chen pada hari itu. Dia mengetahui bahwa saya juga seorang percaya kepada Tuhan lalu dia mengobrol dengan saya. Ketika Sister Chen berbicara tentang kitab "Wahyu" yang menubuatkan kembalinya Tuhan pada akhir zaman, saya tidak punya waktu untuk mendengarkannya karena kesibukan toko, jadi saudari itu pergi. Beberapa hari kemudian, Sister Chen membawa saudari lain ke toko saya. Kali ini, kita membahas Alkitab bersama. Kedua saudari ini memiliki pendapat dan pemahaman yang unik tentang beberapa ayat Alkitab, dan hati saya sangat tercerahkan setelah mendengarnya. Kemudian, Saudari Chen berkata, "Sekarang adalah akhir, dan Tuhan telah berinkarnasi sekali lagi untuk melakukan pekerjaan baru ..." Sebelum perkataan Saudari Chen selesai, saya segera berwaspada: "Akhir zaman? Tuhan telah melakukan pekerjaan baru? Apakah mereta memberitakan Injil "Kilat dari Timur"? Saya dulu pernah mendengar dari pendeta bahwa "Kilat dari Timur" menyaksikan bahwa Tuhan datang kembali untuk melakukan pekerjaan baru, dan Tuhan yang berinkarnasi mengambil jenis kelamin perempuan dalam rupa manusianya. 1 ​​Korintus 11: 3 mencatatkan: "Namun, aku ingin kalian tahu, bahwa Kepala setiap pria adalah Kristus; dan kepala wanita adalah pria; dan kepala Kristus adalah Tuhan. Perempuan adalah titik awal kerusakan manusia, dan mereka tidak mungkin mengambil alih kekuasaan. Selain itu, inkarnasi Tuhan Yesus adalah laki-laki. Tuhan pasti akan mengambil jenis kelamin laki-laki untuk inkarnasi-Nya ketika Dia datang kembali. Bagaimana Dia bisa menjadi perempuan? "Saya sangat enggan terhadapnya, jadi saya langsung menolak saudari itu. Saya tidak menanggapi mereka, tidak peduli bagaimana Saudari Chen membujuk saya. Akhirnya mereka tidak punya pilihan selain pergi.

Yang tidak saya duga adalah, beberapa hari kemudian, Saudari Chen dan yang lainnya datang lagi dengan membawakan saya sebuah buku firman Tuhan, dan dengan tulus mengundang saya untuk mengikuti persekutuan keluarga mereka. Tindakan mereka telah mengejutkan saya. Sikap saya terhadap mereka sangat tidak ramah, mengapa mereka begitu sabar dan dengan tulus memberitakan Injil kepada saya? Saya melihat buku di depan saya lagi dan berfikir: "Apa yang tertulis di dalamnya?" Karena penasaran, saya menerima buku ini.

Setelah mereka pergi, saya membuka buku itu dan melihat satu paragraf firman Tuhan: "'Mencari' berarti mengamati dan memahami maksud Tuhan yang bijaksana bagimu melalui orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah Dia persiapkan, memahami kebenaran melalui semua itu, memahami apa yang harus manusia capai dan jalan-jalan yang harus ia patuhi, memahami hasil seperti apa yang ingin Tuhan capai dalam diri manusia dan pencapaian seperti apa yang ingin Dia dapatkan dalam diri mereka. 'Tunduk,' tentu saja, berarti menerima orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah Tuhan atur, menerima kedaulatan-Nya, dan melalui itu, mengetahui bagaimana Tuhan mengatur nasib manusia, bagaimana Dia membekali manusia dengan hidup-Nya, bagaimana Dia mengerjakan kebenaran dalam diri manusia. Segala sesuatu di bawah pengaturan dan kedaulatan Tuhan menaati hukum-hukum alam, dan jika engkau bertekad untuk membiarkan Tuhan mengatur dan menentukan segala sesuatu bagimu, engkau harus belajar menunggu, engkau harus belajar mencari, dan engkau harus belajar tunduk. Inilah sikap yang harus dimiliki setiap orang yang ingin tunduk pada otoritas Tuhan, inilah kualitas dasar yang harus dimiliki setiap orang yang ingin menerima kedaulatan dan pengaturan Tuhan. Untuk memiliki sikap seperti itu, memiliki kualitas seperti itu, engkau harus bekerja lebih keras. Inilah satu-satunya cara engkau dapat masuk ke dalam realitas yang sebenarnya" (Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III). Setelah membaca firman ini, saya merasa bahwa firman ini sangat mencerahkan, ia membuat saya sangat jelas tentang apa artinya "mencari" dan apa itu "tunduk". Saya telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, tetapi saya tidak pernah mendengar firman yang begitu bagus. Saya merasa bahwa firman ini bukanlah sesuatu yang dapat ditulis oleh orang biasa, jadi saya segera mengambil satu buku catatan untuk menyalinnya. Pada saat saya menyalinnya, saya berpikir: Perkataan ini seperti firman Tuhan, siapa yang menulisnya? Apakah benar Tuhan telah datang kembali? Saya khawatir bahwa saya akan kehilangan kesempatan untuk menyambut Tuhan, jadi saya memutuskan untuk menghadiri persekutuan Saudari Chen supaya dapat belajar lebih banyak.

Ketika sampai waktu persekutuan, saudara-saudari menyambut saya dengan sangat hangat. Mereka semua bersopan dan jujur, dan membuat saya merasa sangat akrab. Setelah persekutuan, setiap orang bergiliran membaca firman Tuhan, dan setelah itu mereka dengan bebas bersekutu tentang pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri. Dari lubuk hati, saya merasa persekutuan seperti itu sangat bagus dan menyenangkan. Persekutuan ini tidak seperti di gereja di mana pendetanya berdiri sendirian di podium dan berbicara tentang hal-hal yang berulang-ulang dan tidak memiliki pencerahan baru, sehingga saudara-saudari tertidur ketika mereka mendengarkannya dan tidak ada kenikmatan setelah selesai persekutuan di gereja.

Ketika saya sampai di rumah, saya memberi tahu suami dan anak laki-laki saya supaya mereka dapat mencari dan menyelidiki bersama dengan saya tentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Tanpa diduga, suami dan anak laki-laki saya berkata dengan marah, "Berapa kali pendeta mengatakan bahwa kita tidak diizinkan untuk menghubungi orang-orang dari 'Kilat dari Timur', karena mereka telah menyaksikan bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali dan merupakan seorang perempuan. Ini tidak mungkin. Mengapa Anda tidak mendengarkannya tetapi masih ingin pergi ke persekutuan mereka? Cepat kembalikan buku itu kepada mereka. Sudah cukup bagi Anda pergi ke gereja, jangan berhubung dengan mereka lagi." Setelah mendengar kata-kata suami dan anak laki-laki saya, saya merasa sedikit terguncang dan berpikir," Ya! Tuhan seharusnya menjadi rupa manusia laki-laki ketika Dia datang lagi. Bukankah salah jika mereka mengatakan bahwa daging inkarnasi Tuhan adalah perempuan? Saya telah percaya kepada Tuhan selama lebih dari 20 tahun, jika saya benar-benar salah percaya, bukankah saya telah sia-sia percaya kepada Tuhan, Tetapi firman-firman yang saya baca itu luar biasa. Dengan hanya sekilas, saya dapat tahu itu bukan perkataan yang dapat ditulis oleh manusia. Bagaimana jika Tuhan telah datang kembali tetapi saya melewatkannya?" Karena saya tidak dapat menerima Tuhan datang kembali dengan rupa manusia perempuan, dan suami serta anak laki-laki saya berulang kali membujuk saya, akhirnya saya mengembalikan buku itu kepada Saudari Chen.

Enam Tahun Kemudian, Injil ini Datang Lagi

Dalam sekejap mata, enam tahun telah berlalu. Suatu hari pada bulan Juni 2019, saya telah bertemu dengan Sister Chen yang pernah mengkhotbahkan Injil kepada saya enam tahun yang lalu di toko anak laki-laki saya. Saya sangat terkejut. Saya merasa bahwa pertemuan dengan Saudari Chen bukanlah kebetulan, tetapi ada kehendak Tuhan di balik semua ini. Namun karena keterbatasan waktu, kami berpisah tanpa banyak bicara.

Suatu hari, anak laki-laki dan menantu saya pulang kerja. Begitu mereka masuk ke rumah, anak laki-laki saya berkata kepada saya, "Bu, Tuhan Yesus benar-benar telah datang kembali. Dulu saya berpikir bahwa Tuhan itu laki-laki dan tidak mungkin menjadi perempuan. Sekarang saya mengerti bahwa Tuhan adalah roh, dan Tuhan tidak memiliki perbedaan jenis kelamin. Oleh karena itu, Tuhan bisa menjadi laki-laki atau perempuan. Tuhan telah berinkarnasi dalam rupa manusia dengan jenis perempuan pada akhir zaman karena kebutuhan pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Jika bukan firman Tuhan Yang Mahakuasa yang mengungkapkan misteri ini, saya akan terus mendefinisikan Tuhan dengan gagasan dan imajinasi saya sendiri. "

"Ya! Persekutuan saudara dan saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa sangat mencerahkan. Apa pun pertanyaan yang kami ajukan, mereka dapat menemukan firman Tuhan yang sesuai dan menjawabnya satu persatu. Itu benar-benar meyakinkan kami!" Lanjut menantu perempuan saya itu.

Ketika saya mendengar anak laki-laki dan menantu saya mengatakan ini, saya agak sulit percayanya. Anak laki-laki saya selalu menentang saya untuk berkontak dengan orang-orang dari "Kilat dari Timur". Sikap mereka telah banyak berubah hari ini, dan dia mengatakan bahwa Tuhan adalah roh, dan Tuhan bisa menjadi laki-laki. Apa masalahnya?

Kemudian, anak laki-laki dan menantu saya mengatakan bahwa Saudari Chen baru-baru ini pergi ke toko untuk menyaksikan keselamatan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Mereka memiliki beberapa pertanyaan pada awalnya, tetapi mereka tidak mengatakannya. Akhirnya semakin mendengarkan kesaksian yang dibagikan oleh Saudari Chen, hati semakin tercerahkan, lalu mereka menerima Injil Kerejaan ini.

Di malam hari, saya tidak bisa tidur, tetapi berbaring di tempat tidur dan membolak-balikkan tubuh sambil memikirkan kata-kata anak laki-laki dan menantu saya. Mengapa sikap anak laki-laki saya berubah begitu banyak? Kali ini dia tidak hanya setuju dengan Tuhan berinkarnasi sebagai seorang perempuan, tetapi juga menganalisis tujuan PKT menciptakan fitnahan dengan jelas. Ini membuat saya bingung, lalu saya berdoa kepada Tuhan: "Tuhan! Apakah kata-kata anak laki-laki saya benar? Apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah Engkau yang telah kembali? Saya sangat bingung sekarang. Jika Engkau telah benar-benar kembali, bukankah saya akan menjadi gadis yang bodoh jika saya tidak mencari dan menyelidiki? Tuhan, mohon tuntunlah saya." Setelah berdoa, saya merasa nyaman. Setelah merenungkan kata-kata anak laki-laki dan menantu saya, hati saya sepertinya memahami sedikit: Ya! Tuhan itu mahakuasa, mengapa Dia tidak bisa berinkarnasi menjadi dengan jenis perempuan? Setelah beberapa pergumulan, hati saya menjadi lebih cerah, dan saya tidak lagi menolak pandangan tentang Tuhan berinkarnasi menjadi seorang perempuan, tetapi saya masih tidak mengerti mengapa Tuhan berinkarnasi menjadi seorang perempuan pada kedatangan-Nya kali ini. Jadi saya memutuskan untuk bertanya kepada Saudari Chen.

Saya Memiliki Pemahaman Baru Tentang Jenis Kelamin Tuhan

Pada hari Sabtu, anak laki-laki saya telah mengundang Saudari Chen ke toko.Saya dengan terus terang mengatakan: "Saudari Chen, saya tidak mengerti bagaimana Tuhan bisa berinkanasi menjadi seorang perempuan ketika Dia datang kembali. Kita semua tahu bahwa Tuhan Yesus adalah seorang laki-laki, dan Alkitab 1 Korintus 11: 3 mencatatkan: "Namun, aku ingin kalian tahu, bahwa Kepala setiap pria adalah Kristus; dan kepala wanita adalah pria; dan kepala Kristus adalah Tuhan" Perempuan adalah titik awal kerusakan umat manusia, dan perempuan tidak bisa mengambil alih kekuasaan. Jadi, bagaimana Tuhan bisa berinkarnasi menjadi perempuan? "

Saudari Chen berkata dengan lembut: "Kebanyakan orang berpikir bahwa perempuan adalah titik awal kerusakan manusia, dan perempuan tidak dapat mengambil alih kekuasaan. Selain itu, daging yang dijelma Tuhan Yesus adalah laki-laki, jadi Tuhan didefinisikan sebagai laki-laki oleh manusia. Ketika mereka mendengar bahwa ada seseorang menyaksikan bahwa inkarnasi Tuhan adalah perempuan, maka mereka sulit menerimanya. Tetapi, apakah pernyataan ini benar? Apakah terdapat firman Tuhan sebagai buktinya? Apakah Tuhan berfirman bahwa Dia hanya bisa menjadi laki-laki dan bukan perempuan? Memang tidak wujud hal seperti itu. Mari kita bersama-sama lihat bagaimana firman Tuhan Yang Mahakuasa menjelaskan masalah ini. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Di masa lalu, ketika dikatakan bahwa laki-laki adalah kepala perempuan, ini ditujukan kepada Adam dan Hawa, yang telah diperdaya oleh ular—bukan ditujukan kepada laki-laki dan perempuan sebagaimana mereka telah diciptakan Yahweh pada mulanya. ... Yahweh berkata kepada perempuan, 'Engkau akan berahi kepada suamimu, dan ia akan memerintah atasmu.' Dia berkata demikian hanya agar umat manusia (yaitu, laki-laki dan perempuan) dapat menjalani kehidupan yang normal di bawah kekuasaan Yahweh, dan agar kehidupan umat manusia dapat memiliki sebuah struktur, dan tidak melenceng dari tatanan yang semestinya. Oleh karena itu, Yahweh membuat aturan yang pantas tentang bagaimana laki-laki dan perempuan seharusnya bertindak, meskipun ini hanya berkaitan dengan semua makhluk ciptaan yang hidup di bumi, dan tidak ada kaitannya dengan daging inkarnasi Tuhan. Bagaimana mungkin Tuhan menjadi sama dengan makhluk ciptaan-Nya? Firman-Nya ditujukan hanya kepada umat manusia yang diciptakan-Nya; agar umat manusia menjalani kehidupan normal itulah Dia menetapkan aturan untuk laki-laki dan perempuan. Pada mulanya, ketika Yahweh menciptakan umat manusia, Dia menciptakan dua jenis manusia, laki-laki dan perempuan; dan karena itu ada pembagian laki-laki dan perempuan dalam daging inkarnasi-Nya. Dia tidak memutuskan pekerjaan-Nya berdasarkan firman yang Dia ucapkan kepada Adam dan Hawa. Dua kali Dia telah menjadi daging telah ditentukan sepenuhnya menurut pemikiran-Nya pada saat Dia pertama kali menciptakan manusia; artinya, Dia telah menyelesaikan pekerjaan dua inkarnasi-Nya berdasarkan pada laki-laki dan perempuan sebelum mereka dirusak. ... Ketika Yahweh dua kali menjadi daging, gender daging-Nya terkait dengan laki-laki dan perempuan yang tidak diperdaya oleh ular; sesuai dengan laki-laki dan perempuan yang tidak diperdaya oleh ularlah Dia dua kali menjadi daging. Jangan berpikir bahwa kelelakian Yesus sama dengan kelelakian Adam yang telah diperdaya oleh ular. Dia dan Adam sama sekali tidak terkait, keduanya adalah dua laki-laki dengan natur yang berbeda. Tentunya tidak mungkin bahwa kelelakian Yesus membuktikan bahwa Dia adalah kepala atas semua perempuan tetapi bukan kepala atas semua laki-laki, bukan? Bukankah Dia adalah Raja atas semua orang Yahudi (termasuk laki-laki dan perempuan)? Dia adalah Tuhan itu sendiri, bukan hanya kepala atas perempuan tetapi juga kepala atas laki-laki. Dia adalah Tuhan atas semua makhluk dan kepala atas semua makhluk. Bagaimana bisa engkau menentukan kelelakian Yesus sebagai simbol kepala atas perempuan? Bukankah ini adalah penghujatan? Yesus adalah laki-laki yang belum dirusak. Dia adalah Tuhan; Dia adalah Kristus. Bagaimana mungkin Dia menjadi laki-laki seperti Adam yang rusak? Yesus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan yang Mahakudus. Bagaimana bisa engkau mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan yang memiliki kelelakian Adam? Jika demikian, bukankah semua pekerjaan Tuhan itu salah? Apakah Yahweh bisa menyatukan ke dalam diri Yesus kelelakian Adam, yang telah diperdaya oleh ular? Bukankah inkarnasi pada zaman sekarang merupakan contoh lain dari pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, yang berbeda secara gender dari Yesus tetapi yang sama seperti Dia secara natur? Masih beranikah engkau mengatakan bahwa Tuhan yang berinkarnasi tidak mungkin perempuan karena perempuan adalah manusia pertama yang diperdaya oleh ular? Masih beranikah engkau mengatakan bahwa karena perempuan adalah yang paling najis dan merupakan sumber kerusakan umat manusia, maka Tuhan tidak mungkin menjadi daging sebagai seorang perempuan? Beranikah engkau berkukuh mengatakan bahwa 'perempuan harus selalu menaati laki-laki dan tidak akan pernah mewujudkan atau merepresentasikan Tuhan secara langsung'? Engkau tidak mengerti di masa lalu, tetapi bolehkah sekarang engkau terus menghujat pekerjaan Tuhan, terutama daging inkarnasi Tuhan?"

Saudari Chen bersekutu: "Firman Tuhan sangat jelas bahwa 'kepala wanita adalah pria' mengacu pada manusia yang telah dirusak oleh Iblis. Untuk memungkinkan manusia hidup dengan normal di bumi, Tuhan telah mengajukan tuntutan ini kepada manusia. Namun, persyaratan Tuhan adalah apa yang harus kita patuhi sebagai manusia, dan ia sama sekali tidak berhubungan dengan Tuhan yang berinkarnasi. Faktanya, Kristus adalah daging inkarnasi Tuhan, jadi daging yang dipakai oleh-Nya sama sekali berbeda dari manusia yang rusak. Daging inkarnasi Tuhan adalah daging yang tidak dirusak oleh Iblis, dan esensinya adalah Tuhan itu sendiri. Jadi, Kristus bukan hanya kepala bagi perempuan, tetapi juga kepala bagi pria.Tuhan tidak hanya dapat menampakkan diri dan bekerja dalam identitas laki-laki, tetapi juga dapat menampakkan dan melakukan pekerjaan dalam identitas perempuan, karena inkarnasi Tuhan baik laki-laki atau perempuan, ia adalah tubuh kudus yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Jika kita tidak dapat memahami ayat Alkitab secara murni, tetapi secara membabi buta menerapkan ayat 'kepala wanita adalah pria' kepada Tuhan yang berinkarnasi, dan mendefinisikan bahwa perempuan tidak dapat mengambil alih kekuasaan, dan Tuhan hanya bisa menjadi laki-laki dan tentunya bukan perempuan, bukankah konyol bagi kita untuk memahaminya dengan cara ini? Bukankah ini penghujatan terhadap Tuhan? "

Firman Tuhan dan persekutuan Saudari Chen sangat menyentuh hati saya. Ternyata ayat "kepala wanita adalah pria" mengacu pada manusia yang dirusak oleh Iblis. Esensi Tuhan itu kudus, dan inkarnasi Tuhan adalah kudus, tetapi saya menggunakan Alkitab ini untuk mendefinisikan daging inkarnasi Tuhan, ini adalah penghujatan terhadap Tuhan! Tuhan adalah Tuhan bagi semua makhluk ciptaan. Bagaimana saya bisa mengikuti makna harfiah dari ayat Alkitab untuk mendefinisikan Tuhan akan menjelma dalam daging laki-laki lagi dan tidak bisa menjadi perempuan? Saya mengangguk sedikit dan berkata, "Setelah mendengarkan persekutuanmu seperti ini, saya mengerti bahwa Tuhan yang berinkarnasi bisa menjadi laki-laki maupun perempuan. Saya seharusnya tidak mendifinisikan pekerjaan Tuhan berdasarkan gagasan dan imajinasi saya sendiri."

Saudari Chen tersenyum dan berkata, "Saudari, bersyukur atas kepemimpinan Tuhan karena Anda memiliki pemahaman seperti ini! Kita akan membaca dua bagian lagi dari firman Tuhan Yang Mahakuasa dan itu akan membuat kita lebih jelas terhadap perkara ini."

Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Setiap tahap pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan memiliki signifikansi praktisnya sendiri. Saat itu, ketika Yesus datang, Dia adalah laki-laki, dan ketika Tuhan datang kali ini, Dia adalah perempuan. Dari sini, engkau bisa melihat bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan demi pekerjaan-Nya, dan bagi-Nya tidak ada perbedaan gender. Ketika Roh-Nya datang, Dia dapat mengenakan jenis daging apa pun yang dikehendaki-Nya dan daging tersebut dapat merepresentasikan diri-Nya; entah laki-laki atau perempuan, daging itu dapat merepresentasikan Tuhan selama itu adalah daging inkarnasi-Nya. Jika Yesus menampakkan diri sebagai perempuan ketika Dia datang, dengan kata lain, jika seorang bayi perempuan, dan bukan bayi laki-laki, yang dikandung oleh Roh Kudus, tahap pekerjaan itu akan sama saja diselesaikan. Jika itu masalahnya, tahap pekerjaan saat ini akan diselesaikan oleh seorang laki-laki sebagai gantinya, tetapi pekerjaan itu akan sama saja diselesaikan. Pekerjaan yang dilakukan di setiap tahap sama-sama sangat penting; tidak ada tahap pekerjaan yang diulangi, atau yang bertentangan satu sama lain. Pada saat itu, Yesus dalam melakukan pekerjaan-Nya disebut 'Putra tunggal', dan 'Putra' menyiratkan gender laki-laki. Lalu, mengapa Putra tunggal tidak disebutkan di tahap saat ini? Karena tuntutan pekerjaan mengharuskan adanya perubahan dalam gender yang berbeda dengan gender Yesus. Bagi Tuhan, tidak ada perbedaan gender. Dia melakukan pekerjaan-Nya seperti yang Dia inginkan, dan dalam melakukan pekerjaan-Nya, Dia tidak tunduk pada batasan apa pun, tetapi sangat bebas. Namun, setiap tahap pekerjaan memiliki signifikansi praktisnya sendiri. Tuhan menjadi daging dua kali, dan dengan sendirinya terbukti bahwa inkarnasi-Nya selama akhir zaman adalah untuk yang terakhir kalinya. Dia telah datang untuk membuat semua perbuatan-Nya diketahui. Jika di tahap ini Dia tidak menjadi daging untuk secara pribadi melakukan pekerjaan untuk disaksikan manusia, manusia akan selamanya berpegang teguh pada gagasan bahwa Tuhan itu hanya laki-laki, bukan perempuan." "Hikmat dan keagungan Tuhan, kebenaran dan kemegahan Tuhan tidak akan pernah berubah. Esensi-Nya, apa yang dimiliki-Nya, dan siapa Ia tidak akan pernah berubah. Tetapi, pekerjaan-Nya selalu bergerak maju, selalu lebih mendalam, karena Dia selalu baru dan tidak pernah tua. ... Jika Tuhan datang ke dunia hanya sebagai laki-laki, maka orang mendefinisikan Dia sebagai Tuhan atas laki-laki dan orang tidak akan pernah percaya bahwa Dia adalah Tuhan atas perempuan. Para lelaki lalu menganggap bahwa ada kesamaan antara mereka dan Tuhan, yakni sama-sama laki-laki, dan bahwa Tuhan adalah kepala para lelaki. Lalu, bagaimana dengan perempuan? Tidak adil; bukankah ini perlakuan istimewa bagi laki-laki? Kalau begini keadaannya, semua orang yang Tuhan selamatkan adalah laki-laki seperti diri-Nya, dan tidak seorang perempuan pun akan diselamatkan. Sewaktu menciptakan umat manusia, Tuhan menciptakan Adam dan Dia menciptakan Hawa. Dia menciptakan bukan hanya Adam, melainkan menjadikan laki-laki dan perempuan sesuai dengan gambar-Nya. Maka, Tuhan bukan hanya Tuhan atas laki-laki, melainkan juga Tuhan atas perempuan."

Saudari Chen melanjutkan persekutuan dengan berkata: "Kita harus tahu bahwa Tuhan pada awalnya adalah roh, yang tidak memiliki perbedaan jenis kelamin sama sekali. Jenis kelamin adalah untuk manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Setelah kita dirusak oleh Iblis, Tuhan telah mengambil jenis kelamin bagi daging inkarnasi-Nya untuk berfirman dan bekerja dengan tujuan menyelamatkan kita. Tetapi apakah Tuhan memakai rupa manusia laki-laki atau perempuan, daging itu adalah perwujudan dari roh Tuhan, maka Dia adalah Tuhan sendiri yang memiliki otoritas Tuhan dan dapat menyelesaikan pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia di akhir zaman. Misalnya pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan berinkarnasi menjadi laki-laki, dan Dia telah menyelesaikan pekerjaan penebusan. Jika Tuhan berinkarnasi menjadi perempuan pada Zaman Kasih Karunia, Dia juga dapat menyelesaikan pekerjaan penebusan. Tuhan berinkarnasi menjadi laki-laki dan perempuan untuk kedua-dua kali ini adalah untuk menyelesaikan rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Dengan ini juga, Tuhan menyempurnakan makna Dia menciptakan laki-laki dan perempuan. Jika Tuhan datang kembali dengan berinkarnasi menjadi laki-laki di akhir zaman, kita manusia akan mendefinisikan Tuhan dalam gagasan dan imajinasi kita sendiri dengan berpikir bahwa Tuhan adalah Tuhan atas laki-laki, dan Tuhan hanya menyelamatkan laki-laki yang memiliki jenis kelamin yang sama dengan-Nya, dan tidak ada perempuan yang akan diselamatkan. Dari sini kita dapat melihat bahwa, Tuhan berinkarnasi sebagai perempuan di akhir zaman, selain melengkapkan makna Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, lebih penting lagi adalah untuk memecahkan konsep dan imajinasi kita, sehingga kita dapat memiliki pemahaman baru tentang Tuhan, yaitu, Tuhan adalah Tuhan atas laki-laki, pada waktu yang sama Tuhan juga adalah Tuhan atas perempuan. Tuhan itu benar dan adil, dan Dia mengasihi laki-laki dan perempuan tanpa memilih kasih. Dari sini dapat dilihat bahwa, sangat bermakna bagi Tuhan berinkarnasi menjadi perempuan di akhir zaman!"

Setelah mendengarkan persekutuan saudari, saya tiba-tiba menjadi tercerahkan. Tuhan tidak melakukan pekerjaan yang berulang. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, dan Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia sudah mengambil jenis laki-laki, jadi Tuhan tidak akan berinkarnasi menjadi laki-laki lagi ketika Dia datang pada akhir zaman, adalah normal bagi Tuhan berinkarnasi menjadi perempuan. Selain itu, Tuhan melakukan pekerjaan-Nya sendiri dan memiliki cara kerja-Nya sendiri, apakah Tuhan itu memakai daging laki-laki atau perempuan, itu ditentukan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, dan esensi Tuhan tidak pernah akan berubah. Memang, saat ini Tuhan telah berinkarnasi dengan jenis perempuan, ini telah memecahkan gagasan dan imajinasi yang saya yakini bahwa Tuhan itu laki-laki selama ini. Tuhan itu sungguh maha kuasa dan berhikmat.

Saya berkata dengan penuh rasa syukur, "Setelah enam tahun, saya dapat bertemu dengan Anda lagi. Terima kasih Tuhan atas kasih-Nya! Tuhan telah menggunakan Anda untuk memberitakan Injil kepada saya berkali-kali untuk memberi tahu saya bahwa Tuhan telah datang kembali, tetapi saya secara membabi buta mematuhi kata-kata pendeta, dan dengan keras kepala berpegang teguh pada gagasan dan imajinasi saya sendiri dengan berpikir bahwa Tuhan seharusnya bukan perempuan. Dengan konsep ini, saya selalu menolak keselamatan Tuhan, sehingga saya hampir kehilangan keselamatan kedatangan Tuhan kembali. Saya sangat sombong dan bebal! Saya begitu memberontak, tetapi Tuhan masih tidak meninggalkan saya. Dengan melalui persekutuan kalian dengan saya tentang kebenaran dan kepemimpinan Roh Kudus, saya telah melepaskan konsep saya secara perlahan-lahan dan tidak lagi mendefinisikan jenis kelamin Tuhan, akhirnya saya dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali. Saya benar-benar berterima kasih kepada Tuhan!" Pada saat ini, air mata saya tidak dapat berhenti mengalir, dan saya tidak dapat menghentikan hati saya untuk berterima kasih kepada Tuhan.

Setelah itu, saya menghadiri persekutuan dengan anak laki-laki dan menantu saya. Melalui persekutuan dengan saudara-saudari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan membaca firman Tuhan, saya telah memahami banyak kebenaran yang tidak saya pahami sebelumnya, seperti misteri inkarnasi Tuhan, misteri nama Tuhan, kebenaran sesungguhnya serta esensi Tuhan melakukan tiga tahap pekerjaan dan lain-lain. Pada saat yang sama, saya juga memahami kehendak Tuhan menggunakan firman untuk menghakimi, menghajar, menyucikan dan menyelamatkan manusia di akhir zaman. Karena kita dirusak oleh Iblis dengan begitu dalam, sehingga kita penuh dengan konsep dan imajinasi kita sendiri terhadap Tuhan, dan kita dapat mendefinisi dan mengutuk pekerjaan Tuhan kapan saja. Selain itu, kita penuh dengan sifat rusak seperti kesombongan, keangkuhan, keegoisan, serta kecelaan, dan kita tidak dapat hidup dengan citra manusia yang normal. Oleh karena itu, Tuhan telah menggunakan firman-firman-Nya untuk menyucikan dan menyelamatkan kita. Setelah saya melihat bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia yang rusak, saya yakin dari hati saya bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah kembalinya Tuhan Yesus. Untuk membalas kasih Tuhan, kami segera bergabung dengan barisan penginjilan. Meskipun menghadapi beberapa kesulitan, saya tidak pasif dan lemah. Sebaliknya, saya lebih sadar akan kesulitan Tuhan dalam menyelamatkan kita umat manusia yang rusak. Terima kasih Tuhan!

Catatan Editor

Ruyi akhirnya mengerti bahwa Tuhan bisa berinkarnasi menjadi laki-laki maupun perempuan untuk melakukan pekerjaannya, dan Tuhan sendiri tidak memiliki jenis kelamin. Dia tidak lagi mendefinisikan jenis kelamin kedatangan Tuhan kembali. Apakah Anda memahami kebenaran dalam hal ini? Menurut Anda, apakah Tuhan memiliki perbedaan jenis kelamin? Selamat datang untuk mendiskusikan masalah ini dengan kami di bawah artikel ini, Anda dapat berkomunikasi dengan kami melalui obrolan online.

Tinggalkan komentar